Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Sejarah Valentine dalam Perspektif Islam

Sejarah Valentine dalam Perspektif Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perayaan 14 Februari tidak lahir dalam ruang kosong. Ia tumbuh dari sejarah panjang yang berlapis. Karena itu, membahas Valentine tanpa melihat akarnya akan membuat diskusi terasa dangkal. Sebaliknya, memahami sejarahnya sekaligus menimbangnya dengan fiqh memberi gambaran yang lebih jernih.

Secara historis, sebagian peneliti mengaitkan Valentine dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia. Festival ini berlangsung pada pertengahan Februari sebagai perayaan kesuburan dan datangnya musim semi. Namun, hubungan langsung antara Lupercalia dan Valentine modern masih diperdebatkan. Sejarawan mencatat bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan gereja sekadar “mengganti nama” festival pagan tersebut.

Nama Valentine sendiri merujuk pada figur martir Kristen abad ketiga, dikenal sebagai Saint Valentine. Kisahnya beragam. Ada yang menyebut ia menikahkan pasangan secara diam-diam ketika Kaisar melarang pernikahan bagi tentara muda. Ada pula legenda tentang surat terakhirnya sebelum eksekusi. Namun demikian, catatan sejarah tentang dirinya tidak sepenuhnya solid. Tradisi romantis yang kini populer justru berkembang jauh setelah era itu, terutama pada Abad Pertengahan ketika sastra Eropa mengaitkan pertengahan Februari dengan musim kawin burung dan simbol cinta.

Artinya, Valentine modern merupakan hasil evolusi budaya, bukan ritual keagamaan yang ajeg sejak awal. Ia berubah, beradaptasi, dan kemudian dikomersialkan secara global.

Baca juga: Cara Food Prep Agar Tahan Seminggu

Lalu, bagaimana fiqh memandang fenomena seperti ini?

Dalam kajian hukum Islam, terdapat konsep penting bernama tasyabbuh, yaitu menyerupai praktik khas agama lain. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan sering dijadikan landasan ketika umat Islam menghadapi tradisi luar.

Mayoritas ulama Indonesia, termasuk Majelis Ulama Indonesia, memandang Valentine sebagai perayaan yang tidak sesuai dengan syariat. Mereka menilai perayaan ini bukan bagian dari tradisi Islam dan kerap dikaitkan dengan praktik pacaran bebas, pesta, serta ekspresi cinta di luar pernikahan. Karena itu, pencegahan dianggap lebih selamat daripada pembiaran.

Dalil yang sering dikutip adalah Surah Al-Isra ayat 32: “Dan janganlah kamu mendekati zina.” Ayat ini melarang bukan hanya perbuatannya, melainkan juga segala jalan yang mengarah ke sana. Jika sebuah momentum budaya membuka peluang ke arah tersebut, maka sikap kehati-hatian menjadi pilihan rasional dalam fiqh.

Namun fiqh tidak berdiri hanya pada satu kaidah. Ada pula konsep ‘urf—tradisi masyarakat—yang dapat diakui selama tidak bertentangan dengan nash (teks syariat). Kaidah fiqh menyebut, “Al-‘adah muhakkamah” (tradisi dapat menjadi pertimbangan hukum). Berdasarkan pendekatan ini, sebagian lembaga seperti Dar Al-Ifta Al-Misriyyah berpendapat bahwa memberi hadiah atau mengekspresikan kasih sayang pada 14 Februari tidak otomatis haram, selama tidak diniatkan sebagai hari raya agama dan tidak mengandung unsur maksiat.

Di sinilah perbedaan muncul. Satu pendekatan menekankan identitas dan pencegahan potensi kerusakan (sadd al-dzari’ah). Pendekatan lain menilai substansi tindakan: apakah ada unsur ibadah non-Islam atau tidak? Apakah ada pelanggaran moral atau tidak?

Karena itu, diskusi tentang Valentine sebenarnya menyentuh persoalan metodologi hukum Islam. Bagaimana ulama menimbang antara teks, konteks, dan dampak sosial? Bagaimana mereka membedakan antara budaya murni dan simbol religius?

Sementara itu, Islam sendiri memiliki fondasi cinta yang kuat. Allah menyebut dalam Surah Ar-Rum ayat 21 bahwa Dia menanamkan mawaddah dan rahmah dalam pernikahan. Rasulullah ﷺ juga menunjukkan kasih sayang kepada istri-istrinya secara terbuka. Artinya, ekspresi cinta bukan sesuatu yang asing dalam Islam. Hanya saja, ia ditempatkan dalam bingkai yang jelas: komitmen dan tanggung jawab.

Baca juga: Perbaiki Salatmu, Reset Hidupmu

Maka, memahami sejarah Valentine membantu kita melihat bahwa ia bukan sekadar “hari kasih sayang universal,” melainkan produk budaya Barat yang berkembang melalui sastra, legenda, dan ekonomi modern. Sementara itu, kajian fiqh membantu umat menimbang: apakah partisipasi di dalamnya memperkuat nilai atau justru mengaburkan batas?

Di tengah globalisasi, umat Islam menghadapi banyak tradisi lintas budaya. Sebagian bisa diadopsi, sebagian perlu disaring, dan sebagian mungkin harus ditinggalkan. Sikap kritis bukan berarti anti-sejarah. Sebaliknya, ia justru lahir dari pemahaman sejarah yang utuh.

Cinta dalam Islam tidak bergantung pada satu tanggal. Ia tumbuh dari iman, dipelihara oleh akhlak, dan dibuktikan melalui tanggung jawab. Tradisi boleh datang dan pergi, tetapi prinsip tetap menjadi kompas. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

  • Ledakan di Tehran saat Israel serang Iran bersama Amerika Serikat dalam eskalasi konflik Timur Tengah 2026

    Breaking News! Israel Serang Iran, Timur Tengah Memanas

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Israel serang Iran pada Sabtu (28 Februari) dengan bantuan Amerika Serikat. Serangan Israel ke Iran itu langsung memicu ledakan di Teheran dan memperbesar konflik Israel-Iran yang selama ini berkutat pada isu nuklir. Operasi militer tersebut sekaligus mempersempit peluang diplomasi antara Teheran dan negara-negara Barat yang sebelumnya berupaya meredakan ketegangan. Sejak pagi […]

  • Ilustrasi pecel lele goreng renyah dengan sambal pedas dan lalapan kemangi khas warung kaki lima.

    Bikin Pecel Lele Seenak Abang Warung? Ini Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rahasia pecel lele sering menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner kaki lima. Banyak orang mencoba membuat pecel lele enak atau pecel lele gurih renyah di rumah, namun rasanya tetap berbeda dibandingkan dengan hidangan di warung pinggir jalan. Padahal, di balik sepiring pecel lele yang sederhana, terdapat beberapa teknik memasak yang jarang diketahui […]

  • ulama Nusantara Timur Tengah

    Jejak Tersembunyi Ulama Nusantara di Timur Tengah

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kalau kita mundur jauh ke belakang, hubungan ulama Nusantara di Timur Tengah ternyata bukan cerita singkat. Ada perjalanan panjang, penuh keterbatasan, bahkan sering kali ditempuh dengan cara yang hari ini sulit dibayangkan. Sebagian besar dari mereka berangkat tanpa kepastian pulang, hanya berbekal tekad untuk belajar agama langsung dari sumbernya. Di Mekkah dan […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

  • Mahasiswi Hilang

    Breaking News: Mahasiswi UMB Tasikmalaya Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mahasiswi hilang kembali menghebohkan warga Jawa Barat. Seorang mahasiswi Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya bernama Ulfah Hadiatul Alia dilaporkan hilang sejak 5 April 2026 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Informasi tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Banyak warga ikut membagikan foto korban dengan harapan […]

expand_less