Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Waspadalah! Modus Baru Penipuan

Waspadalah! Modus Baru Penipuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar menyasar warga Pangandaran. Modus barcode ancam saldo korban.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Modus penipuan WhatsApp kembali menyasar warga. Kali ini, pelaku menggunakan dalih paket tertukar dan mengaku sebagai pihak ekspedisi. Seorang warga Pangandaran nyaris menjadi korban setelah menerima pesan berisi tautan barcode yang diklaim sebagai proses pengembalian dana.

Kasus ini penting dicermati karena menunjukkan pola baru penipuan WhatsApp yang memanfaatkan kebiasaan masyarakat berbelanja daring. Pelaku tidak hanya mengirim pesan, tetapi juga menekan korban secara psikologis agar segera bertindak tanpa sempat berpikir jernih.

Baca juga: Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

Korban diketahui bernama Astuti (35), warga Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Saat ia sedang beres-beres rumah, ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal dengan foto profil menyerupai logo perusahaan ekspedisi.


Modus Paket Tertukar dan Tekanan Psikologis

Dalam pesan tersebut, pelaku menyebutkan bahwa paket milik korban tertukar dengan pelanggan lain. Paket disebut sedang ditahan pihak ekspedisi karena tidak sesuai dengan data penerima.

“Paket kakak sekarang ini tertukar dengan customer lain, dan paket kakak ditahan ekspedisi karena tidak sesuai,” tulis pelaku dalam pesan yang diterima korban.

Tak lama kemudian, pelaku mengirimkan sebuah barcode dan meminta korban memindainya. Barcode tersebut disebut sebagai bagian dari proses klaim pengembalian dana akibat kesalahan pengiriman.

Astuti mengaku awalnya tidak menaruh curiga. Ia mengira pesan tersebut benar-benar berasal dari pihak ekspedisi. Namun, kecurigaan mulai muncul setelah ia memindai barcode tersebut.

“Awalnya saya kira benar dari ekspedisi. Tapi begitu saya scan barcode yang dia kirim, saya mulai curiga. Kok semua saldo saya tertera di layar, kemudian pilihan tombolnya hanya tersedia ‘lanjutkan’,” ujar Astuti kepada redaksi Albadarpost, Senin, 29/12/2025.

Situasi semakin mencurigakan ketika pelaku berulang kali menelepon korban dan mendesaknya untuk segera menekan tombol “lanjutkan” di layar ponsel.


Data Pribadi Jadi Senjata Penipu

Salah satu hal yang paling membuat korban resah adalah kemampuan pelaku mengetahui data pribadinya. Penipu menyebutkan nama dan alamat korban secara detail, meski tidak menyebutkan nomor resi paket pengiriman.

“Aneh juga, dari mana penipu tahu nomor WA saya, alamat saya, tanpa menyebutkan nomor resinya,” kata Astuti.

Fakta ini menunjukkan bahwa penipuan WhatsApp tidak lagi mengandalkan pesan acak semata. Pelaku memanfaatkan potongan data pribadi untuk membangun kesan meyakinkan, meski informasi inti seperti nomor resi tidak pernah ada.

Dalam praktiknya, barcode atau tautan semacam ini kerap digunakan untuk mengarahkan korban ke halaman tertentu yang berfungsi mengambil alih akses akun, dompet digital, atau aplikasi perbankan.


Analisis: Pola Lama dengan Wajah Baru

Modus paket tertukar sejatinya bukan hal baru. Namun, penggunaan barcode dan tekanan melalui panggilan telepon menjadi pembeda penting dalam pola penipuan WhatsApp kali ini.

Pelaku menciptakan situasi darurat agar korban tidak sempat melakukan verifikasi. Kalimat singkat, nada mendesak, dan tampilan visual yang menyerupai sistem resmi menjadi kombinasi efektif untuk menjebak korban.

Kasus ini juga menunjukkan lemahnya literasi keamanan digital di tingkat pengguna. Banyak warga belum menyadari bahwa pihak ekspedisi tidak pernah meminta pemindaian barcode atau klik tautan melalui WhatsApp tanpa prosedur resmi.


Dampak dan Imbauan untuk Warga

Meski Astuti akhirnya tidak melanjutkan proses tersebut, potensi kerugian tetap nyata. Jika tombol “lanjutkan” ditekan, saldo atau data keuangan korban berisiko dikuras dalam hitungan menit.

Kasus ini menjadi peringatan bagi warga agar lebih waspada terhadap penipuan WhatsApp, terutama yang mengatasnamakan jasa pengiriman. Verifikasi selalu perlu dilakukan melalui kanal resmi, bukan melalui tautan atau barcode yang dikirim nomor tak dikenal.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga perlu meningkatkan edukasi publik terkait kejahatan digital yang semakin adaptif dan memanfaatkan celah perilaku masyarakat.

Modus boleh berubah, tetapi prinsipnya sama: penipuan bekerja dengan memanfaatkan kepanikan dan kelengahan. Kewaspadaan digital kini menjadi kebutuhan dasar warga.

Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar kian canggih. Warga wajib waspada terhadap barcode dan tautan tak dikenal. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transparansi Dinkes Tasikmalaya

    Saat Transparansi Diuji, Dinkes Tasikmalaya Pilih Bungkam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Transparansi Dinkes Tasikmalaya tengah menjadi perhatian publik. Bersamaan dengan munculnya temuan audit terkait Dana BOK, masyarakat kini menunggu keterbukaan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Bagi publik, transparansi anggaran kesehatan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari kepercayaan yang harus dijaga oleh setiap institusi pemerintah. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, temuan […]

  • kesbangpol ciamis

    Bakesbangpol Ciamis Dorong Literasi Politik Desa untuk Perkuat Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Penguatan literasi politik desa di Ciamis dipandang krusial untuk menjaga kualitas demokrasi dan partisipasi warga. albadarpost.com, PELITA – Perbincangan mengenai literasi politik desa kembali mencuat di Ciamis. Kepala Bakesbangpol Ciamis, DR. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kualitas demokrasi di tingkat lokal bergantung pada sejauh mana warga desa memahami hak dan peran mereka dalam […]

  • kesederhanaan pesantren

    Bukan Sekadar Sederhana: 9 Nilai Pesantren yang Mengubah Cara Hidup Anak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kesederhanaan pesantren menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri. Nilai ini bukan sekadar gaya hidup hemat, melainkan bagian dari nilai hidup sederhana di pesantren yang mengajarkan ketahanan, keikhlasan, dan kemandirian. Menariknya, di tengah sorotan modernisasi pendidikan, banyak aspek kesederhanaan ini justru jarang diangkat media, padahal dampaknya sangat besar terhadap pembentukan mental generasi […]

  • serangan AS Venezuela

    AS Umumkan Operasi Militer di Venezuela

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Presiden AS mengklaim operasi militer di Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro, memicu ketegangan kawasan. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan berskala besar ke ibu kota Venezuela, Caracas. Klaim ini disertai pernyataan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negaranya. Jika benar, […]

  • Patroli Malam Polsek Purwaharja

    Patroli Malam Polsek Purwaharja Jangkau Perbatasan Jabar-Jateng

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, personel Patroli Malam Polsek Purwaharja justru bergerak menyusuri sejumlah kawasan permukiman hingga wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Langkah preventif itu tidak sekadar menunjukkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Patroli dialogis tersebut […]

  • UU PRT 2026

    Bukan Lagi “Pembantu”: UU PRT 2026 Ubah Status dan Lindungi Pekerja Rumah Tangga

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – UU PRT 2026 akhirnya disahkan pada April 2026 dan langsung mengubah wajah hubungan kerja di rumah tangga. Undang-undang perlindungan pekerja rumah tangga ini tidak hanya mengatur hak pekerja rumah tangga, tetapi juga menegaskan kewajiban majikan lengkap dengan sanksi hukum yang tegas. Selama bertahun-tahun, jutaan pekerja rumah tangga bekerja tanpa kontrak, tanpa batas […]

expand_less