Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

Seandainya Kebaikan Jadi Arena Perlombaan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah riuh dunia yang gemar berlomba dalam angka, kuasa, dan pujian, seruan Fastabiqul Khairat justru terdengar lirih. Padahal, berlomba dalam kebaikan—bersegera dalam amal saleh, mendahului dalam kebajikan, dan berkompetisi dalam ketakwaan—adalah panggilan langit yang tak pernah padam. Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan spiritual, melainkan jalan sunyi para pencari cahaya yang menolak tertinggal dalam kebaikan.

Perintah ini berakar kuat dalam firman Allah SWT:

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)

Ayat ini bukan hanya seruan, tetapi cambuk kesadaran. Ia menegur hati yang gemar menunda, menepuk jiwa yang gemar beralasan.

Ketika Dunia Berlomba dalam Kefanaan

Zaman ini aneh. Manusia berlari cepat, tetapi tidak tahu ke mana. Mereka berkompetisi mengumpulkan yang fana, namun lambat ketika dipanggil menuju yang abadi.

Dalam perspektif sufistik, penyakit terbesar manusia bukan kemiskinan harta, melainkan kelaparan makna. Hati menjadi keras karena terlalu sering meminum dunia tanpa jeda zikir.

Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan:

“Barang siapa tidak disibukkan oleh kebaikan, ia akan disibukkan oleh kebatilan.”

Di sinilah Fastabiqul Khairat menemukan relevansinya. Ia hadir sebagai obat bagi jiwa yang lelah oleh kesia-siaan.

Makna Berlomba yang Sesungguhnya

Fastabiqu berasal dari kata yang berarti mendahului dengan kesungguhan. Sementara al-khairat mencakup seluruh bentuk kebaikan: ibadah, ilmu, sedekah, hingga menjaga bumi.

Allah SWT kembali menegaskan dalam firman-Nya:

“Untuk tiap umat Kami berikan aturan… maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”
(QS. Al-Ma’idah: 48)

Ayat ini menyingkap rahasia besar: perbedaan manusia bukan alasan berpecah, tetapi panggung untuk berlomba berbuat baik.

Karena itu, ukuran kemuliaan bukan seberapa cepat kita mengalahkan orang lain, melainkan seberapa cepat kita mendahului diri sendiri dalam ketaatan.

Jejak Fastabiqul Khairat dalam Amal Nyata

Spirit ini tidak berhenti di langit wacana. Ia menjelma tindakan.

Pertama, dalam sedekah. Tangan yang ringan memberi lebih cepat sampai kepada rahmat Allah dibanding kaki yang berlari menuju dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)

Kedua, dalam disiplin ibadah. Salat di awal waktu adalah bentuk perlombaan paling jujur antara hamba dan Tuhannya.

Ketiga, dalam menuntut ilmu. Ulama memandang ilmu sebagai cahaya, dan cahaya hanya singgah pada hati yang bersegera mencarinya.

Keempat, dalam menjaga alam. Kebaikan tidak berhenti pada manusia, tetapi merangkul semesta.

Kelima, dalam produktivitas hidup. Waktu diperlakukan sebagai amanah, bukan tempat membuang lelah tanpa makna.

Satir Zaman: Yang Cepat dalam Dosa, Lambat dalam Pahala

Ironi terbesar zaman modern ialah kecepatan yang salah arah. Teknologi mempercepat segalanya, tetapi tidak otomatis mempercepat kebaikan.

Jari manusia gesit menyebar fitnah, namun berat menulis doa. Lisan tajam menghakimi, tetapi kelu ketika diminta menasihati dengan kasih.

Hasan Al-Basri berkata:

“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Ketika satu hari pergi, sebagian dirimu ikut mati.”

Namun manusia tetap menunda kebaikan, seolah umur memiliki cadangan.

Jangan Menjadi Masbūq dalam Kebaikan

Dalam istilah fikih, masbūq ialah makmum yang tertinggal rakaat. Dalam makna spiritual, ia adalah jiwa yang terlambat berbuat baik.

Fastabiqul Khairat mengajarkan agar kita tidak menjadi masbūq dalam amal. Sebab kesempatan tidak selalu datang dua kali, dan ajal tidak menunggu kesiapan.

Ulama sufi Ibnu Athaillah menulis dalam Al-Hikam:

“Jangan menunda amal hingga waktu luang, sebab waktu luang belum tentu datang.”

Nasihat ini seperti anak panah yang menembus alasan manusia.

Spirit Peradaban: Dari Individu ke Umat

Fastabiqul Khairat bukan hanya etika personal, tetapi fondasi peradaban. Ia melahirkan masyarakat yang produktif, disiplin, dan saling menguatkan.

Baca juga: Rp3,4 Miliar Disorot! Dugaan Korupsi PLUT Tasikmalaya Menggema

Tak heran, spirit ini lekat dalam gerakan pembaruan Islam modern, termasuk etos kerja, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Ketika umat berlomba dalam kebaikan, peradaban tumbuh. Namun ketika umat berlomba dalam kepentingan, peradaban runtuh.

Berlomba Menuju Cahaya

Pada akhirnya, hidup adalah perlombaan yang sunyi. Tidak semua tepuk tangan manusia bernilai di langit, dan tidak semua amal kecil luput dari catatan malaikat.

Fastabiqul Khairat mengajarkan satu hal sederhana namun agung: jadilah yang terdepan dalam kebaikan, bukan yang tercepat dalam keburukan.

Sebab dunia hanyalah garis start, sementara akhirat ialah garis finis.

Dan hanya mereka yang berlari menuju cahaya yang akan sampai dengan selamat.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Sam ani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bupati Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Menekan Percepatan Program dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Bupati Tasikmalaya menuntut percepatan program daerah agar manfaat APBD segera dirasakan warga. Percepatan Program Menjadi Prioritas: Waktu Menuju Akhir Tahun Menyempit albadarpost.com, EDITORIAL – Menjelang tutup tahun anggaran, Bupati Tasikmalaya menginstruksikan percepatan program OPD. Teguran disampaikan saat Apel Senin Pagi di Sekretariat Daerah, Singaparna, 24 November 2025. Di hadapan jajaran perangkat daerah, ia […]

  • kelompok rentan

    Ahli Luruskan Isu Super Flu, Kelompok Rentan Perlu Waspada

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena yang disebut publik sebagai super flu kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Istilah ini ramai dibicarakan di media sosial dan sejumlah pemberitaan internasional seiring lonjakan kasus influenza di berbagai negara. Para ahli menegaskan, super flu bukan istilah medis resmi. Namun, ancaman kesehatan tetap nyata, terutama bagi kelompok rentan. Pakar mikrobiologi dan epidemiologi menjelaskan […]

  • Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kecamatan Pamarican dengan peserta pelajar, ASN, TNI, dan tokoh masyarakat.

    Camat Pamarican: Ancaman Bangsa Kini Bukan Lagi Penjajahan Fisik

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Pamarican Kabupaten Ciamis menjadi lebih dari sekadar upacara seremonial tahunan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (20/05/2026), berubah menjadi momentum refleksi tentang arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital. Upacara berlangsung khidmat di Lapang Olahraga SMP Negeri 1 Pamarican. Hadir unsur Forkopimcam, […]

  • BPD Tasikmalaya

    Resmi! Puluhan Anggota BPD Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Desa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tasikmalaya menjadi langkah strategis setelah pemerintah daerah meresmikan puluhan anggota baru. Peresmian anggota BPD PAW (Pergantian Antar Waktu) ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat di tingkat desa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tata kelola desa yang transparan […]

  • Ledakan Dadaha

    Usai Ledakan Dadaha, Densus 88 Geledah Rumah di Cilembang

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah ledakan terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Sehari setelah kejadian, Densus 88 Antiteror Polri bersama personel Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cilembang sebagai bagian dari […]

  • Ilustrasi futuristik sufistik tentang manusia terbuai kemewahan dunia sebagai gambaran istidraj dalam Islam berdasarkan QS Al-A’raf 182.

    Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 182: وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَWallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” Pada suatu masa yang terasa semakin dekat, manusia memuja dunia […]

expand_less