Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Zakat Pertanian Desa Babadan Jadi Contoh Kemandirian Sosial Petani Indramayu

Zakat Pertanian Desa Babadan Jadi Contoh Kemandirian Sosial Petani Indramayu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Zakat pertanian Desa Babadan sukses tingkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani Indramayu.

albadarpost.com, HIKMAH. Petani di Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini dikenal bukan hanya karena hasil panennya yang melimpah, tetapi juga karena kepedulian sosial mereka yang tinggi. Melalui praktik zakat pertanian, para petani di desa ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama dan gotong royong dapat menjadi kekuatan ekonomi dan moral bagi masyarakat pedesaan.

Tradisi Zakat Pertanian yang Tumbuh dari Kesadaran Kolektif

Program zakat pertanian di Desa Babadan telah menjadi tradisi yang terus berkembang dan dilaksanakan dengan penuh komitmen. Inisiatif ini dipelopori oleh Kepala Desa Babadan, Sugeng Sari Kusmanto, yang bertekad menjadikan kegiatan zakat sebagai bagian penting dari sistem sosial dan ekonomi desa.

Selama beberapa tahun terakhir, para petani menyalurkan zakat hasil panen mereka, baik dalam bentuk uang tunai maupun beras. Menariknya, kegiatan penyaluran zakat kali ini merupakan yang kedua dalam tahun 2025, dan dilaksanakan di Balai Desa Babadan dengan total 232 mustahik atau penerima manfaat.

“Zakat yang terkumpul mencapai Rp51.118.000 dan 682,5 kilogram beras. Masih ada sekitar Rp36 juta yang akan kami belanjakan untuk beras, dan pendistribusian sisanya akan dilakukan dua bulan ke depan,” kata Sugeng kepada Kompas.com, Jumat (3/10/2025).

Selain itu, Sugeng menegaskan bahwa program zakat pertanian tidak hanya bertujuan memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga berfungsi sebagai upaya nyata untuk menjaga keseimbangan ekonomi desa melalui distribusi hasil panen yang lebih merata.

Keyakinan Petani, Zakat Bawa Berkah dan Lindungi Panen

Lebih lanjut, para petani di Babadan memiliki keyakinan kuat bahwa sebagian dari hasil panen mereka merupakan hak kaum dhuafa. Tak hanya itu, mereka juga percaya bahwa zakat membawa perlindungan ilahiah terhadap sawah dan tanaman mereka dari serangan hama.

“Kami yakin bahwa bersedekah adalah pupuk spiritual bagi tanaman kami. Insya Allah, dengan menunaikan zakat, hama seperti tikus dan wereng tidak akan menyerang lahan pertanian di sini,” tutur Sugeng.

Keyakinan tersebut, menurutnya, tumbuh dari pengalaman panjang masyarakat Babadan dalam mengelola sawah. Sebelum rutin berzakat, hasil pertanian kerap stagnan di kisaran 6 ton per hektar. Namun, sejak penerapan zakat pertanian secara konsisten dan penguatan teknologi pertanian, hasil panen meningkat tajam hingga mencapai 9,3 ton per hektar.

“Kami terus berkoordinasi dengan Badan Penyuluh Pertanian (BPP), dan alhamdulillah produktivitas naik signifikan berkat kerja sama yang solid,” tambahnya.

Dengan demikian, jelas terlihat bahwa zakat bukan hanya berdampak spiritual, tetapi juga membawa efek ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan petani.

Pemerintah Apresiasi dan Ajak Desa Lain Meniru

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turut hadir dalam acara penyaluran zakat tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif luar biasa warga Babadan. Ia menilai program zakat pertanian ini sebagai langkah strategis yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus: meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi kemiskinan.

“Program ini luar biasa karena membantu masyarakat yang membutuhkan dan pada saat yang sama memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” ujar Syaefudin.

Selain itu, ia juga berharap agar konsep zakat pertanian yang diterapkan di Babadan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Indramayu bahkan di seluruh Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

“Jika semua desa bisa menerapkan konsep yang sama, kita bisa menekan angka kemiskinan tanpa harus selalu bergantung pada bantuan pemerintah pusat,” tambahnya.

Dukungan Dinas Pertanian dan Relevansi Zakat bagi Kesejahteraan Buruh Tani

Tak hanya dari pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto. Ia menyatakan bahwa program zakat pertanian yang digagas Desa Babadan adalah bentuk nyata dari inovasi sosial berbasis nilai keagamaan yang mampu memperkuat sistem pertanian berkeadilan.

“Walaupun Alsintan (alat dan mesin pertanian) memang membantu menaikkan produksi, tapi konsep zakat pertanian ini melibatkan buruh tani, dan sebagian hasilnya dialokasikan untuk masyarakat miskin. Ini konsep yang adil dan manusiawi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai pendekatan seperti ini mampu menyeimbangkan antara efisiensi pertanian modern dan kepedulian sosial terhadap kelompok ekonomi lemah. Dengan kata lain, zakat pertanian menjadi solusi holistik yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan spiritual sekaligus.

Zakat Sebagai Pilar Kemandirian Desa

Di sisi lain, program zakat pertanian di Babadan juga menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat di antara warga. Petani, perangkat desa, dan masyarakat penerima zakat kini memiliki hubungan sosial yang lebih harmonis. Setiap kali masa panen tiba, mereka tak hanya bersyukur atas hasil bumi yang melimpah, tetapi juga berbagi dengan penuh sukacita.

“Kami berharap semangat zakat ini terus hidup di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai kewajiban agama, tapi juga sebagai bagian dari identitas sosial Babadan,” ujar Sugeng menutup kegiatan tersebut.

Oleh karena itu, Desa Babadan kini menjadi contoh bagaimana nilai religius dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi yang produktif dan inklusif. Dengan pendekatan semacam ini, masyarakat desa tidak hanya berdaya secara finansial, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual.

Dengan demikian, zakat pertanian terbukti bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga strategi pembangunan desa berbasis keadilan sosial.

Penutup

Zakat pertanian Babadan tingkatkan hasil panen, kurangi kemiskinan, dan jadi teladan bagi desa lain di Indramayu. (AlbadarPost/DAS)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMKM Jabar

    Kemenko PM Siapkan Program 1001 Pasar Malam untuk UMKM Jabar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Kemenko PM rancang program 1001 Pasar Malam untuk memperkuat pemasaran UMKM Jabar berbasis aset publik. albadarpost.com, LENSA – Kondisi UMKM Jabar kembali menjadi perhatian pemerintah pusat karena hambatan struktural yang terus menggerus potensi pelaku usaha. Pemerintah menilai ketertinggalan literasi pemasaran digital dan keterbatasan akses pasar telah menahan ekspansi UMKM, meski Jawa Barat selama ini menjadi […]

  • Monitoring Garut

    Bupati Garut Kawal Infrastruktur dan Bantuan Sosial

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Monitoring Garut memastikan perbaikan jalan dan penyaluran bantuan tepat sasaran bagi warga Margawati. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan monitoring Garut dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut pada Rabu, 10 Desember 2025. Bupati Garut meninjau perbaikan jalan perkotaan dan memantau penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota. Langkah ini penting karena menyangkut dua kebutuhan dasar warga: infrastruktur […]

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • Kepala Ikan Mangmung

    Kepala Ikan Mangmung Sebagai Alternatif Protein Keluarga

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Olahan kepala ikan mangmung menjadi menu rumah tangga bernilai gizi, hemat biaya, dan mudah dibuat. albadarpost.com, LIFESYLE – Kepala ikan mangmung yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah dapur, kini kembali dilirik sebagai bahan pangan rumah tangga bernilai gizi dan ekonomis. Dengan teknik pengolahan sederhana, bagian ikan ini dapat diolah menjadi menu utama yang layak […]

  • syarat sah wudhu

    Wudhu sebagai Fondasi Kesucian Ibadah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesadaran berwudhu dengan benar kembali mendapat perhatian ulama. Wudhu bukan sekadar rutinitas sebelum salat, melainkan fondasi kesucian ibadah yang menentukan sah atau tidaknya amalan seorang muslim. Kelalaian dalam wudhu berpotensi menggugurkan nilai ibadah, meski dilakukan dengan niat baik. Dalam Islam, syarat sah wudhu menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan salat dan ibadah […]

  • Menunda Ibadah

    Mengapa Allah Tidak Menunggu Hidupmu Tenang? Jawabannya Menampar

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah Anda berkata dalam hati, “Nanti kalau pekerjaan sudah selesai, saya akan lebih rajin salat.” Atau mungkin, “Kalau usaha sudah stabil, saya mulai rutin mengaji.” Sebagian orang bahkan menunggu anak-anak dewasa, utang lunas, atau masa pensiun sebelum benar-benar mendekat kepada Allah. Sekilas, alasan itu terdengar masuk akal. Namun, menurut hikmah ke-31 dalam […]

expand_less