Breaking News
light_mode
Beranda » Lensa » Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus siswi MTs di Sukabumi diduga tewas karena bullying, tinggalkan surat wasiat penuh luka dan penyesalan.

albadarpost.com, LENSA – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. Tragedi ini segera menyita perhatian publik setelah beredarnya foto surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Surat itu, yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Sunda, mengisyaratkan tekanan psikologis dan perasaan terasing. Isinya menunjukkan kemungkinan siswi MTs Sukabumi itu menjadi korban perundungan atau bullying dari teman-teman sekolahnya. Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat kepolisian, sementara publik menyerukan pentingnya pencegahan kekerasan verbal di lingkungan pendidikan.


Pesan Terakhir: Surat Penuh Luka dan Permohonan Maaf

Dalam surat yang ditemukan di kamarnya, AK—yang akrab disapa Eneng—menuliskan permohonan maaf kepada orang tuanya. Tulisan tangannya menggambarkan pergulatan batin seorang remaja yang merasa kehilangan tempat untuk bernaung.

“Mamah, maaf ya. Eneng nggak bermaksud nyakitin hati Mamah. Pak, maaf juga kalau Eneng ada salah sama Bapak. Maaf teh … Eneng minta maaf kalau selama ini suka tidak sopan. Eneng sayang Mamah, Bapak. I love you,” tulisnya.

Namun di bagian lain, isi surat tersebut berubah menjadi lebih gelap. Ia menyinggung pengalaman tidak menyenangkan dari teman-teman sekelasnya yang kerap melontarkan kata-kata menyakitkan. Salah satu kalimat yang paling menusuk adalah ucapan “Paeh we, paeh lah,” yang berarti “mati aja, mati lah.”

Eneng juga mengungkapkan rasa lelah dan keinginannya untuk berhenti sekolah. “Eneng sudah capek, Eneng cuman pengen ketenangan. Eneng jadi tidak mau sekolah karena suasana kelas yang seakan nyuruh Eneng untuk pergi,” tulisnya.

Kutipan-kutipan ini membuat publik yakin bahwa dugaan bullying terhadap siswi MTs Sukabumi perlu diselidiki secara serius.


Tanggapan Sekolah: Tak Ada Laporan Bullying

Kepala MTs 3 Sukabumi, Wawan Setiawan, mengungkapkan rasa duka mendalam atas meninggalnya salah satu siswi terbaik mereka. Ia membantah adanya kasus perundungan di sekolah dan menyebut korban sebagai anak yang aktif dan berprestasi.

“Almarhumah aktif di Pramuka dan baru saja menjadi petugas pengibar bendera saat upacara hari Senin. Secara psikologis, anak yang mengalami tekanan berat biasanya sulit berkonsentrasi dalam kegiatan semacam itu,” ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Menurut Wawan, pada hari terakhir sebelum meninggal, korban sempat meminta izin pulang lebih awal karena sakit perut dan diantar oleh temannya. Ia menegaskan pihak sekolah tidak pernah menerima laporan atau keluhan terkait tindakan perundungan dari korban.

Terkait surat yang beredar di media sosial, pihak sekolah menolak memberikan komentar lebih jauh. “Kami serahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” katanya.


Penyelidikan Polisi dan Reaksi Warga

Kepolisian Sektor Cikembar bersama Polres Sukabumi kini tengah menyelidiki kasus kematian siswi MTs Sukabumi tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dan beberapa teman sekolah korban.

“Masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Kami juga sedang menelusuri isi surat yang diduga ditulis korban untuk memastikan konteks dan kebenarannya,” kata salah satu petugas penyidik, Rabu (29/10/2025).

Sementara itu, warga sekitar mengaku terkejut dan berduka. Runi, tetangga yang sering berinteraksi dengan keluarga korban, menyebut AK dikenal sebagai anak pendiam dan sopan. “Anaknya nggak pernah macam-macam. Kalau lewat selalu salam. Waktu dengar kabar itu, semua warga syok,” tuturnya.


Fenomena Bullying dan Kesehatan Mental Remaja

Tragedi siswi MTs Sukabumi ini menyoroti persoalan lama: perundungan di kalangan pelajar. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 2.800 laporan kasus kekerasan terhadap anak di sekolah, termasuk bentuk verbal dan sosial.

Menurut psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Dra. Anna Surti Ariani, bullying kerap meninggalkan luka psikologis yang dalam. “Kata-kata menghina bisa menimbulkan perasaan tidak berharga. Bila tidak ada dukungan dari lingkungan, remaja rentan berpikir untuk mengakhiri hidup,” katanya dalam wawancara dengan Kompas.com.

Ia menegaskan pentingnya kepekaan guru dan orang tua dalam mengenali tanda-tanda tekanan emosional pada anak. “Perubahan perilaku sekecil apapun, seperti murung, menarik diri, atau malas sekolah, harus segera direspons dengan empati dan pendampingan,” ujar Anna.


Upaya Pencegahan dan Edukasi Kesehatan Mental

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak 2023 telah menjalankan program Sekolah Ramah Anak dan Anti-Perundungan melalui platform Merdeka Mengajar. Program ini mendorong setiap sekolah memiliki sistem pelaporan internal dan konselor sebaya untuk mendeteksi potensi kasus bullying sejak dini.

Namun, di banyak daerah, pelaksanaannya masih lemah karena keterbatasan tenaga profesional di bidang kesehatan mental. Psikolog dari Yayasan Pulih, Novi Puspita, menilai kasus seperti ini seharusnya menjadi alarm bagi lembaga pendidikan. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi ruang tumbuh emosional. Jika gagal menyediakan rasa aman, dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Kematian siswi MTs Sukabumi menjadi pengingat bahwa tekanan sosial di usia remaja dapat membawa konsekuensi tragis bila diabaikan. Kasus ini menegaskan urgensi membangun sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental peserta didiknya.

Bagi siapapun yang sedang bergulat dengan pikiran untuk mengakhiri hidup, penting untuk tidak memendam rasa sendirian. Hubungi layanan konseling seperti Kemenkes Hotline 119 ext. 8, atau Konseling Sejiwa 155 untuk mendapatkan bantuan profesional.

Kasus siswi MTs Sukabumi menyoroti bahaya bullying di sekolah dan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan mental remaja. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UU Anti-Bullying

    Pemerintah Didorong Susun UU Anti-Bullying untuk Tutup Celah Regulasi

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Dorongan penyusunan UU Anti-Bullying menguat karena regulasi yang ada dinilai belum terpadu dan lemah di lapangan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus perundungan yang terus muncul—termasuk insiden yang sempat viral di Kota Malang—menegaskan bahwa Indonesia masih belum memiliki kerangka hukum yang padu untuk mencegah dan menangani kekerasan antaranak. Situasi itu memunculkan kembali kebutuhan mendesak atas UU Anti-Bullying, […]

  • toko Sen Sen Tasikmalaya

    Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan. […]

  • 1 Muharam Tasikmalaya

    Malam 1 Muharam di Tasikmalaya, Doa Ribuan Harapan Menggema dari Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan 1 Muharam Tasikmalaya tahun ini menghadirkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar pergantian kalender Hijriah. Tahun Baru Islam menjadi momentum refleksi, penguatan persatuan, serta penyatuan harapan bagi masa depan Kota Tasikmalaya. Melalui doa bersama yang digelar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, pemerintah daerah bersama Forkopimda mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat […]

  • Budidaya Lele Lapas Tasikmalaya

    Kisah Inspiratif Lapas Tasikmalaya, Budidaya Lele dari Lahan Terbatas

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lele Lapas Tasikmalaya menjadi perhatian setelah berhasil mencatat lima kali panen dalam tiga bulan terakhir. Program ketahanan pangan di lingkungan lapas tersebut bahkan berjalan di tengah keterbatasan lahan. Ember dan parit sempit yang sebelumnya tak dimanfaatkan kini berubah menjadi kolam produktif untuk budidaya ikan lele. Langkah kreatif itu menunjukkan bahwa […]

  • Generasi Baru Sepak Bola

    Generasi Baru Mulai Geser Era Messi-Ronaldo

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Generasi Baru Sepak Bola menjadi salah satu cerita terbesar di Piala Dunia 2026. Di tengah persaingan menuju babak-babak akhir turnamen, perhatian publik perlahan bergeser dari dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menuju para pemain muda yang tampil menentukan. Fenomena regenerasi sepak bola dunia itu terlihat semakin jelas ketika banyak tim memberi kepercayaan […]

  • Ilustrasi suasana refleksi Ramadan tentang membersihkan hati dari hasad dengan cahaya spiritual yang menenangkan.

    Bersihkan Hati dari Hasad di Bulan Suci, Ini Panduannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan hati dari hasad menjadi fokus utama umat Islam di bulan suci. Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang merusak pahala dan menggerogoti ketenangan jiwa. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum terbaik untuk membersihkan hati dari hasad serta menghilangkan iri dan dengki yang menghambat kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan […]

expand_less