Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polisi Selidiki Penganiayaan Remaja di Tasikmalaya

Polisi Selidiki Penganiayaan Remaja di Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penganiayaan remaja di Tasikmalaya membuat dua pelajar luka serius dan memicu sorotan pada keamanan jalan kota.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dua remaja di Kota Tasikmalaya mengalami luka serius usai menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang bermotor, Sabtu (13/12/2025) dini hari. Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya rasa aman warga, khususnya pelajar, di ruang publik pada jam rawan. Aparat kepolisian kini turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.

Korban diketahui berinisial MA (17), warga Kecamatan Cibeureum, dan FA (17), warga Kecamatan Kawalu. Keduanya merupakan pelajar SMK dan hingga Minggu (14/12/2025) masih menjalani perawatan medis akibat luka yang diderita.

Kronologi Awal Kejadian

Insiden penganiayaan remaja ini terjadi di Jalan Tamansari, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan keterangan keluarga korban, kejadian bermula sejak Sabtu malam.

Nisa Maulani, kakak korban MA, menjelaskan bahwa adiknya berpamitan dari rumah pada Sabtu petang dengan alasan menginap di rumah seorang teman di wilayah Tamansari. Namun, pada dini hari, MA bersama FA keluar rumah untuk membeli rokok di kawasan Gobras.

“Menurut pengakuan adik saya, mereka keluar sebentar untuk beli rokok ke warung dekat tanjakan Gobras,” ujar Nisa, Minggu.

Dalam perjalanan pulang, keduanya merasa diikuti oleh sekelompok orang yang menggunakan tiga unit sepeda motor. Dua di antaranya motor matic, sementara satu lainnya jenis bebek sport.

Penganiayaan Remaja di Jalan Tamansari

Saat berada di sekitar Jalan Tamansari, kawanan tersebut langsung menghadang korban. Serangan terjadi secara cepat dan brutal. Salah satu korban dilempari batu hingga terjatuh dari sepeda motor, lalu dikeroyok secara bergantian.

“Adik saya dipepet, dilempar batu sampai jatuh. Setelah jatuh, dikeroyok pakai alat. Lokasinya dekat Bakso 55,” kata Nisa.

Akibat serangan itu, MA mengalami patah tulang. Sementara FA mengalami cedera lebih berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, FA mengalami gegar otak setelah terkena lemparan batu dan pengeroyokan.

Menurut keterangan korban, para pelaku tidak mengenakan atribut atau simbol tertentu yang mengarah pada identitas geng motor. Namun, pola serangan berkelompok, penggunaan sepeda motor, dan tindakan kekerasan acak menguatkan dugaan aksi kelompok bermotor.

Setelah memastikan korban tak berdaya, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.

Kondisi Korban dan Respons Keluarga

Hingga Minggu siang, kedua korban masih menjalani perawatan intensif. Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga: Polisi Australia Tindak Penembakan Sydney Saat Perayaan Hanukkah

Kasus ini menjadi pukulan psikologis bagi keluarga. Selain trauma fisik, kekerasan tersebut meninggalkan dampak mental yang tidak kecil bagi korban yang masih berusia di bawah 18 tahun.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota.

“Kejadian penganiayaan itu masih dalam penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti,” ujar Nuraeni.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus. Pengamanan di wilayah rawan pada jam dini hari disebut akan menjadi perhatian khusus.

Dampak Sosial dan Rasa Aman Warga

Kasus penganiayaan remaja ini kembali mengangkat persoalan keamanan jalanan di Kota Tasikmalaya. Warga menilai kekerasan acak di ruang publik tidak hanya mengancam keselamatan fisik, tetapi juga membebani masyarakat dengan rasa takut berkepanjangan.

Bagi pelajar, jalanan pada malam hingga dini hari kian dipersepsikan sebagai ruang berisiko. Tanpa pengawasan dan patroli yang konsisten, biaya sosial dari kekerasan semacam ini ditanggung langsung oleh warga dan keluarga korban.

Penganiayaan terhadap dua pelajar di Tamansari menjadi peringatan keras bahwa keamanan publik tidak bisa dianggap remeh. Pengungkapan pelaku secara cepat dan transparan menjadi kunci untuk memulihkan rasa aman warga dan mencegah kekerasan serupa terulang di Kota Tasikmalaya.

Penganiayaan remaja di Tasikmalaya menambah daftar kekerasan jalanan dan mendesak penguatan keamanan publik di wilayah kota. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jalur evakuasi Sukabumi

    Rambu Evakuasi Sudah Dipasang, PMI Ingatkan Hal Ini

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jalur evakuasi Sukabumi diperkuat dengan pemasangan rambu evakuasi di tiga desa pesisir selatan yang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami. PMI Kabupaten Sukabumi bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) memasang rambu tersebut di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Minggu, 16 Agustus 2026. Berdasarkan informasi […]

  • Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

    Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan keluarga berpenghasilan rendah wujudkan hunian layak dan sehat. albadarpost.com, LENSA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pemerataan hunian layak di seluruh Indonesia. Melalui program Bedah Rumah PUPR, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni sekaligus […]

  • SNT Tasikmalaya

    Tasikmalaya Jadi Lokasi SNT, Ini yang Diketahui

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Tidak setiap hari sebuah daerah mendapat kesempatan menjadi lokasi pembangunan sekolah berkonsep nasional. Karena itu, ketika Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tasikmalaya diperkenalkan sebagai proyek pendidikan unggulan, muncul pertanyaan yang langsung mengemuka di tengah masyarakat: mengapa Kabupaten Tasikmalaya yang dipilih? Hingga saat ini, materi publikasi pemerintah lebih banyak menjelaskan konsep pembangunan, fasilitas, dan […]

  • brand UMKM

    Rahasia Brand UMKM Cepat Dikenal, Nomor 3 Paling Ampuh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membangun brand UMKM yang kuat kini menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Brand UMKM, citra usaha kecil, hingga identitas bisnis lokal harus dikelola secara strategis agar mudah dikenali dan diingat konsumen. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara memperkuat branding UMKM secara konsisten, relevan, dan adaptif […]

  • Ibu muslimah menyiapkan menu sahur bergizi dengan sayur, protein, dan buah untuk nutrisi keluarga sehat saat Ramadan.

    Nutrisi Keluarga Sehat Saat Ramadan, Ibu 30+ Wajib Tahu

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 233
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nutrisi keluarga sehat saat Ramadan menjadi kunci utama agar ibu usia 30+ tetap bertenaga sepanjang hari. Pola makan sehat Ramadan, menu sahur bergizi, serta gizi seimbang saat puasa membantu menjaga metabolisme tetap stabil. Tanpa strategi yang tepat, tubuh mudah lemas, konsentrasi menurun, dan risiko gangguan gula darah meningkat. Memasuki usia 30-an, metabolisme […]

  • Perlindungan Anak Pesantren

    Menag Warning Pesantren: Kekerasan pada Anak Tak Bisa Ditoleransi Lagi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perlindungan anak di lingkungan pesantren harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pesantren ramah anak bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata agar santri dapat belajar dan tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, serta bermartabat. Karena itu, ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pendidikan […]

expand_less