Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Tidak ada gemuruh manusia, tidak ada hiruk-pikuk dunia. Dalam kesunyian itu, Nabi Idris berdiri, menengadahkan tangan, dan tenggelam dalam doa panjang. Kisah Nabi Idris, yang sering terlupakan, justru menyimpan rahasia besar tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Tuhan.

Banyak orang mengenal nabi-nabi besar dengan kisah heroik. Namun, perjalanan Nabi Idris berbeda. Ia tidak dikenal dengan peperangan besar atau mukjizat yang gempar. Sebaliknya, ia dikenal melalui kesunyian, ilmu, dan ibadah yang tak pernah putus.

Kesunyian yang Menguatkan Jiwa

Di tengah dunia yang masih sederhana, Nabi Idris memilih jalan yang tidak banyak dipilih orang. Ia tidak larut dalam kehidupan dunia. Sebaliknya, ia mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesungguhan.

Setiap hari, ia mengisi waktunya dengan ibadah dan ilmu. Ia mengajarkan manusia tentang kebenaran, meski tidak semua mau mendengar. Namun demikian, ia tidak berhenti. Ia tetap melangkah, meski jalan terasa sepi.

Allah SWT berfirman:

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.”
(QS. Maryam: 56)

Ayat ini menggambarkan satu hal penting: kejujuran Nabi Idris menjadi cahaya di tengah kegelapan.

Dari Pena ke Langit

Tidak seperti kebanyakan manusia pada zamannya, Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu. Dalam banyak riwayat, ia disebut sebagai orang pertama yang menulis dengan pena.

Bayangkan sebuah masa ketika manusia belum mengenal tulisan, lalu hadir seorang nabi yang mulai merangkai huruf demi huruf. Dari sanalah peradaban perlahan tumbuh.

Namun, perjalanan Nabi Idris tidak berhenti di bumi. Ada satu peristiwa yang membuat kisahnya begitu menggetarkan.

Allah berfirman:

“Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 57)

Ayat ini sederhana, tetapi penuh makna. Tidak banyak nabi yang disebut secara langsung diangkat ke tempat tinggi seperti Nabi Idris. Para ulama menafsirkan bahwa ia diangkat ke langit sebagai bentuk kemuliaan.

Perjalanan yang Tidak Biasa

Bayangkan momen itu. Seorang manusia yang hidup dalam kesederhanaan, yang hari-harinya diisi dengan ibadah dan ilmu, tiba-tiba diangkat ke tempat yang tidak bisa dijangkau manusia biasa.

Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada keramaian. Hanya keheningan yang berubah menjadi kemuliaan.

Di sinilah letak keistimewaan Nabi Idris. Ia tidak mencari perhatian dunia, tetapi Allah justru mengangkat derajatnya.

Pelajaran yang Menyentuh Hati

Kisah Nabi Idris mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan. Banyak orang ingin terlihat hebat di mata manusia, tetapi lupa memperbaiki hubungan dengan Allah.

Sebaliknya, Nabi Idris memilih jalan sunyi. Ia fokus pada amal, bukan pengakuan. Ia memperbaiki diri, bukan mencari pujian.

Selain itu, ia menunjukkan bahwa ilmu dan ibadah harus berjalan bersama. Tanpa ilmu, ibadah bisa kehilangan arah. Tanpa ibadah, ilmu bisa kehilangan makna.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era modern, manusia hidup dalam kebisingan. Media sosial, tuntutan hidup, dan ambisi sering membuat hati lelah. Dalam kondisi seperti ini, kisah Nabi Idris terasa sangat relevan.

Ia mengajarkan bahwa ketenangan tidak datang dari keramaian. Justru, ketenangan lahir dari kedekatan dengan Allah.

Lebih jauh lagi, kisah ini mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak selalu terlihat. Kadang, yang paling mulia justru tersembunyi.

Nabi Idris adalah sosok yang mungkin jarang dibahas, tetapi kisahnya mampu menyentuh hati siapa pun yang mau merenung. Dari kesunyian, ia mencapai kemuliaan. Dari ketekunan, ia meraih kedudukan tinggi.

Kini, pertanyaannya sederhana:
Apakah kita masih mencari pengakuan manusia, atau mulai berjalan menuju kedekatan dengan Allah?

Karena pada akhirnya, bukan seberapa ramai hidup kita, tetapi seberapa dekat kita dengan-Nya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • El Clasico Indonesia

    El Clasico Indonesia Kembali Tersaji: Persib–Persija

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Persib dan Persija kembali bentrok di El Clasico Indonesia. Duel krusial ini menentukan arah persaingan Super League 2026. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali bertemu. Duel yang dikenal luas sebagai El Clasico Indonesia itu akan berlangsung dalam lanjutan Super League 2026 dan langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Pertandingan ini […]

  • wanita haid

    Hukum Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Hukum wanita haid membaca doa akhir tahun menurut ulama. Tetap bisa berdoa, istighfar, dan muhasabah. albadarpost.com, FOKUS — Menjelang pergantian tahun, pertanyaan tentang ibadah kembali mengemuka di ruang publik, khususnya di kalangan muslimah. Salah satu yang kerap dipertanyakan adalah hukum wanita haid membaca doa akhir tahun. Isu ini penting karena menyentuh langsung praktik ibadah sehari-hari […]

  • Kebakaran Rumah Banjar

    Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • Menunda Amal

    Menunda Amal, Dosa yang Sering Menyamar Jadi Kesibukan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menunda amal telah menjadi kebiasaan yang diam-diam dianggap wajar. Banyak orang berkata akan mulai mengaji setelah pekerjaan selesai. Ada yang berjanji memperbanyak sedekah ketika penghasilannya meningkat. Sebagian lagi ingin memperbaiki salat jika hidup sudah lebih tenang. Menunda amal, menangguhkan ibadah, atau menunggu waktu yang dianggap ideal terdengar masuk akal. Namun, menurut Syekh […]

  • Strawberry Moon 2026

    Strawberry Moon 2026 Hiasi Langit, Islam Mengajarkan Cara Memandangnya

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Saat langit mulai gelap pada Senin (29/6/2026) malam, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan Strawberry Moon 2026, sebutan untuk purnama yang muncul pada bulan Juni. Fenomena ini diperkirakan menjadi salah satu momen astronomi yang menarik perhatian karena bulan tampak bulat penuh dan terlihat lebih besar ketika berada rendah di ufuk timur. Berdasarkan data fase […]

expand_less