Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tidak semua mahasiswa datang ke kampus hanya membawa buku dan mimpi.

Sebagian membawa kecemasan.

Sebagian lain membawa rasa takut untuk dianggap berbeda, takut dibully, atau takut suaranya tidak didengar ketika mengalami kekerasan.

Karena itu, ketika Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT pada Rabu (28/4/2026), langkah tersebut terasa lebih dari sekadar agenda kampus biasa.

Ada pesan yang ingin disampaikan:

Bahwa kampus seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siapa pun yang datang untuk belajar.

Aula Kampus Itu Dipenuhi Percakapan Tentang Rasa Aman

Peluncuran Satgas PPKPT berlangsung di aula kampus bersamaan dengan seminar edukasi.

Namun suasananya terasa berbeda dibanding seminar formal kebanyakan.

Mahasiswa duduk berdampingan dengan pelajar SMA dan guru kesiswaan dari Kota serta Kabupaten Tasikmalaya.

Tidak ada jarak yang terlalu kaku.

Semua datang dengan satu keresahan yang sama:
tentang meningkatnya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Di depan ruangan, para pemateri berbicara soal pelecehan, bullying, hingga pentingnya keberanian untuk melapor.

Topik yang dulu sering dianggap tabu kini dibicarakan terbuka.

Dan itu penting.

Sebab banyak korban selama ini memilih diam.

Bukan karena mereka tidak ingin bicara, tetapi karena takut tidak dipercaya.

Kampus Tidak Cukup Hanya Menghasilkan Lulusan Pintar

Rektor Unitas, Ade Zaenul Mutaqin, menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang tumbuh yang aman bagi mahasiswa.

“Kami ingin kampus jadi ruang tumbuh yang aman. Mahasiswa harus paham haknya, tahu batasannya, dan berani mencegah perundungan,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun di tengah banyaknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, pernyataan tersebut terasa sangat penting.

Sebab kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai tinggi.

Kampus juga harus melahirkan manusia yang sehat mental, berani bersuara, dan saling menghargai.

Data Kekerasan Itu Nyata, Bukan Sekadar Angka

Dalam seminar tersebut, data kasus kekerasan dari UPTD PPA Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dipaparkan di hadapan peserta.

Dan angkanya tidak kecil.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya, Carmono, menyebut sepanjang 2025 terdapat 114 kasus kekerasan yang ditangani.

Mayoritas berkaitan dengan pelecehan dan pencabulan anak.

Sementara hingga April 2026, sudah ada 35 kasus yang masuk penanganan.

Di Kota Tasikmalaya, situasinya juga menjadi perhatian.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2026 saja, tercatat 49 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Angka-angka itu membuat ruangan seminar sempat terasa sunyi.

Karena tiba-tiba semua orang sadar:
persoalan ini bukan sesuatu yang jauh.

Satgas PPKPT Akan Jadi Tempat Aman untuk Bersuara

Epi Mulyana menjelaskan bahwa Satgas PPKPT memiliki tiga fungsi utama:
deteksi dini, edukasi, dan pencegahan tindakan kekerasan maupun asusila di lingkungan kampus.

Namun lebih dari itu, satgas diharapkan menjadi ruang aman bagi korban.

Tempat di mana mahasiswa bisa bicara tanpa takut dihakimi.

“Kampus yang aman melahirkan generasi yang sehat mental dan sosial,” ujarnya.

Dan mungkin, kalimat itulah yang paling menggambarkan alasan mengapa satgas ini akhirnya dibentuk.

Kampus Aman Tidak Bisa Lagi Ditunda

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana, juga menilai pembentukan satgas sangat penting.

Menurutnya, keberadaan satgas di setiap fakultas akan membantu penanganan kasus lebih cepat dan terarah.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan kekerasan bukan lagi isu kecil yang bisa dianggap sepele.

Semua pihak mulai sadar:
lingkungan pendidikan membutuhkan sistem perlindungan yang nyata.

Dan Unitas mencoba memulainya dari sekarang.

Ada Harapan Baru di Dalam Kampus Itu

Sore mulai turun ketika seminar berakhir.

Mahasiswa perlahan meninggalkan aula sambil membawa banyak pikiran baru.

Mungkin tidak semua perubahan akan langsung terasa hari ini.

Namun setidaknya, kampus itu sudah memulai satu langkah penting.

Langkah untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya datang ke kampus demi mengejar ijazah.

Tetapi juga untuk merasa aman menjadi dirinya sendiri.

Karena pendidikan yang baik bukan cuma soal siapa yang paling pintar.

Pendidikan yang baik adalah ketika seseorang bisa belajar tanpa rasa takut. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pengadaan lahan Whoosh

    KPK Telusuri Modus Pengadaan Lahan Whoosh yang Rugikan Negara

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KPK menyelidiki dugaan penjualan ulang aset negara dalam pengadaan lahan Whoosh dan potensi kerugian negara. albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan Whoosh, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang dikerjakan pemerintah bersama konsorsium BUMN. Lembaga antirasuah menemukan indikasi bahwa negara membeli kembali tanah yang seharusnya masih berstatus milik negara. Jika […]

  • cara lapor gratifikasi terbaru

    Batas Nilai Lapor Gratifikasi 2026: Antara Pencegahan dan Adaptasi Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengubah peta aturan gratifikasi. Melalui regulasi terbaru tahun 2026, KPK menaikkan batas nilai gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan. Keputusan ini langsung menyedot perhatian publik, terutama aparatur sipil negara (ASN) dan penyelenggara negara. Di balik penyesuaian tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: apakah kenaikan batas ini murni adaptasi […]

  • Kolaborasi PKK

    Bupati Tasikmalaya Dorong Kolaborasi PKK untuk Perkuat Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya dorong kolaborasi PKK untuk perkuat program pembangunan berbasis kebutuhan warga. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan pentingnya kolaborasi PKK sebagai motor penggerak program pembangunan berbasis masyarakat. Pesan itu disampaikan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat menghadiri puncak peringatan HKG PKK Ke-53 di Islamic Center Tasikmalaya, Rabu, 3 Desember 2025. Acara yang mengangkat […]

  • Ilustrasi sepiring nasi hangat di meja makan keluarga sebagai simbol cinta dalam sepiring nasi untuk suami dan anak.

    Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cinta dalam Sepiring Nasi bukan sekadar ungkapan puitis. Frasa ini menggambarkan bagaimana masakan menjadi bahasa cinta keluarga, sekaligus bentuk kasih sayang paling nyata untuk suami dan anak. Melalui sepiring nasi hangat, seorang istri dan ibu menyampaikan perhatian, doa, dan pengorbanan tanpa banyak kata. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, dapur […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

  • Ganti paspor Malaysia Singapura

    Ganti Paspor Malaysia–Singapura, Migrasi Regional Menguat

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Puluhan ribu WN Malaysia ganti paspor ke Singapura, didorong peluang ekonomi dan ikatan keluarga lintas negara. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Fenomena ganti paspor Malaysia Singapura dalam jumlah besar mencuat sebagai sinyal kuat perubahan arah migrasi di Asia Tenggara. Data resmi menunjukkan lebih dari 57 ribu warga negara Malaysia melepaskan kewarganegaraannya dan beralih menjadi warga negara […]

expand_less