Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia.

Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan.
Melainkan, apakah manusia modern masih punya ruang untuk mendengarkan hatinya sendiri?

Saat Dunia Ramai, Hati Justru Sepi

Hari ini, segalanya bergerak cepat. Notifikasi datang tanpa jeda. Target terus bertambah. Media sosial menampilkan kehidupan yang tampak sempurna.

Namun di balik itu, banyak orang diam-diam merasa lelah.

Ada yang terlihat berhasil, tetapi tidak tenang.
Ada yang sibuk setiap hari, tetapi kehilangan arah.

Dalam kondisi seperti ini, tasawuf modern tidak menawarkan jawaban instan. Tasawuf justru mengajak manusia berhenti sejenak. Bukan berhenti dari aktivitas, tetapi berhenti dari keterikatan yang berlebihan.

Tasawuf: Membersihkan Hati, Bukan Menjauh dari Dunia

Ulama besar seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa inti tasawuf adalah penyucian hati. Bukan meninggalkan dunia, tetapi menempatkan dunia pada posisi yang semestinya.

Tasawuf mengajarkan:

  • bekerja tanpa diperbudak ambisi
  • memiliki tanpa dikuasai keinginan
  • hidup di dunia tanpa melupakan akhirat

Karena itu, tasawuf modern justru sangat dekat dengan realitas hari ini. Ia tidak mengajak lari, tetapi mengajak sadar.

Dalil: Ketika Ketenangan Tidak Ditemukan di Luar

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Alaa bidzikrillahi tathmainnul qulub”
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sederhana, tetapi dalam. Manusia sering mencari ketenangan di luar dirinya. Padahal, ketenangan justru tumbuh dari dalam.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hati menjadi pusat segalanya. Ketika hati tenang, hidup ikut tertata.

Tasawuf di Era Modern: Jalan Sunyi di Tengah Kebisingan

Tasawuf modern hadir sebagai jalan sunyi di tengah dunia yang bising. Ia tidak ramai, tetapi dalam.

Banyak orang mulai memahami bahwa:

  • dzikir bukan sekadar ritual, tetapi kebutuhan
  • muhasabah bukan kelemahan, tetapi kekuatan
  • kesederhanaan bukan kekurangan, tetapi kebebasan

Seorang pekerja bisa tetap sibuk tanpa kehilangan ketenangan. Seorang pebisnis bisa tetap berkembang tanpa kehilangan nilai. Bahkan di tengah hiruk-pikuk kota, seseorang tetap bisa menjaga hatinya.

Itulah tasawuf.

Mengapa Tasawuf Kembali Dicari?

Fenomena ini tidak muncul tanpa sebab. Ketika dunia menawarkan banyak hal, manusia justru kehilangan makna.

Karena itu, tasawuf modern kembali hadir sebagai jawaban.

Bukan karena tren.
Tetapi karena kebutuhan jiwa.

Manusia tidak hanya butuh pencapaian.
Manusia juga butuh ketenangan.

Bukan Tentang Menjadi Sempurna, Tapi Menjadi Sadar

Tasawuf tidak menuntut kesempurnaan. Tasawuf mengajarkan kesadaran.

Sadar bahwa hidup tidak hanya soal hasil.
>Sadar bahwa hati perlu dijaga.
>Sadar bahwa dunia tidak selalu harus dimenangkan.

Dan dari kesadaran itu, perlahan lahir ketenangan.

Tasawuf modern tidak mengubah dunia di luar.
Tasawuf mengubah cara manusia melihat dunia.

Ketika hati menjadi tenang,
hidup yang sama terasa berbeda. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al-Hikam Syeikh Athaillah

    Syeikh Athaillah: Kesalahan Terbesar Manusia Saat Mencari Allah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak orang mengira iman baru akan tumbuh setelah semua pertanyaan tentang Tuhan berhasil dijawab. Mereka sibuk mengumpulkan bukti, membaca teori, mengamati alam semesta, bahkan mengikuti perdebatan panjang tentang keberadaan Sang Pencipta. Namun, Al-Hikam Syeikh Athaillah justru membalik cara berpikir itu. Menurut ulama besar dalam dunia tasawuf ini, persoalan terbesar manusia bukan kekurangan […]

  • BSPS Tasikmalaya

    Kuota BSPS Terbatas, Mengapa Tak Semua Warga Tasikmalaya Dapat?

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – BSPS Tasikmalaya menjadi salah satu harapan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, sehat, dan aman. Namun, satu pertanyaan tetap penting: mengapa tidak semua warga yang membutuhkan otomatis mendapatkan bantuan? Jawabannya […]

  • Hari Anak Nasional

    Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III Siliwangi justru memilih langkah yang lebih berani dengan menggelar kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa henti pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut bahkan […]

  • keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan

    Banyak Orang Menyesal, Inilah Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang menyadari keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan. Padahal, fase terakhir bulan suci ini menyimpan kesempatan besar yang bisa mengubah kehidupan seorang muslim. Pada malam-malam inilah terdapat Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, banyak ulama menekankan pentingnya memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan […]

  • Pembacokan mantan istri Bogor

    Emosi Lama Meledak, Pasutri Dibacok Mantan Suami di Bogor

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kasus pembacokan mantan istri di Bogor mengungkap konflik emosional lama yang berujung tindak pidana berat. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus pembacokan mantan istri Bogor kembali menyorot persoalan konflik rumah tangga yang tidak tuntas dan berujung pada tindak pidana berat. Insiden ini terjadi di Kabupaten Bogor dan melibatkan seorang pria yang menyerang mantan istrinya beserta suami baru […]

  • APBD Kota Tasikmalaya 2025

    APBD Kota Tasikmalaya 2025 Didominasi Dana Transfer, Ini Rincian Data Resmi BPS

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pendapatan Pemerintah Kota Tasikmalaya pada 2025 tercatat mencapai Rp1,708 triliun, sedangkan realisasi belanja daerah sebesar sekitar Rp1,692 triliun. Informasi tersebut tercantum dalam publikasi Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa angka-angka […]

expand_less