Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Survei elektabilitas capres menempatkan Prabowo di puncak, sementara Dedi Mulyadi naik signifikan di posisi kedua.

albadarpost.com, LENSA – Pemetaan politik menjelang Pemilu 2029 bergeser setelah hasil survei elektabilitas capres terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan lonjakan dukungan bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam simulasi yang menguji 25 tokoh nasional, Prabowo Subianto masih menguasai posisi puncak. Namun kenaikan signifikan Dedi Mulyadi ke peringkat kedua memunculkan dinamika baru, terutama di wilayah pemilih Jawa Barat dan Banten.

Hasil survei elektabilitas capres yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan perubahan penting dalam peta dukungan publik. Prabowo Subianto tetap berada di posisi pertama, tetapi temuan terpenting justru muncul di urutan kedua: Dedi Mulyadi melampaui sejumlah nama arus utama dan menempatkan diri sebagai penantang terkuat dalam simulasi tanpa ambang batas pencalonan.

Dalam rilis yang disampaikan di Jakarta, Sabtu, 8 November 2025, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan survei dilakukan pada 20–27 Oktober dengan 1.200 responden mewakili 38 provinsi. Temuan utama menunjukkan Prabowo mengantongi 46,7 persen dukungan. Dedi Mulyadi mengikuti dengan 18,4 persen—angka yang dinilai mengejutkan mengingat ia belum pernah tampil sebagai kandidat nasional dalam pemilu sebelumnya.


Survei Elektabilitas Capres Geser Peta Dukungan Publik

Burhanuddin menjelaskan, simulasi ini dilakukan untuk membaca peta kontestasi setelah Mahkamah Konstitusi menghapus presidential threshold. Dengan aturan baru ini, partai tidak lagi terikat syarat 20 persen kursi DPR untuk mengajukan calon presiden. Artinya, setiap partai memiliki kesempatan mengusung figur masing-masing.

Baca juga: Apa Yang Membuat Dedi Naik?

Dalam konteks itu, 25 nama diuji. Hasilnya menempatkan Dedi Mulyadi di posisi yang belum pernah dicapainya secara nasional. Di bawahnya terdapat Anies Baswedan dengan 9 persen, Gibran Rakabuming Raka dengan 4,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,9 persen, dan Ganjar Pranowo 3,7 persen. Burhanuddin mencatat bahwa “Dedi Mulyadi cukup menonjol dan menempati posisi kedua, melewati nama-nama yang selama ini dianggap kandidat utama.”

Daftar tokoh lain yang masuk ke simulasi termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (1,5 persen), Sherly Tjoanda Laos (1,1 persen), Khofifah Indar Parawansa (0,5 persen), Erick Thohir (0,4 persen), Kaesang Pangarep (0,4 persen), hingga Puan Maharani (0,1 persen). Burhanuddin menilai kemunculan Purbaya—meski kecil—menandakan meningkatnya eksposur publik terhadap pejabat baru di jajaran ekonomi pemerintahan.

Secara metodologis, survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Seluruh responden diwawancarai tatap muka oleh pewawancara terlatih. Quality control dilakukan pada 20 persen sampel.


Basis Dukungan Dedi Mulyadi Kuat di Jawa Barat

Pendalaman data menunjukkan lompatan elektabilitas Dedi Mulyadi tidak muncul secara acak. Ia memperoleh dukungan terbesar dari provinsi Jawa Barat, wilayah dengan jumlah pemilih terbesar secara nasional. Dukungan di provinsi ini mencapai 43,5 persen, melampaui Prabowo yang meraih 31,4 persen. Posisi ini menandai pergeseran penting dalam konfigurasi politik Jawa Barat, yang sebelumnya lebih didominasi partai-partai besar dalam pemilu 2019 dan 2024.

Dukungan tinggi juga terlihat di Banten (38,4 persen) dan DKI Jakarta (19,7 persen). Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka menunjukkan basis dukungan paling kuat di Jawa Tengah dan Bali. Temuan ini mengindikasikan bahwa figur-figur yang memiliki rekam jejak kepemimpinan daerah tetap menjadi magnet elektoral pada basis pemilih tertentu.

Namun data sekaligus memperlihatkan tantangan besar bagi para kandidat. Meskipun Prabowo unggul secara nasional, dominasi tersebut tidak merata di seluruh wilayah. Sebaliknya, lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi membuka pertanyaan baru: apakah ia akan diusung partai politik, mengingat tidak ada lagi hambatan ambang batas pencalonan?

Dalam konteks kebijakan publik, perubahan peta elektoral ini akan berpengaruh pada dinamika politik di daerah. Dukungan tinggi terhadap seorang gubernur atau tokoh lokal sering kali berkaitan dengan penilaian publik terhadap pelayanan dasar, tata kelola, dan kebijakan sektor pendidikan, kesehatan, serta penanganan kemiskinan. Survei ini menunjukkan bahwa pemilih semakin responsif terhadap figur yang dianggap bekerja nyata di daerah.

Baca juga: Gugatan OpenAI Meningkat, Peluncuran AI Dipertanyakan Usai Kasus Bunuh Diri

Untuk Albadarpost, perubahan ini perlu dipantau lebih jauh, terutama terkait bagaimana kebijakan di tingkat daerah dapat mempengaruhi preferensi pemilih di tingkat nasional. Dedi Mulyadi, yang sebelumnya dikenal dengan program tata kelola pelayanan publik di Jawa Barat, tampaknya berhasil memanfaatkan basis sosial tersebut untuk mengonversi dukungan ke level nasional.

Survei elektabilitas capres menunjukkan dinamika baru. Prabowo masih unggul, tetapi lonjakan dukungan terhadap Dedi Mulyadi mengubah peta politik nasional. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi perempuan muda berjalan di kawasan sepi dengan bayangan pria mengintai, menggambarkan ancaman penculikan oleh penagih bank keliling.

    Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan penculikan dan penyekapan yang melibatkan penagih bank keliling memicu kekhawatiran publik. Peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang keluarga korban asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tetapi juga membuka diskusi serius tentang keamanan gadis remaja di daerah lain. Di tengah aktivitas ekonomi informal yang berkembang, masyarakat kini menghadapi risiko baru yang sebelumnya jarang […]

  • Bobotoh Ciamis

    Polres Ciamis Gelar Nobar dan Konvoi Persib Juara

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia pertandingan Persib vs Persijap mulai terasa sampai ke Kabupaten Ciamis. Menjelang laga terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Polres Ciamis resmi mengajak masyarakat mengikuti kegiatan nobar Persib dan konvoi kemenangan dengan tetap menjaga keamanan serta ketertiban. Ajakan tersebut disampaikan melalui poster resmi Polres Ciamis yang […]

  • Timnas Indonesia 4-0

    Timnas Indonesia Menang 4-0, Era Baru yang Bikin Asia Mulai Waspada

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Saat Timnas Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis national football team di FIFA Series 2026, publik langsung bersorak. Empat gol. Clean sheet. Dominasi penuh. Tapi ada satu hal yang luput dari perhatian banyak orang: Ini bukan sekadar kemenangan besar. Ini adalah transformasi. Dan transformasi ini… terlihat sangat nyata. Dari […]

  • Larangan Junub

    Sudah Mandi Wajib? Jangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Masih Junub

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, HIKMAH — Larangan junub merupakan salah satu pembahasan fikih dasar yang diajarkan dalam kitab Safinatun Najah. Meski demikian, masih banyak umat Islam yang belum memahami secara utuh aktivitas apa saja yang tidak boleh dilakukan ketika berada dalam keadaan junub atau hadas besar. Padahal, hukum junub bukan hanya berkaitan dengan mandi wajib. Dalam fikih Islam, […]

  • Tanam Pohon

    Aksi Hijau HUT Kabar Priangan: Pohon Buah untuk Siswa SLBN Bungursari

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Puluhan karyawan Kabar Priangan dari Pikiran Rakyat Group menggelar aksi tanam pohon di area SLBN Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/5/2026). Kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabar Priangan ke-27 sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan. Aksi tanam pohon itu tidak hanya menghadirkan suasana hijau […]

  • Hidup Hemat

    Anak 90-an Baru Sadar, Ternyata Orang Tua Dulu Sangat Hebat Mengatur Uang

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Generasi 90-an mungkin masih ingat suara tutup kaleng biskuit yang dibuka perlahan, lalu ternyata isinya bukan kue — melainkan uang receh, benang jahit, atau nota belanja lama. Hal-hal kecil seperti itu dulu terasa biasa saja. Namun sekarang, banyak orang justru mulai merindukan cara hidup sederhana orang tua zaman dulu. Di tengah biaya […]

expand_less