Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Janji Allah di Jalan Syukur

Janji Allah di Jalan Syukur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang tidak turun untuk diperdebatkan, melainkan untuk direnungkan. Ia tidak menggedor telinga, tetapi mengetuk hati. Surat Ibrahim ayat 7 adalah salah satunya. Sebuah pengumuman dari langit yang tidak memaksa, tetapi mengundang kesadaran terdalam manusia.

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu. Namun jika kamu mengingkari, sungguh azab-Ku sangat keras.”

Kalimat ini seperti cermin. Ia tidak bertanya seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa dalam kita menyadari. Di hadapan ayat ini, manusia diajak berhenti sejenak, mengendapkan riuh dunia, lalu menengok ke dalam.

Syukur yang Hidup di Dalam Hati

Dalam jalan para sufi, syukur bukanlah reaksi sesaat, melainkan maqam: sebuah kedudukan ruhani. Imam Al-Junaid menyebut syukur sebagai kemampuan melihat Pemberi di balik setiap pemberian. Karena itu, syukur tidak lahir dari banyaknya nikmat, tetapi dari beningnya pandangan hati.

Baca juga: Harga Beras Naik, Zakat Fitrah Menyesuaikan? Ini Penjelasan Baznas RI

Syukur sejati tidak selalu berbunyi. Ia hadir dalam diam yang sadar. Ia tumbuh ketika hati tidak lagi sibuk menghitung kekurangan, tetapi mulai mengenali kecukupan. Maka, orang yang bersyukur bukan yang paling kaya, melainkan yang paling tenang.

Al-Ghazali menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga lapis: pengetahuan (ma’rifah), keadaan hati (hal), dan perbuatan (‘amal). Ketika ketiganya bertaut, syukur menjadi hidup. Namun ketika salah satunya hilang, syukur berubah menjadi kebiasaan kosong.

Janji Allah dan Rahasia Penambahan

Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur. Namun para ‘Arifin memahami, tambahan itu sering datang dengan cara yang tidak terduga. Ia tidak selalu menambah apa yang tampak, tetapi memperluas apa yang terasa.

Ibnu ‘Athaillah dalam Al-Hikam menulis, “Barang siapa tidak mensyukuri nikmat yang ada, ia akan kehilangan nikmat yang akan datang.” Kalimat ini bukan ancaman, melainkan hukum ruhani. Nikmat bertahan bukan karena dijaga tangan, tetapi karena dirawat hati.

Rasulullah SAW mengajarkan syukur melalui hidupnya. Dalam hadis riwayat Aisyah RA, Nabi tetap shalat malam hingga kakinya bengkak. Ketika ditanya mengapa bersusah payah padahal dosanya diampuni, beliau menjawab, “Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?”

Syukur, dalam hal ini, bukan balasan atas nikmat, tetapi cara mencintai Allah.

Kufur Nikmat: Lupa yang Menggelapkan

Kufur nikmat tidak selalu berbentuk penolakan terang-terangan. Ia sering hadir sebagai lupa. Lupa bahwa sehat adalah karunia. Lupa bahwa waktu adalah amanah. Lupa bahwa keberhasilan adalah titipan.

Para sufi menyebut lupa sebagai hijab paling halus. Ia tidak menyakitkan, tetapi menggelapkan. Dari lupa, lahir kelalaian. Dari kelalaian, tumbuh kesombongan. Maka, azab yang disebutkan dalam ayat sering kali datang sebagai kehilangan makna, bukan semata musibah.

Baca juga: Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

Ketika nikmat tidak lagi mendekatkan kepada Allah, saat itulah nikmat berubah menjadi ujian terberat.

Menjadikan Syukur sebagai Jalan Pulang

Syukur bukan tujuan akhir. Ia adalah jalan pulang. Jalan yang mengantar manusia kembali mengenali dirinya sebagai hamba, bukan pemilik. Dalam syukur, manusia berhenti menuntut dunia, lalu mulai merawat amanah.

Di tengah zaman yang mendorong manusia untuk selalu lebih, syukur mengajarkan cukup. Di saat dunia mengukur nilai dari pencapaian, syukur menimbang dengan ketulusan. Maka, syukur menjadi bentuk perlawanan paling lembut terhadap keserakahan.

Surat Ibrahim ayat 7 tidak sekadar menjanjikan penambahan nikmat. Ia mengajarkan cara hidup. Jika syukur tumbuh, hati lapang. Jika hati lapang, hidup bercahaya.

Dan barangkali, itulah nikmat terbesar yang sering luput kita syukuri.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Direktur Albadar Institute, Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • wisata Ciamis Lebaran

    Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lonjakan wisata Ciamis Lebaran 2026 menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Ciamis merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Ciamis saat Lebaran mencapai 7,3 persen. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren positif sektor pariwisata Ciamis yang mulai bangkit, meski distribusi wisatawan masih belum merata. Selama periode 21–24 Maret 2026, total 7.660 wisatawan mengunjungi […]

  • Kolak pisang santan legit dengan gula merah dan daun pandan dalam mangkuk saji hangat

    Rahasia Kolak Pisang Legit, Kuncinya di Bahan Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep kolak pisang sering dicari karena hidangan tradisional ini selalu cocok disajikan saat santai bersama keluarga. Selain itu, cara membuat kolak pisang sebenarnya sangat sederhana. Namun, banyak orang masih mengalami masalah yang sama, yaitu rasa terlalu manis atau santan yang membuat kolak terasa enek. Padahal, jika teknik memasaknya tepat, kolak pisang santan […]

  • Pajak Dokter JKN

    Pajak Dokter JKN: Mengapa PB IDI Minta PPh 0,5 Persen?

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Pajak dokter JKN menjadi perhatian setelah Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengajukan usulan PPh Final 0,5 persen atas penghasilan jasa medis dokter yang berasal dari pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)/BPJS Kesehatan. Usulan tersebut tertuang dalam surat PB IDI tertanggal 24 Agustus 2026 kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia. Dalam […]

  • Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Pimpin Rapat OPD, Sinergi Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya menjadi salah satu ruang penting untuk mengevaluasi jalannya program pemerintahan sekaligus memperkuat koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan memimpin rapat bersama para pimpinan OPD di Ruang Rapat Wali Kota Tasikmalaya, Selasa (11/8/2026). Rapat tersebut diarahkan untuk memastikan berbagai program dan kegiatan Pemerintah […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka training center MTQH Jawa Barat 2026 di Pendopo Baru Tasikmalaya.

    Bupati Cecep Yakin Tasikmalaya Bisa Jadi Kabupaten Qur’an

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah peserta khafilah tampak datang sejak pagi dengan membawa map dan mushaf Al-Qur’an di tangan mereka. Di beberapa sudut ruangan, peserta terlihat berbincang pelan sambil menunggu kegiatan dimulai. Di tempat itulah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membuka Training Center […]

  • Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

    Ketahanan Pangan Subang Tetap Kuat di Tengah Alih Fungsi Lahan

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Subang tetap tangguh menjaga ketahanan pangan nasional meski lahan pertanian berkurang akibat industrialisasi. Subang Hadapi Alih Fungsi Lahan dengan Strategi Pertanian Intensif albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat, terus memperkuat ketahanan pangan Subang di tengah derasnya arus pembangunan industri. Meskipun sebagian besar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industri dan infrastruktur, Subang […]

expand_less