Suasana Hangat HUT PERIP Tasikmalaya, Ibu-Ibu Purna Tugas Bikin Publik Salut
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Dharma Pertiwi, Ibu Rima Mutia Imvan Ibrahim S.Sos menyampaikan sambutannya, Senin(11/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Aula PEPABRI Kota Tasikmalaya terasa berbeda pada Senin, 11 Mei 2026. Sejak pagi, para anggota PERIP mulai berdatangan dengan wajah penuh semangat. Sebagian saling berpelukan, sebagian lagi berbincang hangat sambil mengenang masa-masa pengabdian mereka dulu.
Peringatan HUT PERIP ke-62 tahun 2026 bukan sekadar agenda seremonial biasa. Momentum itu berubah menjadi ruang silaturahmi, nostalgia, sekaligus pengingat bahwa semangat berkarya tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa purna tugas.
Dengan tema “Dengan Semangat Satya Bakti PERIP Terus Berkarya di Masa Purna”, kegiatan berlangsung penuh keakraban namun tetap sarat nilai kebangsaan.
Sejak awal acara dimulai, atmosfer kekeluargaan langsung terasa di dalam aula.
Lagu Kebangsaan dan Hymne PERIP Bangkitkan Semangat
Acara dibuka secara khidmat melalui lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh peserta dengan penuh penghayatan.
Tak lama kemudian, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Munawar membuat suasana semakin teduh. Setelah itu, Hymne PERIP dan Mars PERIP berkumandang penuh semangat dipimpin Ibu Iswanto.
Beberapa peserta tampak ikut bernyanyi sambil tersenyum kecil. Ada pula yang sesekali menganggukkan kepala mengikuti irama lagu organisasi yang sudah mereka hafal bertahun-tahun.
Momentum tersebut membuat suasana terasa lebih hidup sekaligus emosional.
Tidak sedikit peserta yang terlihat masih menyimpan rasa bangga terhadap perjalanan panjang organisasi tersebut.
Masa Purna Disebut Bukan Akhir Pengabdian
Ketua PERIP Cabang Kota Tasikmalaya, Ibu Rita Ade Suherman, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota tetap aktif dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, masa purna justru membuka ruang baru untuk tetap berkarya dengan cara berbeda.
“Masa purna bukan akhir pengabdian, tetapi kesempatan baru untuk terus bermanfaat,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Pernyataan itu terasa kuat karena disampaikan di tengah suasana yang penuh pengalaman hidup.
Banyak anggota PERIP merupakan sosok yang telah melewati berbagai fase pengabdian panjang. Karena itu, semangat untuk tetap aktif di usia senior menjadi pesan utama yang paling terasa sepanjang acara berlangsung.
Selain itu, Ketua DPC PEPABRI Cabang Tasikmalaya, Bapak Ade Suherman, turut memberikan apresiasi terhadap kekompakan anggota PERIP yang dinilai mampu menjaga nilai persatuan serta nasionalisme hingga hari ini.
Aula Mendadak Riuh Saat Sesi Tanya Jawab Sejarah PERIP
Salah satu momen paling menarik muncul ketika panitia menggelar sesi tanya jawab sejarah PERIP.
Suasana aula yang sebelumnya tenang mendadak berubah lebih cair dan penuh gelak tawa.
Peserta tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan seputar perjalanan organisasi. Beberapa ibu bahkan saling berebut menjawab sambil tertawa kecil ketika mengingat kejadian masa lalu.
Momen sederhana itu justru membuat acara terasa lebih hangat.
Bukan hanya formalitas organisasi, tetapi juga ruang pertemuan emosional antaranggota yang sudah lama saling mengenal.
Drama Musikal dan Paduan Suara Bikin Haru
Kemeriahan acara semakin terasa ketika ibu-ibu PERIP menampilkan paduan suara dan drama musikal bertema perjuangan.
Penampilan itu mendapat sambutan meriah dari peserta yang hadir.
Sebagian penonton terlihat merekam momen tersebut menggunakan telepon genggam. Ada juga yang tersenyum haru ketika lagu-lagu perjuangan mulai dinyanyikan.
Selain hiburan, panitia juga menggelar santunan, potong tumpeng, dan ramah tamah yang mempererat silaturahmi antaranggota.
Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kontribusi PERIP dalam menjaga semangat kebangsaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, organisasi seperti PERIP memiliki peran penting dalam menjaga nilai persatuan lintas generasi.
Semangat yang Tidak Padam oleh Usia
Di tengah era yang bergerak cepat, acara seperti ini menghadirkan suasana yang terasa berbeda.
Ada semangat lama yang tetap hidup. Ada nilai pengabdian yang masih dijaga meski usia terus bertambah.
Kalimat yang disampaikan Ketua Dharma Pertiwi, Ibu Rima Mutia Imvan Ibrahim S.Sos., menjadi salah satu yang paling diingat peserta hari itu.
“Jangan malas berkegiatan. Usia boleh tua, tetapi semangat harus tetap membara,” katanya.
Ucapan sederhana itu langsung disambut tepuk tangan panjang.
Dan mungkin memang di situlah makna terbesar HUT PERIP tahun ini.
Bahwa pengabdian sejati ternyata tidak mengenal kata pensiun.
Karena ketika semangat masih hidup, seseorang akan selalu menemukan cara untuk tetap memberi arti bagi sekitarnya.
Usia memang terus berjalan, tetapi semangat pengabdian para anggota PERIP di Tasikmalaya membuktikan satu hal: yang benar-benar pensiun hanyalah jabatan, bukan rasa cinta kepada bangsa dan sesama. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar