Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

Kisah Sunyi Nabi Idris, Dari Bumi hingga Diangkat ke Langit

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Tidak ada gemuruh manusia, tidak ada hiruk-pikuk dunia. Dalam kesunyian itu, Nabi Idris berdiri, menengadahkan tangan, dan tenggelam dalam doa panjang. Kisah Nabi Idris, yang sering terlupakan, justru menyimpan rahasia besar tentang ketekunan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Tuhan.

Banyak orang mengenal nabi-nabi besar dengan kisah heroik. Namun, perjalanan Nabi Idris berbeda. Ia tidak dikenal dengan peperangan besar atau mukjizat yang gempar. Sebaliknya, ia dikenal melalui kesunyian, ilmu, dan ibadah yang tak pernah putus.

Kesunyian yang Menguatkan Jiwa

Di tengah dunia yang masih sederhana, Nabi Idris memilih jalan yang tidak banyak dipilih orang. Ia tidak larut dalam kehidupan dunia. Sebaliknya, ia mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesungguhan.

Setiap hari, ia mengisi waktunya dengan ibadah dan ilmu. Ia mengajarkan manusia tentang kebenaran, meski tidak semua mau mendengar. Namun demikian, ia tidak berhenti. Ia tetap melangkah, meski jalan terasa sepi.

Allah SWT berfirman:

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.”
(QS. Maryam: 56)

Ayat ini menggambarkan satu hal penting: kejujuran Nabi Idris menjadi cahaya di tengah kegelapan.

Dari Pena ke Langit

Tidak seperti kebanyakan manusia pada zamannya, Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu. Dalam banyak riwayat, ia disebut sebagai orang pertama yang menulis dengan pena.

Bayangkan sebuah masa ketika manusia belum mengenal tulisan, lalu hadir seorang nabi yang mulai merangkai huruf demi huruf. Dari sanalah peradaban perlahan tumbuh.

Namun, perjalanan Nabi Idris tidak berhenti di bumi. Ada satu peristiwa yang membuat kisahnya begitu menggetarkan.

Allah berfirman:

“Dan Kami telah mengangkatnya ke tempat yang tinggi.”
(QS. Maryam: 57)

Ayat ini sederhana, tetapi penuh makna. Tidak banyak nabi yang disebut secara langsung diangkat ke tempat tinggi seperti Nabi Idris. Para ulama menafsirkan bahwa ia diangkat ke langit sebagai bentuk kemuliaan.

Perjalanan yang Tidak Biasa

Bayangkan momen itu. Seorang manusia yang hidup dalam kesederhanaan, yang hari-harinya diisi dengan ibadah dan ilmu, tiba-tiba diangkat ke tempat yang tidak bisa dijangkau manusia biasa.

Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada keramaian. Hanya keheningan yang berubah menjadi kemuliaan.

Di sinilah letak keistimewaan Nabi Idris. Ia tidak mencari perhatian dunia, tetapi Allah justru mengangkat derajatnya.

Pelajaran yang Menyentuh Hati

Kisah Nabi Idris mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan. Banyak orang ingin terlihat hebat di mata manusia, tetapi lupa memperbaiki hubungan dengan Allah.

Sebaliknya, Nabi Idris memilih jalan sunyi. Ia fokus pada amal, bukan pengakuan. Ia memperbaiki diri, bukan mencari pujian.

Selain itu, ia menunjukkan bahwa ilmu dan ibadah harus berjalan bersama. Tanpa ilmu, ibadah bisa kehilangan arah. Tanpa ibadah, ilmu bisa kehilangan makna.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era modern, manusia hidup dalam kebisingan. Media sosial, tuntutan hidup, dan ambisi sering membuat hati lelah. Dalam kondisi seperti ini, kisah Nabi Idris terasa sangat relevan.

Ia mengajarkan bahwa ketenangan tidak datang dari keramaian. Justru, ketenangan lahir dari kedekatan dengan Allah.

Lebih jauh lagi, kisah ini mengingatkan bahwa kesuksesan sejati tidak selalu terlihat. Kadang, yang paling mulia justru tersembunyi.

Nabi Idris adalah sosok yang mungkin jarang dibahas, tetapi kisahnya mampu menyentuh hati siapa pun yang mau merenung. Dari kesunyian, ia mencapai kemuliaan. Dari ketekunan, ia meraih kedudukan tinggi.

Kini, pertanyaannya sederhana:
Apakah kita masih mencari pengakuan manusia, atau mulai berjalan menuju kedekatan dengan Allah?

Karena pada akhirnya, bukan seberapa ramai hidup kita, tetapi seberapa dekat kita dengan-Nya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perjuangan buruh migran

    Terharu! 5 Perjuangan Buruh Migran demi Masa Depan Anak

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perjuangan buruh migran sering kali luput dari perhatian publik. Di balik keberhasilan anak-anak mereka, terdapat kisah panjang tentang perjuangan buruh migran, pengorbanan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan usaha keras orang tua demi pendidikan anak. Tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang ketahanan mental, kerinduan, serta harapan yang terus dijaga dari […]

  • Kesehatan Publik

    Singapura Perketat Vape, Pasar Gelap Ikut Bergerak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Singapura kembali menegaskan posisinya sebagai negara dengan pendekatan keras terhadap zat adiktif. Pemerintah memperluas penindakan terhadap rokok elektrik atau vape dengan alasan perlindungan kesehatan publik, menyusul temuan meningkatnya penggunaan vape yang dicampur zat narkotika. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada perilaku konsumsi di dalam negeri, tetapi juga memunculkan perdebatan tentang kebebasan […]

  • Doa Memulai Pekerjaan

    Sebelum Bekerja, Bacalah Doa Ini agar Hati Lebih Tenang

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memulai hari dengan terburu-buru. Ada yang langsung membuka laptop, mengecek pesan kantor, atau memikirkan target pekerjaan sejak pagi. Namun di tengah rutinitas itu, doa memulai pekerjaan justru sering terlupakan. Padahal, doa sebelum bekerja bukan sekadar ucapan ringan. Dalam Islam, doa tersebut menjadi bentuk tawakal, permohonan keberkahan rezeki, sekaligus pengingat bahwa […]

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

  • solusi pascapanen singkong

    Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca mendung kerap menjadi momok bagi pelaku UMKM olahan singkong di desa. Proses pengeringan yang bergantung pada sinar matahari sering terhenti, sementara kebutuhan produksi terus berjalan. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turun langsung ke lapangan membawa solusi pascapanen singkong berbasis teknologi tepat guna. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, […]

  • Ilustrasi seseorang menatap langit dengan tenang sebagai simbol memahami makna ayat tentang kesabaran dalam Al-Qur'an.

    Saat Hidup Terasa Berat, Ayat Tentang Kesabaran Ini Menguatkan Hati

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu malam, seorang pria duduk sendirian di teras rumahnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Pikiran terasa penuh, hati terasa berat, dan masa depan tampak tidak pasti. Namun ketika membuka Al-Qur’an, matanya tertuju pada sebuah ayat tentang kesabaran yang seolah menjawab kegelisahannya. Ayat itu mengingatkannya bahwa […]

expand_less