Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Anak mantan Wali Kota Cirebon tertangkap mencuri sepatu jemaah di Masjid At-Taqwa. Aksi terekam CCTV dan jadi sorotan publik.


Aksi Pencurian yang Mengejutkan Jemaah

albadarpost.com, HUMANIORA. Kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon menghebohkan warga, Senin siang (6/10/2025). Di tengah suasana khusyuk ibadah, seorang pria terekam kamera CCTV mengambil sepatu milik jemaah di halaman Masjid Raya At-Taqwa, Jalan RA Kartini, Kota Cirebon. Namun, pelaku kali ini tak bisa kabur. Petugas keamanan yang sudah lama mencurigainya berhasil menangkapnya di tempat kejadian.

Pelaku diketahui berinisial ASN, warga Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Ironisnya, ASN bukan orang sembarangan — ia adalah putra dari mantan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, yang kini tengah menjalani masa tahanan di Rutan Kelas I Cirebon terkait kasus korupsi pembangunan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi ASN dengan jelas beredar cepat di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat pelaku mondar-mandir di area wudhu dan mengambil beberapa pasang sepatu bermerek milik jemaah yang sedang salat.

“Dia sudah lama kami curigai. Dalam rekaman CCTV sebelumnya, gerak-geriknya memang mencurigakan. Tapi kemarin itu paling jelas, dan akhirnya bisa kami tangkap saat datang lagi ke masjid,” kata Rohman, petugas keamanan Masjid At-Taqwa, saat dikonfirmasi wartawan, Senin sore (6/10/2025).


Terungkapnya Modus dan Barang Curian

Menurut Rohman, pencurian sepatu di Masjid Cirebon bukan kejadian pertama. ASN diduga telah beraksi beberapa kali dengan modus yang sama: berpura-pura menjadi jemaah, lalu memanfaatkan waktu salat untuk mengambil barang di rak sepatu.

“Sepatu yang dia ambil bukan sembarangan. Semuanya bermerek dan harganya mahal. Dia tahu mana yang bagus dan cepat dijual,” ujar Rohman.

Ketika diinterogasi di pos keamanan, ASN mengaku sebagian sepatu curian sudah dijual ke pasar barang bekas di wilayah Kesambi, sementara sisanya masih disimpan di rumahnya. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan beberapa pasang sepatu dari berbagai merek ternama seperti Nike, Adidas, dan Bata.

Setelah pemeriksaan awal, pelaku diborgol dan diserahkan ke Polsek Utara Barat (Utbar) Kota Cirebon untuk penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Utbar, AKP Dedi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku sudah kami amankan. Kami masih dalami motif dan kemungkinan adanya kasus serupa di lokasi lain,” ujarnya.


Motif dan Latar Belakang Keluarga

Hasil penyelidikan awal menyebutkan bahwa pelaku mengaku terdesak kebutuhan ekonomi. Namun, polisi belum memastikan motif utama di balik pencurian sepatu di Masjid Cirebon ini. Beberapa pihak menduga tekanan sosial akibat kasus hukum yang menjerat ayahnya turut mempengaruhi kondisi psikologis ASN.

Diketahui, ayah pelaku, Nashrudin Azis (NA), mantan Wali Kota Cirebon periode 2014–2023, kini mendekam di penjara setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Setda Kota Cirebon. Kasus tersebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp26 miliar dari total pagu anggaran Rp86 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Muhamad Hamdan, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan dua alat bukti kuat berupa keterangan saksi, dokumen, dan petunjuk lainnya. “NA diduga memerintahkan tim teknis menandatangani dokumen serah terima proyek yang belum selesai. Akibatnya, proyek tidak sesuai rencana,” kata Hamdan.


Reaksi Publik dan Pihak Masjid

Kasus ini sontak menyedot perhatian warga. Beberapa jemaah yang tengah berada di lokasi ikut menyaksikan proses penangkapan ASN oleh petugas keamanan dan polisi. “Kami kaget, apalagi setelah tahu siapa orangnya. Semoga ini jadi pelajaran bagi semuanya,” kata Herman, salah satu jemaah Masjid At-Taqwa.

Pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Taqwa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengaitkan kasus pribadi pelaku dengan nama besar keluarganya. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang. Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing,” ujar H. Mulyadi, perwakilan DKM.

Beberapa tokoh masyarakat juga menyayangkan kejadian ini. Mereka menilai kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon bukan sekadar tindakan kriminal biasa, tetapi juga mencerminkan persoalan sosial yang lebih dalam — dari tekanan hidup, kehilangan arah, hingga dampak psikologis akibat stigma keluarga.


Penanganan Polisi dan Dampak Sosial

Kepolisian masih mendalami kemungkinan jaringan penadah barang curian yang terlibat dalam kasus ini. Beberapa saksi yang sempat membeli sepatu dari ASN akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan pengurus masjid lain di sekitar Cirebon untuk menelusuri apakah pelaku pernah beraksi di tempat lain.

Sementara itu, di media sosial, kasus ini memunculkan beragam tanggapan. Banyak warganet mengingatkan pentingnya keamanan di tempat ibadah, sementara sebagian lain menyoroti dampak sosial yang dialami keluarga pejabat publik yang tersangkut kasus hukum.

“Bagi kami, ini pelajaran pahit. Tapi juga peringatan bahwa kehormatan keluarga bisa hancur bukan hanya karena korupsi, tapi juga karena kehilangan nilai moral,” tulis seorang pengguna media sosial di akun Facebook komunitas Cirebon Info.


Kesimpulan

Kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon mengguncang publik. Pelaku, anak mantan wali kota, kini diselidiki atas aksinya yang terekam CCTV. (AlbadarPost/DAS)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Business Summit 2025

    Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KADIN Tasikmalaya gelar Business Summit 2025 untuk perkuat daya saing UMKM dan ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai upaya memperkuat daya saing dunia usaha daerah di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola bisnis. Forum ini menjadi penting karena kualitas pertumbuhan ekonomi lokal […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

  • keuangan daerah Tasikmalaya

    Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

  • Ilustrasi sepiring nasi hangat di meja makan keluarga sebagai simbol cinta dalam sepiring nasi untuk suami dan anak.

    Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cinta dalam Sepiring Nasi bukan sekadar ungkapan puitis. Frasa ini menggambarkan bagaimana masakan menjadi bahasa cinta keluarga, sekaligus bentuk kasih sayang paling nyata untuk suami dan anak. Melalui sepiring nasi hangat, seorang istri dan ibu menyampaikan perhatian, doa, dan pengorbanan tanpa banyak kata. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, dapur […]

  • Bahaya Judi Online

    Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan. albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana […]

expand_less