Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Loreng, Seragam Polisi, dan Batik Berbaur di Mapolres Tasikmalaya

Loreng, Seragam Polisi, dan Batik Berbaur di Mapolres Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/4/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya sudah dipenuhi berbagai warna seragam. Ada loreng milik prajurit TNI, cokelat khas kepolisian, hingga batik yang dikenakan para ASN.

Namun pagi itu bukan tentang barisan formal atau upacara penuh protokol. Suasananya justru terasa santai dan hangat.

Dalam peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedunia atau Hari K3, jajaran TNI, Polri, dan instansi pemerintah di Tasikmalaya memilih mempererat kebersamaan lewat olahraga bersama.

Sesekali terdengar tawa kecil di tengah kerumunan peserta. Beberapa anggota terlihat saling menyapa sambil bercanda ringan. Tidak ada jarak yang biasanya terasa saat kegiatan resmi berlangsung.

Jalan Santai Jadi Ruang Obrolan Tanpa Formalitas

Tepat sekitar pukul 06.30 WIB, kegiatan dimulai dengan jalan santai sejauh tiga kilometer mengelilingi kawasan Mangunreja.

Langkah demi langkah berjalan santai. Para peserta tampak menikmati suasana pagi sambil berbincang di sepanjang rute. Pejabat daerah berjalan berdampingan dengan anggota TNI dan personel kepolisian. Tidak terlihat sekat pangkat maupun jabatan.

Momen seperti itu jarang terlihat dalam rutinitas harian mereka.

Di beberapa titik, peserta tampak melambat hanya untuk melanjutkan obrolan ringan. Ada yang membahas pekerjaan, ada juga yang sekadar bercanda soal stamina pagi hari.

Wakapolres Tasikmalaya Kompol Sukmawijaya yang hadir mewakili Kapolres AKBP Wahyu Prista Utama mengatakan kegiatan tersebut memang sengaja dibuat santai agar komunikasi antarinstansi terasa lebih cair.

“Kalau kita sudah cair di lapangan, koordinasi tugas negara pasti lebih solid dan harmonis,” ujarnya.

Kalimat itu terasa sederhana, tetapi suasana pagi tersebut memang memperlihatkan hal yang dimaksud.

Lapangan Hitam Mendadak Penuh Energi

Setelah jalan santai selesai, peserta kembali berkumpul di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya. Musik mulai terdengar dari pengeras suara. Suasana yang awalnya tenang perlahan berubah lebih hidup.

Senam pagi bersama pun dimulai.

Barisan peserta bergerak mengikuti irama musik dengan santai. Ada yang terlihat sangat bersemangat, ada pula yang sesekali tertawa saat gerakan senam berubah lebih cepat.

Meski sederhana, suasana seperti itu justru menciptakan kedekatan yang tidak selalu muncul dalam forum resmi.

Seragam loreng, pakaian dinas polisi, dan batik ASN bergerak dalam ritme yang sama. Pemandangan itu menjadi simbol kecil tentang pentingnya kerja sama antarinstansi.

Di sisi lapangan, beberapa peserta tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berbincang lebih lama setelah senam selesai. Tidak sedikit yang mengabadikan suasana lewat telepon genggam mereka.

Banyak Pejabat dan Unsur TNI Hadir

Kegiatan Hari K3 Sedunia di Tasikmalaya juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI.

Turut hadir Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya, perwakilan Ketua DPRD, perwakilan Danbrigif Raider 13/Galuh Rahayu, perwakilan Dandim 0612/Tasikmalaya, hingga perwakilan Danlanud Wiriadinata.

Meski dihadiri banyak pejabat, suasana acara tetap terasa santai. Itulah yang membuat kegiatan tersebut terlihat berbeda dibanding agenda formal kebanyakan.

Hari K3 kali ini tidak hanya berbicara soal kesehatan dan keselamatan kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarlembaga lewat cara yang sederhana.

Dari Olahraga, Sinergi Dibangun

Kegiatan olahraga bersama mungkin terlihat ringan. Namun di balik suasana santai itu, ada pesan penting yang ingin dibangun.

Koordinasi antarlembaga tidak selalu harus lahir dari rapat panjang atau forum resmi. Kadang, hubungan yang kuat justru tumbuh dari obrolan singkat saat berjalan santai atau tawa kecil di sela kegiatan bersama.

Karena itu, Hari K3 di Mapolres Tasikmalaya terasa lebih hangat dibanding sekadar agenda seremonial tahunan.

Pagi itu, mereka tidak hanya berkeringat bersama. Mereka juga memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kekompakan yang dibangun dari hubungan antarmanusia yang baik.

Dan di tengah langkah santai sejauh tiga kilometer itu, kebersamaan terlihat tumbuh tanpa perlu banyak kata. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kopi warga binaan

    Lapas Tasikmalaya Cetak Barista, Kopinya Bersaing dengan Kafe

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi warga binaan dari Lapas Klas IIB Tasikmalaya kini mencuri perhatian. Produk yang juga dikenal sebagai kopi narapidana dan kopi hasil pembinaan lapas ini tidak hanya dikonsumsi internal, tetapi sudah menembus pasar luar, termasuk hotel di Tasikmalaya. Fenomena ini muncul dari program Giat Bina Mandiri yang dijalankan secara serius. Program tersebut […]

  • perjalanan akhirat

    Lengkap dengan Dalil! Ini Urutan Perjalanan Akhirat yang Jarang Dipahami

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami perjalanan akhirat hanya sebagai pilihan akhir: surga atau neraka. Padahal, perjalanan akhirat, fase setelah kematian, dan kehidupan setelah mati memiliki tahapan panjang yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Menariknya, dalil-dalil ini sebenarnya sangat jelas. Namun, sering kali kita melewatkannya begitu saja. 1. Alam Kubur: Awal Kehidupan Setelah Mati Segalanya […]

  • kesombongan tauhid

    Mengapa Kesombongan Bisa Merusak Tauhid Seseorang

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesombongan tauhid sering kali muncul secara halus, bahkan tanpa disadari oleh seseorang. Sikap sombong dalam iman, keangkuhan spiritual, dan merasa lebih suci dibanding orang lain menjadi pintu yang merusak kemurnian tauhid. Padahal, tauhid menuntut ketundukan total kepada Allah, bukan pengagungan diri sendiri. Lebih dari itu, kesombongan bukan sekadar akhlak buruk. Ia adalah […]

  • vendor

    Vendor dan Calon Pengantin Jadi Korban WO Garut

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus dugaan penipuan jasa layanan pernikahan kembali mencuat. Kali ini, sebuah wedding organizer (WO) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menipu puluhan calon pengantin dan vendor pernikahan. Total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Para korban berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari calon pengantin hingga vendor […]

  • insest tasikmalaya

    Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman Bagi Anak

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti insest Tasikmalaya: kejahatan keluarga, kelalaian negara, dan ancaman sosial bagi anak. Ketika Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman albadarpost.com, EDITORIAL – Polisi Kota Tasikmalaya menangkap seorang pria berinisial DT (41), warga Kecamatan Indihiang, setelah terungkap ia memperkosa anak kandungnya selama bertahun-tahun. Kejahatan ini terdeteksi bukan karena keberanian aparat atau sistem perlindungan sosial, […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

expand_less