Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia.

Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan.
Melainkan, apakah manusia modern masih punya ruang untuk mendengarkan hatinya sendiri?

Saat Dunia Ramai, Hati Justru Sepi

Hari ini, segalanya bergerak cepat. Notifikasi datang tanpa jeda. Target terus bertambah. Media sosial menampilkan kehidupan yang tampak sempurna.

Namun di balik itu, banyak orang diam-diam merasa lelah.

Ada yang terlihat berhasil, tetapi tidak tenang.
Ada yang sibuk setiap hari, tetapi kehilangan arah.

Dalam kondisi seperti ini, tasawuf modern tidak menawarkan jawaban instan. Tasawuf justru mengajak manusia berhenti sejenak. Bukan berhenti dari aktivitas, tetapi berhenti dari keterikatan yang berlebihan.

Tasawuf: Membersihkan Hati, Bukan Menjauh dari Dunia

Ulama besar seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa inti tasawuf adalah penyucian hati. Bukan meninggalkan dunia, tetapi menempatkan dunia pada posisi yang semestinya.

Tasawuf mengajarkan:

  • bekerja tanpa diperbudak ambisi
  • memiliki tanpa dikuasai keinginan
  • hidup di dunia tanpa melupakan akhirat

Karena itu, tasawuf modern justru sangat dekat dengan realitas hari ini. Ia tidak mengajak lari, tetapi mengajak sadar.

Dalil: Ketika Ketenangan Tidak Ditemukan di Luar

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Alaa bidzikrillahi tathmainnul qulub”
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sederhana, tetapi dalam. Manusia sering mencari ketenangan di luar dirinya. Padahal, ketenangan justru tumbuh dari dalam.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hati menjadi pusat segalanya. Ketika hati tenang, hidup ikut tertata.

Tasawuf di Era Modern: Jalan Sunyi di Tengah Kebisingan

Tasawuf modern hadir sebagai jalan sunyi di tengah dunia yang bising. Ia tidak ramai, tetapi dalam.

Banyak orang mulai memahami bahwa:

  • dzikir bukan sekadar ritual, tetapi kebutuhan
  • muhasabah bukan kelemahan, tetapi kekuatan
  • kesederhanaan bukan kekurangan, tetapi kebebasan

Seorang pekerja bisa tetap sibuk tanpa kehilangan ketenangan. Seorang pebisnis bisa tetap berkembang tanpa kehilangan nilai. Bahkan di tengah hiruk-pikuk kota, seseorang tetap bisa menjaga hatinya.

Itulah tasawuf.

Mengapa Tasawuf Kembali Dicari?

Fenomena ini tidak muncul tanpa sebab. Ketika dunia menawarkan banyak hal, manusia justru kehilangan makna.

Karena itu, tasawuf modern kembali hadir sebagai jawaban.

Bukan karena tren.
Tetapi karena kebutuhan jiwa.

Manusia tidak hanya butuh pencapaian.
Manusia juga butuh ketenangan.

Bukan Tentang Menjadi Sempurna, Tapi Menjadi Sadar

Tasawuf tidak menuntut kesempurnaan. Tasawuf mengajarkan kesadaran.

Sadar bahwa hidup tidak hanya soal hasil.
>Sadar bahwa hati perlu dijaga.
>Sadar bahwa dunia tidak selalu harus dimenangkan.

Dan dari kesadaran itu, perlahan lahir ketenangan.

Tasawuf modern tidak mengubah dunia di luar.
Tasawuf mengubah cara manusia melihat dunia.

Ketika hati menjadi tenang,
hidup yang sama terasa berbeda. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • ilustrasi seseorang berdoa dalam keadaan terpaksa dan rendah diri

    Rahasia Doa Mustajab yang Sering Kita Lupakan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Doa orang terpaksa sering disebut sebagai doa mustajab. Doa dalam keadaan mudhtor, doa ketika merasa tidak berdaya, justru lebih cepat menembus langit. Namun ironisnya, kita sering baru khusyuk saat benar-benar terpojok. Kita rajin merancang masa depan, tetapi lalai merancang ketundukan. Kita sibuk mengatur strategi, namun enggan mengakui kelemahan. Padahal, sejak lama para […]

  • Kolak pisang santan legit dengan gula merah dan daun pandan dalam mangkuk saji hangat

    Rahasia Kolak Pisang Legit, Kuncinya di Bahan Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kolak pisang sering dicari karena hidangan tradisional ini selalu cocok disajikan saat santai bersama keluarga. Selain itu, cara membuat kolak pisang sebenarnya sangat sederhana. Namun, banyak orang masih mengalami masalah yang sama, yaitu rasa terlalu manis atau santan yang membuat kolak terasa enek. Padahal, jika teknik memasaknya tepat, kolak pisang santan […]

  • Humaniora: Menyuarakan Kemanusiaan, Merawat Solidaritas

    Humaniora: Menyuarakan Kemanusiaan, Merawat Solidaritas

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com – HUMANIORA. Rubrik Humaniora adalah wajah kemanusiaan dari albadarpost.com. Ia lahir dari kesadaran bahwa berita bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan kisah tentang manusia dengan segala perjuangan, luka, dan harapannya. Di sini, kami menghadirkan cerita-cerita kemanusiaan yang sering luput dari sorotan media arus utama—kisah rakyat kecil, kaum marjinal, dan mereka yang suaranya kerap tenggelam dalam […]

  • insentif guru keagamaan

    Pemkot Bandung Salurkan Insentif Guru Keagamaan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pemkot Bandung menyalurkan insentif guru keagamaan untuk memperkuat kualitas pendidikan agama di kota. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan penyaluran insentif guru keagamaan kepada lebih dari sembilan ribu penerima. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat layanan pendidikan agama sekaligus memberi kepastian dukungan bagi para pendidik nonformal dan formal di tingkat madrasah. Kebijakan tersebut menjadi […]

expand_less