441 Jamaah Haji Berangkat, Suasana Haru Selimuti Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana haru pelepasan jamaah haji Tasikmalaya di Gedung Dakwah Islamiyah, Selasa (5/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jamaah Haji Tasikmalaya resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Sebanyak 441 orang dari Kloter 20KJT dilepas dalam suasana haru yang tak terbendung, Selasa pagi (5/5/2026). Sejak matahari belum tinggi, keluarga sudah memadati area Gedung Dakwah Islamiyah.
Sebagian berdiri rapat di pinggir jalan. Sebagian lagi duduk sambil menggenggam tas kecil milik orang yang mereka antar. Tidak banyak kata. Hanya pelukan panjang dan doa yang berulang.
Momen Pelepasan yang Penuh Makna
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, hadir langsung melepas rombongan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik.
“Ini perjalanan hati. Jaga kesehatan, jaga kekhusyukan, dan niatkan semua karena Allah,” ucapnya di hadapan para jamaah.
Namun di luar podium, suasana jauh lebih sunyi. Beberapa keluarga tampak menyeka air mata. Seorang ibu terlihat memeluk anaknya yang akan berangkat cukup lama.
“Rasanya campur aduk. Senang, tapi juga berat melepas,” ujar Siti (47), yang mengantar suaminya berangkat haji.
Dari Usia 15 hingga 81 Tahun, Semua Punya Tujuan yang Sama
Data menunjukkan jamaah tahun ini datang dari berbagai generasi. Jamaah tertua berusia 81 tahun, sementara yang termuda baru 15 tahun.
Meski berbeda usia, tujuan mereka sama. Mereka memenuhi panggilan yang sama—menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
Empat petugas haji ikut mendampingi rombongan. Mereka akan membantu jamaah selama perjalanan, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah.
12 Bus Bergerak Menuju Kertajati
Satu per satu, jamaah mulai naik ke dalam bus. Total 12 armada disiapkan untuk mengantar mereka ke Bandara Internasional Jawa Barat.
Suasana sempat riuh saat pintu bus dibuka. Namun begitu kendaraan mulai bergerak, suasana kembali hening.
Beberapa tangan melambai dari dalam kaca. Di luar, keluarga membalas dengan isyarat yang sama. Ada yang tersenyum. Ada juga yang tak kuasa menahan air mata.
Seorang remaja terlihat merekam momen itu dengan ponselnya. “Biar jadi kenangan. Ini momen langka,” katanya singkat.
Lebih dari Sekadar Perjalanan Fisik
Keberangkatan haji selalu menyimpan makna yang lebih dalam. Ini bukan hanya soal perjalanan lintas negara, tetapi juga perjalanan batin.
Para jamaah meninggalkan rutinitas, keluarga, dan kenyamanan. Sebagai gantinya, mereka membawa harapan—agar pulang dengan hati yang lebih bersih.
Di sisi lain, keluarga yang ditinggalkan juga menjalani perjalanan mereka sendiri. Perjalanan menunggu, berdoa, dan berharap.
Arah Baru Kesadaran Spiritual
Fenomena ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar. Kesadaran spiritual masyarakat terus tumbuh.
Selain itu, antusiasme keberangkatan haji setiap tahun menjadi indikator kuat bahwa ibadah ini tetap menjadi prioritas utama dalam kehidupan umat.
Tasikmalaya, sebagai kota religius, kembali mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menjalankan rukun Islam kelima.
Detik-Detik yang Tak Akan Terulang
Ketika bus terakhir perlahan meninggalkan lokasi, suasana mendadak sunyi. Kerumunan mulai bubar. Namun jejak emosi masih tertinggal.
Beberapa orang tetap berdiri, seolah belum siap pulang.
Karena bagi mereka, ini bukan perpisahan biasa.
Di balik 441 langkah yang menjauh dari Tasikmalaya pagi itu, ada ribuan doa yang ikut berangkat—menyusul ke langit, berharap kembali bersama mereka dalam keadaan yang lebih suci. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar