Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » KPK Telusuri Mekanisme Suap Sekda Ponorogo

KPK Telusuri Mekanisme Suap Sekda Ponorogo

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KPK mendalami dugaan suap jabatan Ponorogo yang melibatkan Sekda, bupati, dan pejabat RSUD.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Dugaan praktik suap jabatan Ponorogo kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat tersangka dalam kasus yang menyeret pejabat kunci di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Penyelidikan yang kini memasuki tahap pendalaman diarahkan untuk memeriksa pola relasi kuasa, alur transaksi, dan bagaimana posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, dapat bertahan dalam jabatan strategis itu selama lebih dari satu dekade.

KPK menduga ada keteraturan pola yang memungkinkan pejabat tertentu mempertahankan posisi tanpa evaluasi objektif. Hal inilah yang mendorong lembaga antirasuah menelusuri lebih jauh potensi keterlibatan aktor lain, termasuk kepala daerah yang menjabat selama periode waktu bersinggungan dengan masa jabatan Agus Pramono.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa penyidik kini memeriksa kemungkinan adanya aliran suap yang tidak hanya diterima Sekda, tetapi juga diduga mengalir ke bupati. Menurut Asep, dugaan praktik transaksional itulah yang memungkinkan jabatan strategis di daerah dipertahankan tanpa mekanisme meritokrasi yang seharusnya berlaku dalam birokrasi pemerintahan.


Pendalaman KPK terhadap Alur Suap dan Pola Kekuasaan

Dalam penjelasannya, Asep menyebut bahwa suap jabatan Ponorogo melibatkan alur yang relatif seragam: pemberian dari kepala dinas kepada Sekda, dan potensi pembagian lebih lanjut kepada bupati. Skema ini, jika terbukti, memperlihatkan adanya mata rantai transaksi yang sistemik dalam pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

Menurut KPK, Agus Pramono diduga memainkan peran perantara dalam pengurusan jabatan sebelum pemberi keputusan akhir ada di tangan Bupati Sugiri Sancoko. Asep menggambarkan alurnya sebagai “Sekda dulu, baru bupati”, menunjukkan bahwa peran Sekda tidak berhenti pada penerimaan suap, melainkan menjadi pintu masuk transaksi sebelum keputusan final dikeluarkan.

Meski demikian, KPK menegaskan bahwa penetapan Agus Pramono sebagai tersangka baru sebatas pada dugaan penerimaan suap, belum pada dugaan pemberian. Penegasan ini penting untuk menjaga batas objektivitas selama proses penyidikan terus berjalan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.

Di saat bersamaan, KPK juga memeriksa bagaimana praktik serupa terjadi di instalasi lain, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo. Dalam klaster kedua, dugaan suap berkaitan dengan proyek pekerjaan RSUD memperlihatkan pola yang berbeda, dengan aliran suap dari pihak swasta kepada pejabat rumah sakit dan kepala daerah.


Tiga Klaster Suap dan Aktor yang Terlibat

Dalam pengumuman resmi pada 9 November 2025, KPK menetapkan empat tersangka: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Ponorogo Agus Pramono, Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, dan seorang pihak swasta, Sucipto.

KPK membagi dugaan suap menjadi tiga klaster utama.

Pertama, klaster dugaan suap pengurusan jabatan, dengan penerima Sugiri dan Agus Pramono, serta Yunus sebagai pemberi. Pola ini menunjukkan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo tidak berjalan melalui mekanisme profesional berbasis kinerja, tetapi ditengarai melalui transaksi uang.

Kedua, klaster dugaan suap proyek pekerjaan RSUD, di mana Sugiri dan Yunus diduga menerima aliran dana dari Sucipto selaku rekanan. Proyek kesehatan yang seharusnya dibangun untuk kepentingan publik berubah menjadi ruang transaksi kepentingan, memperlihatkan lemahnya tata kelola rumah sakit daerah.

Baca juga: OTT KPK Ponorogo Kembali Jerat Pejabat Daerah

Ketiga, klaster dugaan gratifikasi, sepenuhnya diarahkan kepada Bupati Sugiri sebagai penerima. Dalam klaster ini, Yunus kembali muncul sebagai pemberi. Pola yang berulang memperkuat dugaan bahwa transaksi di Pemkab Ponorogo tidak terjadi secara insidental, melainkan terstruktur.

Penyidikan atas ketiga klaster ini memperlihatkan rangkaian hubungan yang saling terkait. KPK menelusuri bagaimana satu aktor dapat muncul di beberapa klaster, yang menunjukkan adanya sentralisasi kontrol pada posisi tertentu, terutama dalam jabatan strategis kepemerintahan.


Sinyal Kelemahan Tata Kelola dan Pentingnya Reformasi Birokrasi

Kasus suap jabatan Ponorogo membuka kembali diskusi mengenai lemahnya seleksi jabatan di pemerintah daerah. Ketika jabatan strategis hanya bergantung pada transaksi, bukan pada parameter kompetensi, maka kualitas layanan publik berada dalam risiko.

Dalam konteks ini, pertanyaan utama albadarpost.com adalah: mengapa seorang Sekda dapat bertahan 12 tahun di posisi yang semestinya dievaluasi secara periodik? Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari pendalaman KPK.

Mekanisme mutasi, promosi, dan rotasi jabatan di daerah kerap menjadi pintu masuk praktik transaksional. Struktur birokrasi yang seharusnya menjamin profesionalisme justru membuka ruang transaksi karena minimnya transparansi dan pengawasan. Ponorogo menjadi salah satu contoh daerah yang kini harus memikirkan ulang pendekatan pengelolaan jabatan publik.

Penyidikan suap jabatan Ponorogo menyoroti lemahnya tata kelola jabatan di daerah dan kebutuhan reformasi yang lebih transparan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nabi Idris

    Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Tidak ada gemuruh manusia, tidak ada hiruk-pikuk dunia. Dalam kesunyian itu, Nabi Idris berdiri, menengadahkan tangan, dan tenggelam dalam doa panjang. Kisah Nabi Idris, yang sering terlupakan, justru menyimpan rahasia besar tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Tuhan. Banyak orang mengenal nabi-nabi besar dengan kisah heroik. Namun, perjalanan Nabi […]

  • Iman Islam Ihsan

    Tiga Fondasi Etika Publik Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Iman Islam Ihsan membentuk fondasi moral umat, memengaruhi perilaku sosial, ibadah, dan etika publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah meningkatnya krisis kepercayaan publik, konflik sosial, dan banalitas ibadah yang kerap terjebak rutinitas, konsep Iman Islam Ihsan kembali mengemuka sebagai fondasi etika umat. Tiga pilar ini bukan sekadar istilah teologis, melainkan kerangka nilai yang menentukan arah […]

  • kinerja ASN

    Sekda Pimpin Apel dan Penyerahan Satyalencana Karya Satya di Ciamis

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis serahkan Satyalencana Karya Satya kepada 20 PNS sebagai dorongan etos kerja dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penyerahan Satyalencana Karya Satya kepada 20 Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Ciamis tidak hanya mencerminkan apresiasi atas masa kerja, tetapi juga membuka ruang evaluasi atas kinerja ASN dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik. Di tengah […]

  • Kapolres Cup Kicau Mania

    Kapolres Cup Kicau Mania Sedot Peserta Lintas Kota

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kapolres Cup Kicau Mania menjadi magnet bagi para pencinta burung berkicau dari berbagai daerah. Ajang Kicau Mania Tasikmalaya yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 itu tidak hanya dipadati peserta lokal, tetapi juga menarik perhatian penghobi burung dari Bandung, Cilacap, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga Garut. Sejak pagi buta, arena gantangan sudah […]

  • layanan inklusif BSI

    BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BSI memperluas layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus memperluas layanan inklusif BSI bagi penyandang disabilitas. Kebijakan ini penting karena akses layanan keuangan masih belum sepenuhnya ramah bagi kelompok rentan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perseroan membuka kesempatan […]

  • Pinjol Ilegal

    OJK Tasikmalaya Warning Babinsa: Jangan Tergoda Pinjol Ilegal

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pinjol ilegal kembali menjadi perhatian serius di Tasikmalaya. Kali ini, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tasikmalaya memberikan peringatan langsung kepada ratusan Babinsa jajaran Kodim 0612 Tasikmalaya terkait bahaya pinjaman online ilegal yang semakin marak dan meresahkan masyarakat. Peringatan tersebut disampaikan Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, saat kegiatan sosialisasi literasi keuangan […]

expand_less