Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

Pemda Tasikmalaya Gandeng Publik untuk Arah Pembangunan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Sosialisasi pengaduan publik di Tasikmalaya menentukan arah transparansi dan kualitas layanan.

albadarpost.com, EDITORIAL – Sosialisasi pengaduan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan satu hal mendasar: transparansi bukan lagi jargon, melainkan ukuran mutu pelayanan publik. Acara yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nana Heryana, di Op.room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (09/12/2025), menghadirkan pesan tegas bahwa akses informasi dan mekanisme aduan telah menjadi barometer kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah. Ini relevan, karena arus protes masyarakat mengenai infrastruktur dan kualitas layanan meningkat seiring tuntutan publik atas keterbukaan.


Fakta Dasar dan Konteks Publik

Asda Nana menyampaikan, keterbukaan informasi kini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik. Pemerintah daerah dituntut mampu menyediakan layanan yang lebih cepat, efisien, dan akuntabel. Digitalisasi disebut sebagai poros untuk mempercepat kerja birokrasi. Data pengaduan pun menunjukkan kecenderungan serupa: masyarakat tidak sekadar ingin dilayani, mereka ingin tahu bagaimana keputusan dibuat dan mengapa prioritas pembangunan ditetapkan.

Dalam forum sosialisasi pengaduan publik itu, Asda Nana menyoroti bahwa keluhan masyarakat—khususnya mengenai kerusakan infrastruktur jalan—mendominasi laporan masuk. Aduan itu menjadi alat navigasi pembangunan, termasuk percepatan program “Jalan Kasep” yang dijanjikan selesai dalam dua tahun. Pemerintah mengakui bahwa suara warga bukan beban, tetapi parameter kebutuhan riil di lapangan.

Kegiatan ini dihadiri Komisi Informasi Jawa Barat, Ombudsman Jawa Barat, perwakilan Kemendagri, dan unsur perangkat daerah. Mereka menyampaikan materi tentang standar layanan informasi publik, tata kelola pengaduan sesuai Permendagri 8/2023, serta sinergi PPID untuk memperkuat transparansi.


Transparansi Butuh Disiplin Institusional

Redaksi melihat bahwa sosialisasi pengaduan publik bukan sekadar agenda rutin. Ia merupakan indikator bagaimana pemerintah daerah menata ulang hubungannya dengan warga. Ketika aduan paling dominan menyentuh kerusakan jalan, pemerintah semestinya membaca itu sebagai tanda bahwa kebutuhan dasar belum terpenuhi. Di titik ini, komitmen transparansi diuji melalui dua aspek: responsivitas dan akurasi informasi.

Digitalisasi layanan memang memberi manfaat, tetapi tidak otomatis menutup celah buruknya koordinasi birokrasi. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa laporan masyarakat tidak berhenti sebagai statistik. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), sebagaimana ditekankan Asda Nana, perlu diperkuat agar alur informasi publik berjalan efektif dan dapat diverifikasi secara berkala.


Konteks Historis dan Perbandingan

Isu keterbukaan informasi bukan hal baru. Banyak daerah di Indonesia tersendat karena mekanisme pengaduan publik tidak dilengkapi tindak lanjut yang jelas. Di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Estonia, pengaduan publik justru menjadi instrumen yang mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan skor kepercayaan publik. Perbandingan ini memberi pelajaran penting: sistem informasi hanya bermakna jika lembaga eksekutornya disiplin.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Perkuat Sosialisasi Pengaduan Publik

Tasikmalaya berada pada titik krusial untuk menata ulang sistem tersebut. Tingginya aduan di sektor infrastruktur harus dibaca sebagai pola, bukan insiden.


Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpandangan bahwa pemerintah daerah wajib menjadikan sosialisasi pengaduan publik sebagai momentum memperbaiki tata kelola pelayanan. Warga tidak menuntut kemewahan; mereka meminta jalan yang layak, layanan yang responsif, dan proses pembangunan yang transparan. Ini tanggung jawab dasar negara.

Redaksi mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat PPID, membuka dashboard laporan secara publik, serta menetapkan tenggat penyelesaian aduan yang terukur. Keterbukaan informasi bukan sekadar kepatuhan administratif, tetapi prasyarat demokrasi lokal yang sehat.


Transparansi tidak hadir dari pidato, tetapi dari mekanisme yang bekerja. Sosialisasi pengaduan publik harus menjadi pintu ke layanan yang lebih jujur dan pembangunan yang berorientasi pada warga.

Sosialisasi pengaduan publik jadi penentu kualitas layanan. Tasikmalaya perlu memperkuat PPID dan disiplin tindak lanjut untuk menjaga kepercayaan warganya.


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • mobilitas wisman Jawa Barat

    BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    BPS Jabar mencatat mobilitas wisman bergeser dari Bandara Kertajati ke kereta cepat Whoosh sepanjang 2025. albadarpost.com, LENSA — Perubahan arus wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat semakin jelas, dan bukan lagi berpusat pada jalur udara. Data Badan Pusat Statistik provinsi menunjukkan wisatawan asing kini lebih banyak masuk lewat moda kereta cepat Whoosh dibanding Bandara Internasional Jawa […]

  • ngarumat hulu cai

    Hari Ini Rawat Alam, Besok Alam Jaga Kita: Momen Menggetarkan di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Gunung Kokosan Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, terasa berbeda pada peringatan Hari Bumi 2026, Rabu 22 April 2026. Di tengah hijaunya pepohonan dan gemericik air, gaung ngarumat hulu cai menggema—bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan nyata menjaga sumber kehidupan: air. Sejak awal kegiatan dimulai, pesan tentang pelestarian […]

  • Motor Kembali

    Tangis Haru di Mapolres Tasikmalaya, Motor Hilang Akhirnya Pulang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana haru menyelimuti Mapolres Tasikmalaya, Senin (1/6/2026), ketika dua unit sepeda motor hasil curanmor akhirnya kembali ke tangan pemiliknya. Bagi sebagian orang, kendaraan itu mungkin hanya benda mati. Namun bagi para korban, motor tersebut adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang sempat hilang selama berbulan-bulan. Dua kendaraan yang diserahkan langsung oleh […]

  • MK UU Pers 145/PUU-XXIII/2025

    Putusan MK Tegaskan Garis Merah Sengketa Jurnalistik

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan batas tegas antara sengketa jurnalistik dan tindak pidana. Dalam Putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025, MK menyatakan bahwa karya jurnalistik tidak dapat langsung diproses secara pidana atau perdata tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Putusan tersebut memperjelas posisi Dewan Pers sebagai pintu awal […]

  • Ilustrasi seseorang merenung setelah posting ibadah di media sosial karena takut riya

    Tanpa Sadar! Ini Cara Riya Masuk Lewat Postingan Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Riya media sosial sering terjadi tanpa disadari. Banyak orang merasa sedang berbagi kebaikan, padahal bisa jadi itu adalah pamer ibadah, pencitraan amal, atau keinginan mendapatkan pujian. Di era digital, batas antara inspirasi dan riya semakin tipis. Karena itu, memahami cara menghindari riya di media sosial menjadi sangat penting agar amal tetap ikhlas […]

  • sidang isbat

    Sidang Isbat Jadi Penentu, MUI Tegaskan Kedudukan Hasilnya

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penjelasan soal sidang isbat, penetapan awal Ramadan, dan keputusan pemerintah kembali menjadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa hasil sidang isbat memiliki kedudukan penting dan harus diikuti oleh umat Islam di Indonesia. Sejak lama, perbedaan metode seperti hisab dan rukyat sering memunculkan perbedaan awal puasa. Namun kini, fatwa MUI memberikan […]

expand_less