Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Saat Guru Honorer Cemas, Mendikdasmen Keluarkan Surat Penting Ini

Saat Guru Honorer Cemas, Mendikdasmen Keluarkan Surat Penting Ini

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Pagi itu ruang guru di sebuah sekolah negeri pinggiran Tasikmalaya belum terlalu ramai. Beberapa kursi masih kosong. Di sudut ruangan, seorang guru honorer tampak sibuk memeriksa buku tugas siswa sambil sesekali membuka telepon genggamnya.

Ia sedang membaca kabar tentang SE Nomor 7 Tahun 2026.

Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu mendadak ramai diperbincangkan para guru non ASN di berbagai daerah. Bukan tanpa alasan. Di tengah kekhawatiran soal nasib tenaga honorer, pemerintah akhirnya meminta daerah tetap menugaskan guru non ASN di sekolah negeri.

Bagi banyak guru, kabar itu terasa sederhana. Namun di lapangan, artinya jauh lebih besar.

Ada rasa lega. Meski belum sepenuhnya tenang.

Guru Honorer Masih Jadi Penopang Sekolah

SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non ASN pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah Tahun 2026 ditujukan kepada gubernur, bupati, wali kota, hingga kepala dinas pendidikan di seluruh Indonesia.

Isi utamanya meminta pemerintah daerah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan menjaga kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.

Kebijakan itu langsung menyentuh persoalan yang selama ini dirasakan banyak sekolah, terutama di daerah pinggiran dan pelosok.

Sebab kenyataannya, banyak ruang kelas masih bergantung pada guru honorer.

Mereka datang pagi-pagi. Mengajar penuh. Mendampingi siswa. Bahkan sering merangkap pekerjaan administrasi sekolah. Namun di saat yang sama, status mereka kerap berada dalam ketidakpastian.

“Kalau guru honorer tidak masuk, sekolah langsung terasa kosong,” ujar seorang kepala sekolah dasar di Jawa Barat.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menggambarkan kondisi nyata pendidikan di lapangan.

Di sejumlah sekolah negeri, jumlah guru ASN belum mampu menutupi kebutuhan belajar siswa. Karena itu, guru non ASN selama ini menjadi penyangga utama agar kegiatan belajar tetap hidup setiap hari.

Kecemasan Guru Honorer Sempat Menguat

Dalam beberapa bulan terakhir, isu penataan tenaga honorer membuat banyak guru diliputi rasa cemas. Di beberapa daerah bahkan sempat muncul kabar pengurangan guru non ASN karena penyesuaian kebijakan anggaran.

Situasi itu membuat ruang guru dipenuhi pertanyaan yang sama.

Apakah mereka masih bisa mengajar tahun depan?

Pertanyaan itu terus muncul, terutama dari guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun.

Ada yang tetap bertahan meski honor terlambat cair. Ada pula yang mengajar sambil mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Karena itu, saat SE Nomor 7 Tahun 2026 terbit, banyak guru langsung saling membagikan informasi tersebut melalui grup percakapan.

Sebagian membaca dengan hati-hati. Sebagian lain hanya menarik napas panjang.

Setidaknya untuk saat ini, mereka masih dibutuhkan.

Pemerintah Daerah Diminta Bergerak Cepat

Dalam surat edarannya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah negeri daerah.

Selain itu, kementerian juga mengacu pada sejumlah aturan seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Guru dan Dosen, serta Peraturan Pemerintah tentang Guru.

Artinya, pemerintah daerah kini memegang peran penting untuk memastikan sekolah tidak kekurangan tenaga pengajar.

Beberapa dinas pendidikan mulai melakukan pendataan ulang kebutuhan guru non ASN di wilayah masing-masing. Langkah itu dinilai penting karena kondisi setiap daerah berbeda.

Di kota besar, persoalannya mungkin distribusi guru.

Namun di wilayah pelosok, masalahnya lebih mendasar: kekurangan tenaga pengajar.

Jika penugasan guru non ASN tidak segera dipastikan, sekolah berpotensi mengalami gangguan pembelajaran menjelang tahun ajaran baru.

Ada Harapan, Meski Belum Sepenuhnya Tenang

Bagi sebagian orang, surat edaran mungkin hanya lembaran administrasi biasa.

Namun bagi banyak guru honorer, kebijakan itu menyangkut ruang kelas, pengabdian, dan keberlanjutan hidup mereka.

Sebab setiap pagi, mereka tetap berdiri di depan papan tulis. Tetap memanggil nama siswa satu per satu. Tetap mengajar meski status mereka belum benar-benar pasti.

Di balik seragam sederhana dan tumpukan buku pelajaran itu, ada ribuan guru non ASN yang masih bertahan menjaga sekolah tetap berjalan.

Dan lewat SE Nomor 7 Tahun 2026, mereka setidaknya mendapat satu pesan penting:

Negara masih melihat keberadaan mereka.

Ketika banyak orang sibuk membahas sistem pendidikan, para guru honorer tetap datang paling pagi ke sekolah — karena bagi mereka, ruang kelas tidak boleh ikut kehilangan harapan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Allah Al-Karim

    Ibnu Athaillah: Mengapa Manusia Selalu Salah Berharap?

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Setiap pagi jutaan orang membuka WhatsApp berharap pesan penting masuk. Sebagian lain mengecek rekening bank, menunggu transfer gaji, atau berkali-kali menyegarkan kotak email demi kabar pekerjaan. Anehnya, hanya sedikit yang membuka hari dengan keyakinan bahwa Allah Al-Karim, Sang Maha Pemurah, telah menyiapkan rezeki terbaik bagi hamba-Nya. Padahal makna Allah Al-Karim mengajarkan bahwa […]

  • longsor Tasikmalaya

    Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Warga Galumpit bergotong royong menangani longsor Tasikmalaya dan memulihkan akses jalan desa. albadarpost.com, HUMANIORA – Longsor di Kabupaten Tasikmalaya yang menutup jalan penghubung Galumpit–Puspahiang pada 4 Desember 2025 membuat aktivitas warga lumpuh dalam sekejap. Jalur utama yang menjadi akses kerja, sekolah, dan distribusi sembako tertimbun tanah basah setelah hujan deras mengguyur perbukitan Sodonghilir. Dampaknya langsung […]

  • Akademi Crypto

    Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Akademi Crypto

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, FOKUS — Nama Timothy Ronald, influencer fintech yang populer di kalangan generasi muda, kini menjadi sorotan publik. Ia dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi kripto yang diduga melibatkan platform edukasi Akademi Crypto. Laporan tersebut menyebutkan kerugian korban mencapai miliaran rupiah. Kasus ini memantik perhatian karena Timothy dikenal luas sebagai figur edukasi […]

  • Proses tradisional cara membuat empek-empek Palembang dengan adonan ikan segar dan kuah cuko khas di dapur sederhana

    Rahasia Empek-Empek Palembang Terbongkar, Ternyata Bukan di Resep

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cara membuat empek-empek sering terdengar sederhana. Namun, bagi banyak orang yang pernah mencoba, hasilnya kerap jauh dari harapan. Empek-empek buatan rumah terasa keras, kurang gurih, atau bahkan kehilangan karakter khasnya. Di Palembang, cerita berbeda justru hidup di dapur-dapur kecil. Dari tangan yang terbiasa mengolah ikan sejak pagi, lahir resep empek-empek Palembang yang […]

  • Kopdes Merah Putih

    Pemerintah Siapkan KDMP Jadi Kanal Penyaluran Bansos

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah mematangkan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai salah satu jalur distribusi kepada masyarakat. Kebijakan ini disiapkan untuk memperluas akses layanan sekaligus memperkuat fungsi koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Informasi tersebut mengemuka dari penjelasan pemerintah yang menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih diproyeksikan […]

  • Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat.

    Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Pamarican Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar upacara seremonial tahunan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026), berubah menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital. Upacara berlangsung khidmat di Lapang Olahraga SMP Negeri 1 Pamarican. Hadir unsur Forkopimcam, […]

expand_less