Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pangandaran Fest 2026: Letto, Kuliner, dan Tabligh Akbar Gratis

Pangandaran Fest 2026: Letto, Kuliner, dan Tabligh Akbar Gratis

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pangandaran Fest 2026 meramaikan rangkaian Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran pada 22–24 Oktober 2026. Materi publikasi acara mencantumkan beragam kegiatan, mulai dari festival Pindang Gunung dengan target 1.400 porsi, kriya Batik Tulis Pangandaran, olahraga, dan perlombaan hingga penampilan Letto serta Tabligh Akbar bersama Ustaz Hilman Fauzi.

Sejumlah agenda berpusat di Alun-Alun Paamprokan. Sementara itu, Tabligh Akbar dijadwalkan berlangsung di Alun-Alun Parigi pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Rangkaian kegiatan tersebut memadukan hiburan, kebudayaan, kuliner, dan kegiatan keagamaan dalam satu perayaan. Karena itu, Pangandaran Fest 2026 menawarkan lebih dari sekadar panggung hiburan: acara ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat dan pengunjung.

Letto dan Tabligh Akbar Warnai Milangkala Pangandaran

Penampilan Letto menjadi salah satu agenda hiburan yang menarik perhatian dalam perayaan tahun ini. Berdasarkan materi publikasi, grup musik tersebut dijadwalkan tampil pada Jumat, 23 Oktober 2026, atau hari kedua rangkaian kegiatan.

Pada hari berikutnya, masyarakat dapat mengikuti Tabligh Akbar bersama Ustaz Hilman Fauzi. Pengumuman acara mencantumkan tema “Bersyukur dalam Iman, Bersatu Membangun Pangandaran” dan menyatakan kegiatan terbuka untuk umum.

Dua agenda tersebut menghadirkan pilihan kegiatan dengan karakter berbeda. Penampilan musik menyasar penikmat hiburan, sedangkan Tabligh Akbar menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Pengunjung sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari penyelenggara sebelum berangkat. Langkah ini penting untuk memastikan jadwal, lokasi, serta ketentuan kehadiran apabila panitia mengumumkan perubahan.

Festival Pindang Gunung Angkat Kuliner Khas Daerah

Pangandaran Fest 2026 juga menempatkan kuliner lokal sebagai bagian dari perayaan. Materi acara mencantumkan festival Pindang Gunung dengan target penyajian 1.400 porsi pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Selain kuliner, penyelenggara memasukkan kegiatan kriya Batik Tulis Pangandaran dalam agenda hari pertama. Kedua kegiatan tersebut memperlihatkan sisi berbeda dari potensi daerah, yakni kekayaan makanan khas dan kreativitas perajin.

Pindang Gunung dapat menjadi pintu pengenalan kuliner Pangandaran kepada pengunjung. Sementara itu, batik tulis menghadirkan kesempatan untuk mengenal karya kerajinan yang berkaitan dengan identitas budaya lokal.

Kegiatan semacam ini juga membuka peluang promosi produk daerah. Namun, dampak terhadap penjualan pelaku usaha atau pendapatan perajin belum dapat dipastikan hanya berdasarkan poster acara. Untuk menilai dampak ekonomi secara akurat, diperlukan data transaksi atau keterangan langsung dari pelaku usaha dan penyelenggara.

Ini Rangkaian Agenda 22–24 Oktober 2026

Materi rundown Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran memuat sejumlah kegiatan selama tiga hari. Berikut ringkasan agenda berdasarkan informasi yang tersedia.

Kamis, 22 Oktober 2026

Agenda hari pertama tercantum berlangsung pukul 08.00–17.00 WIB. Kegiatannya meliputi Festival Permainan Rakyat, pembukaan acara, apresiasi siswa berprestasi tingkat sekolah dasar, Festival Pindang Gunung, dan Kriya Batik Tulis Pangandaran.

Jumat, 23 Oktober 2026

Hari kedua mencakup CBP PesisiRun Vol. 2, Senam 5J, Tari Kolosal, dan Harmoni Milangkala. Materi rundown mencantumkan rentang waktu pukul 06.00–22.30 WIB. Pada hari yang sama, Letto dijadwalkan tampil sebagai bintang tamu.

Sabtu, 24 Oktober 2026

Agenda hari ketiga meliputi lomba mewarnai untuk TK/PAUD, lomba Ranking 1, lomba mendongeng, dan lomba yel-yel. Pada malam harinya, materi publikasi mencantumkan Tabligh Akbar bersama Ustaz Hilman Fauzi di Alun-Alun Parigi.

Ada satu rincian yang masih memerlukan konfirmasi. Poster rundown menuliskan waktu hari ketiga pukul 08.00–25.00 WIB. Karena format tersebut tidak lazim dalam penulisan waktu, pembaca sebaiknya merujuk pada pengumuman terbaru panitia untuk memastikan jam kegiatan. Redaksi juga perlu memperoleh klarifikasi sebelum mencantumkan waktu tersebut sebagai jadwal final.

CBP Championship Buka Lomba Mewarnai Anak

Rangkaian Milangkala turut menghadirkan CBP Championship dengan tema “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”. Pengumuman kegiatan mencantumkan dua kategori, yaitu lomba mewarnai tingkat TK/PAUD dan lomba mewarnai untuk siswa SD kelas 4–6.

Setiap kategori menyediakan kuota bagi 50 pendaftar pertama. Materi pengumuman juga mencantumkan batas pendaftaran pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 12.00 WIB.

Calon peserta dapat membaca petunjuk teknis melalui tautan juknis CBP Championship dan membuka tautan pendaftaran.

Orang tua atau pendamping perlu memeriksa persyaratan, ketentuan peserta, dan ketersediaan kuota melalui kanal panitia. Informasi tersebut penting agar calon peserta tidak mengandalkan poster lama apabila penyelenggara telah memperbarui ketentuan lomba.

Akses Gratis dan Informasi Resmi Acara

Materi promosi Pangandaran Fest & Rupiah mencantumkan keterangan free entry. Meski demikian, pengunjung perlu memastikan apakah ketentuan masuk gratis berlaku untuk seluruh rangkaian acara dan apakah ada persyaratan khusus pada kegiatan tertentu.

Informasi Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran juga dicantumkan melalui situs pemerintah daerah di pangandarankab.go.id/milangkala. Masyarakat dapat memeriksa kanal resmi tersebut untuk mencari pembaruan mengenai jadwal, lokasi, dan informasi penyelenggaraan.

Bagi masyarakat, rangkaian acara ini menawarkan pilihan hiburan sekaligus kesempatan mengenal kuliner, kerajinan, olahraga, dan seni budaya Pangandaran. Bagi daerah, keberhasilan perayaan juga patut dilihat dari ketertiban pelaksanaan, partisipasi masyarakat, serta manfaat nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Milangkala bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah. Nilai terbesarnya terletak pada budaya yang terus hidup, masyarakat yang terlibat, dan potensi lokal yang memperoleh ruang untuk tumbuh. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less