Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah riuh dunia yang gemar berlomba dalam angka, kuasa, dan pujian, seruan Fastabiqul Khairat justru terdengar lirih. Padahal, berlomba dalam kebaikan—bersegera dalam amal saleh, mendahului dalam kebajikan, dan berkompetisi dalam ketakwaan—adalah panggilan langit yang tak pernah padam. Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan spiritual, melainkan jalan sunyi para pencari cahaya yang menolak tertinggal dalam kebaikan.

Perintah ini berakar kuat dalam firman Allah SWT:

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)

Ayat ini bukan hanya seruan, tetapi cambuk kesadaran. Ia menegur hati yang gemar menunda, menepuk jiwa yang gemar beralasan.

Ketika Dunia Berlomba dalam Kefanaan

Zaman ini aneh. Manusia berlari cepat, tetapi tidak tahu ke mana. Mereka berkompetisi mengumpulkan yang fana, namun lambat ketika dipanggil menuju yang abadi.

Dalam perspektif sufistik, penyakit terbesar manusia bukan kemiskinan harta, melainkan kelaparan makna. Hati menjadi keras karena terlalu sering meminum dunia tanpa jeda zikir.

Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan:

“Barang siapa tidak disibukkan oleh kebaikan, ia akan disibukkan oleh kebatilan.”

Di sinilah Fastabiqul Khairat menemukan relevansinya. Ia hadir sebagai obat bagi jiwa yang lelah oleh kesia-siaan.

Makna Berlomba yang Sesungguhnya

Fastabiqu berasal dari kata yang berarti mendahului dengan kesungguhan. Sementara al-khairat mencakup seluruh bentuk kebaikan: ibadah, ilmu, sedekah, hingga menjaga bumi.

Allah SWT kembali menegaskan dalam firman-Nya:

“Untuk tiap umat Kami berikan aturan… maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
(QS. Al-Ma’idah: 48)

Ayat ini menyingkap rahasia besar: perbedaan manusia bukan alasan berpecah, tetapi panggung untuk berlomba berbuat baik.

Karena itu, ukuran kemuliaan bukan seberapa cepat kita mengalahkan orang lain, melainkan seberapa cepat kita mendahului diri sendiri dalam ketaatan.

Jejak Fastabiqul Khairat dalam Amal Nyata

Spirit ini tidak berhenti di langit wacana. Ia menjelma tindakan.

Pertama, dalam sedekah. Tangan yang ringan memberi lebih cepat sampai kepada rahmat Allah dibanding kaki yang berlari menuju dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Kedua, dalam disiplin ibadah. Salat di awal waktu adalah bentuk perlombaan paling jujur antara hamba dan Tuhannya.

Ketiga, dalam menuntut ilmu. Ulama memandang ilmu sebagai cahaya, dan cahaya hanya singgah pada hati yang bersegera mencarinya.

Keempat, dalam menjaga alam. Kebaikan tidak berhenti pada manusia, tetapi merangkul semesta.

Kelima, dalam produktivitas hidup. Waktu diperlakukan sebagai amanah, bukan tempat membuang lelah tanpa makna.

Satir Zaman: Yang Cepat dalam Dosa, Lambat dalam Pahala

Ironi terbesar zaman modern ialah kecepatan yang salah arah. Teknologi mempercepat segalanya, tetapi tidak otomatis mempercepat kebaikan.

Jari manusia gesit menyebar fitnah, namun berat menulis doa. Lisan tajam menghakimi, tetapi kelu ketika diminta menasihati dengan kasih.

Hasan Al-Basri berkata:

“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Ketika satu hari pergi, sebagian dirimu ikut mati.”

Namun manusia tetap menunda kebaikan, seolah umur memiliki cadangan.

Jangan Menjadi Masbūq dalam Kebaikan

Dalam istilah fikih, masbūq ialah makmum yang tertinggal rakaat. Dalam makna spiritual, ia adalah jiwa yang terlambat berbuat baik.

Fastabiqul Khairat mengajarkan agar kita tidak menjadi masbūq dalam amal. Sebab kesempatan tidak selalu datang dua kali, dan ajal tidak menunggu kesiapan.

Ulama sufi Ibnu Athaillah menulis dalam Al-Hikam:

“Jangan menunda amal hingga waktu luang, sebab waktu luang belum tentu datang.”

Nasihat ini seperti anak panah yang menembus alasan manusia.

Spirit Peradaban: Dari Individu ke Umat

Fastabiqul Khairat bukan hanya etika personal, tetapi fondasi peradaban. Ia melahirkan masyarakat yang produktif, disiplin, dan saling menguatkan.

Baca juga: Rp3,4 Miliar Disorot! Dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya Menggema

Tak heran, spirit ini lekat dalam gerakan pembaruan Islam modern, termasuk etos kerja, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Ketika umat berlomba dalam kebaikan, peradaban tumbuh. Namun ketika umat berlomba dalam kepentingan, peradaban runtuh.

Berlomba Menuju Cahaya

Pada akhirnya, hidup adalah perlombaan yang sunyi. Tidak semua tepuk tangan manusia bernilai di langit, dan tidak semua amal kecil luput dari catatan malaikat.

Fastabiqul Khairat mengajarkan satu hal sederhana namun agung: jadilah yang terdepan dalam kebaikan, bukan yang tercepat dalam keburukan.

Sebab dunia hanyalah garis start, sementara akhirat ialah garis finis.

Dan hanya mereka yang berlari menuju cahaya yang akan sampai dengan selamat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zakat Pertanian Desa Babadan Jadi Contoh Kemandirian Sosial Petani Indramayu

    Zakat Pertanian Desa Babadan Jadi Contoh Kemandirian Sosial Petani Indramayu

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Zakat pertanian Desa Babadan sukses tingkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani Indramayu. albadarpost.com, HIKMAH. Petani di Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini dikenal bukan hanya karena hasil panennya yang melimpah, tetapi juga karena kepedulian sosial mereka yang tinggi. Melalui praktik zakat pertanian, para petani di desa ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama dan […]

  • RS TNT Tasikmalaya

    Tanpa Banyak Sorotan, RS TNT Tasikmalaya Siap Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – RS Tani dan Nelayan (TNT) Kabupaten Tasikmalaya kini tengah bersiap naik level menjadi rumah sakit tipe D. Perubahan ini tidak banyak disorot, namun dampaknya besar bagi layanan kesehatan Tasikmalaya dan akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih baik. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan […]

  • Resep Cilung

    Rahasia Resep Cilung Kenyal Anti Pecah, Bikin Nagih

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Saat bel istirahat berbunyi, tidak sedikit anak sekolah langsung berlari menuju gerobak jajanan di depan pagar sekolah. Di antara beragam camilan yang dijual, cilung hampir selalu menjadi incaran. Adonan tepung yang digulung di atas wajan datar, lalu diberi bumbu gurih atau disiram kuah pedas, menghadirkan rasa sederhana yang sulit dilupakan. Kini, resep […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

  • Rotasi Pejabat Ciamis

    Rotasi Besar Pemkab Ciamis, Puluhan Camat dan Pejabat Bergeser

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana birokrasi di Kabupaten Ciamis mulai bergerak cukup besar menjelang pertengahan tahun 2026. Nama-nama pejabat berganti. Sejumlah camat berpindah posisi. Beberapa ruangan kantor pemerintahan pun mulai terlihat lebih sibuk dibanding biasanya sejak pagi. Di salah satu sudut kantor, kardus arsip bekas tampak ditumpuk dekat pintu ruangan. Bunyi printer dan stapler terdengar […]

  • slow living

    Slow Living: Kenapa Hidup Lebih Lambat Justru Terasa Lebih Lega?

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com | Lifestyle – Di tengah hidup yang serba cepat, slow living justru menawarkan sesuatu yang terdengar berlawanan: memperlambat ritme hidup. Gaya hidup yang sering disebut hidup lebih lambat ini bukan berarti malas, kehilangan ambisi, atau menolak teknologi. Sebaliknya, slow living mengajak seseorang memilih apa yang benar-benar penting, mengurangi kesibukan yang tidak perlu, dan memberi perhatian […]

expand_less