Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

Pelaku Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Dibekuk, Ini Modusnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya menggemparkan publik setelah Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar aksi pemerasan yang menyasar pedagang rokok di Jalan Raya Mangkubumi. Kelompok ini tidak hanya melakukan penipuan, tetapi juga mengatasnamakan aparat resmi dengan modus yang terstruktur dan berlapis.

Dalam kasus ini, istilah bea cukai palsu Tasikmalaya dan penyergapan pedagang rokok ilegal menjadi sorotan karena pelaku menggunakan atribut resmi palsu untuk menakut-nakuti korban.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa delapan pelaku berhasil diamankan dalam operasi cepat yang dilakukan aparat kepolisian pada Kamis dini hari (30/4/2026). Ia menjelaskan bahwa para pelaku memanfaatkan seragam, rompi, hingga name tag palsu untuk meyakinkan korban bahwa mereka adalah petugas resmi.

Modus Sindikat Bea Cukai Gadungan Tasikmalaya Terungkap Rapi

Kasus ini bermula dari skema yang sudah dirancang dengan matang. Salah satu pelaku berinisial RS terlebih dahulu menyamar sebagai pembeli rokok dalam jumlah besar. Ia kemudian mengatur pertemuan dengan korban, Mochamad Aris Kurniawan, seorang pedagang rokok di wilayah Tasikmalaya.

Begitu korban tiba, kelompok lain langsung bergerak cepat. Lima orang pelaku yang mengenakan atribut bea cukai gadungan Tasikmalaya melakukan penyergapan dan memaksa korban masuk ke dalam dua kendaraan, yakni Toyota Rush dan Avanza.

Di dalam mobil, suasana dibuat menegangkan. Para pelaku mengancam korban akan diproses hukum atas dugaan perdagangan rokok ilegal. Tekanan psikologis tersebut membuat korban panik, sehingga akhirnya menyerahkan sejumlah uang agar dibebaskan.

Setelah uang diterima, korban kemudian diturunkan di area Pool Bus Budiman. Pola ini menunjukkan bahwa sindikat tersebut tidak hanya mengandalkan ancaman, tetapi juga rekayasa situasi yang sistematis.

Polisi Bongkar Jaringan Bea Cukai Palsu di Tasikmalaya

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polresta Tasikmalaya bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, delapan tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

Kapolresta AKBP Andi Purwanto mengungkapkan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda. RS berperan sebagai umpan, sementara AAS, AS, HS, DR, dan T berperan sebagai oknum yang mengaku petugas Bea Cukai. Selain itu, dua orang lainnya berinisial A mengaku sebagai jurnalis dari media tertentu untuk memperkuat tekanan terhadap korban.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa kelompok ini membawa barang-barang pendukung untuk memperkuat penyamaran, termasuk rompi customs dan kartu identitas palsu.

Barang Bukti Ungkap Jaringan Lebih Kompleks

Dalam pengungkapan kasus sindikat Bea Cukai gadungan Tasikmalaya, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan. Di antaranya dua unit mobil dengan nomor polisi palsu, rompi Bea Cukai, name tag instansi, kartu identitas organisasi, hingga surat tugas palsu.

Selain itu, ditemukan juga delapan unit ponsel, kartu ATM, serta atribut dari beberapa organisasi yang digunakan untuk memperkuat penyamaran. Bahkan, aparat juga menemukan satu paket sabu beserta alat hisapnya yang semakin memperluas dugaan keterlibatan jaringan ini dalam tindak pidana lain.

Temuan ini memperlihatkan bahwa sindikat tersebut tidak hanya fokus pada pemerasan, tetapi juga berpotensi terlibat dalam aktivitas ilegal lainnya.

Ancaman Hukuman Berat Menanti Pelaku

Para tersangka kini harus menghadapi jerat hukum berdasarkan Pasal 492 dan/atau 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal mencapai sembilan tahun penjara.

Polisi menegaskan bahwa penggunaan atribut resmi palsu menjadi faktor pemberat dalam kasus ini. Selain merugikan korban secara materi, aksi tersebut juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Semua atribut palsu digunakan untuk menipu. Namun akhirnya berhasil kami ungkap,” tegas AKBP Andi Purwanto. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Sukarame

    Polsek Sukarame Rayakan HUT Bhayangkara dengan Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polsek Sukarame memperingati Hari Bhayangkara ke-80 melalui rangkaian kegiatan sosial dan syukuran yang berlangsung di Mapolsek Sukarame, Senin (6/7/2026). Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui santunan anak yatim serta syukuran kenaikan pangkat personel. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB itu dihadiri seluruh […]

  • Tower Roboh Banjar

    Tower Ambruk Banjar, BPKPD Tegaskan Bukan Aset Pemkot

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tower roboh Banjar yang menewaskan dua pekerja di Komplek Perkantoran Purwaharja memunculkan perhatian publik terkait status kepemilikan bangunan tersebut. Menanggapi peristiwa itu, BPKPD Kota Banjar menegaskan bahwa tower ambruk Banjar tersebut bukan lagi aset milik Pemerintah Kota Banjar karena telah dijual melalui proses lelang resmi pada 2025. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan […]

  • Hidangan takjil Uzbekistan berupa non, plov, dan shurpa tersaji di meja berbuka puasa khas Jalur Sutra.

    Takjil Uzbekistan, Warisan Jalur Sutra yang Unik

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Takjil Uzbekistan memiliki daya tarik tersendiri karena lahir dari pertemuan budaya di Jalur Sutra. Tradisi buka puasa Uzbekistan atau hidangan takjil khas Uzbekistan tidak hanya menghadirkan kurma dan roti, tetapi juga mencerminkan jejak perdagangan lintas benua. Sejak abad ke-2 SM, Jalur Sutra menghubungkan Asia Timur, Asia Tengah, hingga Timur Tengah, sehingga […]

  • takdir Allah

    Takdir Allah Menentukan Ikhtiar, Ulama Ingatkan Batas Kehendak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Takdir Allah SWT membatasi kehendak manusia. Ulama menegaskan ikhtiar wajib, hasil tetap ditentukan Tuhan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Keyakinan bahwa manusia bebas menentukan nasibnya kembali ditegaskan memiliki batas. Ulama mengingatkan, sekuat apa pun ikhtiar dilakukan, hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan takdir Allah Swt. Pemahaman ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak pada ambisi berlebihan yang […]

  • OTT KPK

    OTT KPK Kembali, Mengapa Korupsi Daerah Tak Berhenti?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Satu konferensi pers selesai. Kamera televisi dimatikan. Namun, satu pertanyaan justru semakin keras terdengar di ruang publik: mengapa OTT KPK terhadap kepala daerah masih terus berulang? Belakangan ini, KPK kembali mengumumkan operasi tangkap tangan dalam perkara yang melibatkan seorang kepala daerah. Proses hukum masih berjalan, sementara seluruh pihak tetap berhak atas asas […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Doa Memohon Ampunan: Diam-Diam Mengubah Hidup

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup terasa berat, hati gelisah, dan doa seperti belum menemukan jawaban? Bisa jadi, ada satu amalan yang sering terlewat: doa ampunan. Doa memohon ampunan, istighfar, dan permohonan penghapus dosa bukan sekadar ritual, melainkan kunci untuk membuka ketenangan dan keberkahan hidup. Banyak orang mencari doa ampunan dosa saat menghadapi masalah. Namun, […]

expand_less