Tasik Open 9 Taekwondo Pecahkan Rekor Peserta, Fasilitas Jadi Sorotan
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara buka secara resmi Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 di GOR Dadaha Kota Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tasik Open 9 Taekwondo kembali menjadi sorotan nasional setelah Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 Taekwondo atau ajang Kyorugi dan Poomsae resmi digelar di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya. Event besar ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur olahraga di daerah tersebut.
Sejak hari pertama, Tasik Open 9 Taekwondo menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain jumlah peserta yang meningkat drastis, cakupan wilayah juga meluas hingga lima provinsi. Kondisi ini mempertegas bahwa Tasikmalaya kini mulai diperhitungkan dalam peta kompetisi taekwondo nasional.
Lonjakan Peserta Tasik Open 9 Taekwondo Tembus 1.250 Atlet
Panitia mencatat sekitar 1.250 atlet ambil bagian dalam Tasik Open 9 Taekwondo. Mereka datang dari berbagai provinsi seperti Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Lonjakan jumlah peserta ini tidak hanya menunjukkan minat tinggi terhadap cabang olahraga taekwondo, tetapi juga memperkuat posisi Tasik Open sebagai ajang bergengsi di tingkat nasional.
Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Barat, Sabeumnim Divie, S.H., M.H., menilai peningkatan ini sebagai perkembangan positif. Ia menegaskan bahwa Tasik Open kini tidak lagi sekadar turnamen regional, tetapi sudah naik kelas menjadi kompetisi berskala nasional.
Menurutnya, perkembangan ini sekaligus menjadi tolok ukur penting bagi atlet lokal. Dengan bertanding melawan peserta dari luar daerah, atlet Tasikmalaya bisa mengukur kualitas sekaligus meningkatkan mental bertanding.
Prestasi Atlet Lokal Dorong Semangat Kompetisi Nasional
Di tengah ketatnya persaingan Tasik Open 9 Taekwondo, kabar membanggakan datang dari atlet Kota Tasikmalaya yang baru saja meraih medali emas di Kejurnas Kalimantan. Capaian ini semakin memperkuat optimisme bahwa daerah ini mampu melahirkan atlet berprestasi di level nasional.
Divie menegaskan bahwa prestasi tersebut harus menjadi pemicu semangat bagi atlet lain. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pembinaan agar prestasi tidak berhenti pada satu titik saja.
Fasilitas GOR Sukapura Jadi Sorotan Kritis
Meski berjalan sukses, pelaksanaan Tasik Open 9 Taekwondo tidak lepas dari sorotan terkait fasilitas. Tingginya jumlah peserta membuat kapasitas GOR Sukapura dinilai belum memadai untuk menampung seluruh kebutuhan pertandingan dan penonton.
Divie secara terbuka menyampaikan harapan agar ke depan Tasikmalaya memiliki gedung olahraga yang lebih representatif. Ia bahkan telah menyampaikan langsung kepada Wakil Wali Kota agar ada perhatian serius terhadap pengembangan infrastruktur olahraga.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Chandra, juga mengakui kondisi tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap keterbatasan fasilitas yang ada saat ini. Menurutnya, kenyamanan atlet dan penonton harus menjadi prioritas dalam pengembangan olahraga daerah.
Harapan Pemerintah: Dukungan Infrastruktur dan Anggaran
Pemerintah Kota Tasikmalaya menilai tantangan terbesar saat ini terletak pada keterbatasan anggaran. Efisiensi di berbagai sektor membuat pembangunan fasilitas baru belum bisa dilakukan secara maksimal.
Namun demikian, Dicky menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat terwujudnya sarana olahraga yang lebih layak.
“Harapan kami jelas, olahraga di Tasikmalaya harus maju. Tapi kami juga perlu dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Tasik Open 9 Taekwondo Dorong Ekonomi dan Sport Tourism
Selain aspek olahraga, Tasik Open 9 Taekwondo juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kehadiran ribuan atlet dan ofisial meningkatkan aktivitas perhotelan, kuliner, hingga transportasi lokal.
Jika dikelola lebih serius, event ini berpotensi menjadi bagian dari sport tourism Jawa Barat. Tasikmalaya bisa memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat citra sebagai kota olahraga yang kompetitif dan ramah event nasional. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar