Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Saudi Bombardir Yaman Selatan

Saudi Bombardir Yaman Selatan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Serangan udara Saudi ke Yaman selatan menandai eskalasi baru konflik internal dan gagalnya upaya damai regional.

Serangan Udara Saudi Picu Eskalasi Baru

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman selatan. Target utama serangan kali ini adalah posisi Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang selama ini menguasai sebagian wilayah strategis di selatan negara tersebut. Operasi militer itu menandai eskalasi terbaru konflik internal Yaman yang kerap luput dari sorotan publik internasional.

Serangan dilakukan di Provinsi Dhale pada dini hari waktu setempat. Koalisi Saudi menyatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas laporan pergerakan pasukan STC yang dinilai berpotensi memicu konflik terbuka dengan pemerintah Yaman yang diakui internasional. Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya keseimbangan politik dan keamanan di Yaman, bahkan di antara faksi-faksi yang sebelumnya berada di satu kubu.

Klaim Intelijen dan Mandeknya Perundingan Damai

Dalam pernyataan resminya, Koalisi Arab Saudi mengungkapkan adanya klaim intelijen terkait mobilisasi militer STC. Informasi itu mencakup pergerakan kendaraan bersenjata, logistik tempur, serta penguatan pasukan dari Aden menuju Dhale. Koalisi menilai mobilisasi tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas keamanan di Yaman selatan.

Baca juga: Greenland, di Tengah Persaingan AS, China, dan Rusia

Ketegangan meningkat setelah pemimpin STC, Aidarous al-Zubaidi, tidak menghadiri perundingan damai yang difasilitasi Arab Saudi di Riyadh. Ketidakhadiran itu dipandang koalisi sebagai sinyal penolakan terhadap proses politik yang tengah dibangun untuk meredam konflik internal. Pemerintah Yaman bahkan mengumumkan pencopotan al-Zubaidi dari struktur Dewan Kepemimpinan Presiden.

Di sisi lain, STC membantah seluruh tuduhan tersebut. Kelompok separatis itu menyatakan bahwa al-Zubaidi tetap berada di Aden untuk menjalankan tugas pengamanan wilayah. STC juga menilai serangan udara Saudi justru memperkeruh suasana dan menjauhkan peluang dialog politik.

Konflik Internal yang Kian Terbuka

Konflik antara pemerintah Yaman dan STC bukanlah babak baru. Namun, serangan udara langsung dari koalisi Saudi terhadap STC memperlihatkan pergeseran signifikan dalam dinamika perang Yaman. Selama ini, STC kerap diposisikan sebagai sekutu tak langsung koalisi dalam menghadapi kelompok Houthi di utara.

Eskalasi terbaru ini menegaskan bahwa konflik Yaman tidak lagi sekadar perang antara pemerintah dan pemberontak Houthi. Perseteruan internal di wilayah selatan kini berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas nasional. Kondisi ini membuka kemungkinan fragmentasi kekuasaan yang lebih dalam, dengan aktor lokal dan regional saling berebut pengaruh.

Baca juga: Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Serangan di Dhale juga menunjukkan bahwa pendekatan militer masih menjadi pilihan utama dibanding jalur diplomasi. Padahal, perang yang telah berlangsung bertahun-tahun itu telah menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan warga sipil bergantung pada bantuan internasional.

Dampak Regional dan Jalan Terjal Menuju Perdamaian

Langkah Arab Saudi menyerang STC memberi sinyal kuat kepada kawasan bahwa Riyadh ingin tetap memegang kendali atas arah konflik Yaman. Namun, kebijakan ini berisiko menambah lapisan konflik baru di negara yang sudah rapuh secara politik dan ekonomi.

Pengamat Timur Tengah menilai kegagalan perundingan damai serta saling bantah berbasis klaim intelijen mencerminkan rendahnya kepercayaan antarfaksi. Tanpa komitmen politik yang jelas dan inklusif, upaya menghentikan perang Yaman diperkirakan akan terus tersendat.

Eskalasi di Yaman selatan menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak hanya bergantung pada tekanan militer. Selama pendekatan keamanan lebih dominan dibanding dialog politik, konflik Yaman berpotensi terus berulang dengan pola dan aktor yang berbeda, sementara warga sipil tetap menjadi pihak paling terdampak. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bela Diri Begal

    Bela Diri Saat Begal, Jangan Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bela diri begal menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat setelah maraknya aksi kejahatan jalanan di berbagai daerah. Pertanyaan seperti “bolehkah melawan begal?”, “apa batas pembelaan diri menurut hukum?”, hingga “apakah korban boleh melumpuhkan pelaku?” kembali ramai diperbincangkan. Merespons situasi tersebut, Komisi III DPR RI mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan ketika […]

  • Grafik peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM melalui strategi berbasis data dan analisis bisnis

    Data Bicara! Ini 9 Cara UMKM Bikin Pelanggan Setia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Meningkatkan loyalitas pelanggan UMKM kini tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ramah. Pelaku usaha perlu memahami retensi pelanggan, membangun pelanggan setia, serta menggunakan strategi berbasis data. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan terukur mampu meningkatkan pembelian ulang sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Data Penting: Mengapa Loyalitas Pelanggan Sangat Krusial? Pertama, berbagai […]

  • Bahaya Ujub

    Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Menjelang Subuh, lampu masjid kampung masih menyala. Beberapa jamaah datang sambil merapatkan jaket. Ada yang baru mematikan mesin motor. Ada yang terburu-buru karena hampir tertinggal iqamah. Semuanya tampak biasa. Sangat biasa. Namun kehidupan sering menyimpan ironi yang tidak terlihat dari luar. Seseorang bisa rajin ke masjid setiap hari, tetapi hatinya perlahan dipenuhi […]

  • belajar malam di pesantren

    7 Tradisi Santri Belajar Malam di Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat mengaji dan belajar agama. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana suasana belajar malam di pesantren setelah waktu Isya tiba. Tradisi belajar malam di pesantren, kebiasaan santri pada malam hari, dan aktivitas santri setelah mengaji ternyata menyimpan banyak cerita yang jarang terlihat dari luar. Saat sebagian orang […]

  • Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026: Daftar 48 Tim dan Pembagian Grup Resmi, Ada Grup Neraka!

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi sorotan dunia setelah daftar 48 tim dan pembagian grup resmi dirilis. Turnamen akbar ini menghadirkan format baru yang memperluas jumlah peserta, sehingga persaingan Piala Dunia 2026 dipastikan semakin ketat dan penuh kejutan. Selain itu, ajang sepak bola terbesar di dunia ini akan digelar di tiga negara […]

  • Sertifikat Pantai Madasari

    Harim Laut Pangandaran Diduga Dipenuhi Sertifikat, Ada Apa?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sertifikat Pantai Madasari kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menduga persoalan sertifikat tanah di kawasan pesisir tidak hanya terjadi di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bahkan menyebut kasus serupa kemungkinan ditemukan di lebih dari satu lokasi. Pernyataan itu memunculkan pertanyaan baru: berapa banyak sertifikat yang telah terbit […]

expand_less