Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Haornas ke-43, Stadion Tasikmalaya Jadi Sorotan

Haornas ke-43, Stadion Tasikmalaya Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Stadion Tasikmalaya kembali menjadi bagian penting dalam pembicaraan mengenai masa depan olahraga daerah pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (25/9/2026). Di tengah ajakan agar masyarakat semakin gemar berolahraga, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menegaskan keberlanjutan pembangunan stadion sebagai salah satu bagian dari upaya mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga.

Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., bersama Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., menghadiri peringatan tersebut di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Momentum Haornas kali ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pesan yang disampaikan pemerintah daerah mengarah pada dua hal yang saling berkaitan: memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat dan memperkuat fasilitas yang dapat menopang pembinaan prestasi.

Haornas dan Dorongan Menjadikan Olahraga sebagai Kebiasaan

Dikutip dari Pemda Tasikmalaya, Bupati Cecep menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus mendorong masyarakat agar semakin gemar berolahraga.

Menurutnya, olahraga tidak semestinya hanya menjadi aktivitas atlet atau kelompok masyarakat yang memang memiliki hobi olahraga. Aktivitas tersebut perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan terus mendorong masyarakat agar semakin gemar berolahraga. Kita ingin olahraga tidak hanya dilakukan oleh para atlet atau mereka yang memiliki hobi olahraga, tetapi menjadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Cecep.

Pesan tersebut memperluas makna Haornas. Olahraga bukan hanya tentang pertandingan dan prestasi, tetapi juga menyangkut kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebugaran dan menjalani aktivitas fisik secara rutin.

Karena itu, budaya olahraga membutuhkan lingkungan yang mendukung. Masyarakat membutuhkan ruang, sementara atlet membutuhkan fasilitas untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan.

Stadion Tasikmalaya Didorong Berlanjut

Dalam momentum yang sama, keberlanjutan pembangunan Stadion Kabupaten Tasikmalaya kembali mendapat perhatian.

Cecep menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih terus berikhtiar agar pembangunan stadion dapat berlanjut. Ia berharap proses tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada tahun ini kita juga terus berikhtiar atas keberlanjutan pembangunan Stadion Kabupaten Tasikmalaya. Kita berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menempatkan stadion bukan hanya sebagai proyek fisik. Keberadaannya diharapkan memiliki fungsi yang lebih luas dalam mendukung aktivitas olahraga masyarakat serta pembinaan atlet di Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan demikian, keberlanjutan pembangunan menjadi bagian dari upaya menciptakan fasilitas yang dapat menunjang perkembangan olahraga daerah.

D'Arrian Collections

Tantangannya Bukan Hanya Menyelesaikan Pembangunan

Sebuah fasilitas olahraga pada akhirnya tidak berhenti pada proses pembangunannya. Setelah tersedia, pemanfaatan dan pengelolaan fasilitas menjadi bagian penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam konteks olahraga Kabupaten Tasikmalaya, stadion dapat memiliki peran strategis apabila mampu mendukung berbagai aktivitas olahraga secara optimal.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pembinaan atlet sekaligus mendukung aktivitas masyarakat. Karena itu, pembangunan dan pemanfaatan perlu berjalan dalam satu arah.

Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika pemerintah daerah ingin menjadikan olahraga sebagai aktivitas yang dapat dilakukan seluruh lapisan masyarakat.

Semangat untuk meningkatkan partisipasi olahraga membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai. Sebaliknya, fasilitas olahraga juga membutuhkan aktivitas masyarakat dan pembinaan yang berkelanjutan agar keberadaannya memiliki manfaat maksimal.

Dari Seremoni Haornas Menuju Ekosistem Olahraga

Peringatan Haornas ke-43 di Kabupaten Tasikmalaya memberikan gambaran bahwa pembangunan olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian atlet di arena pertandingan.

Ada sisi lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana masyarakat memiliki kebiasaan berolahraga dan bagaimana pemerintah menyediakan lingkungan yang mendukung aktivitas tersebut.

Di titik itu, Stadion Tasikmalaya memiliki relevansi yang lebih luas.

Pembangunan fasilitas dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem olahraga, tetapi manfaatnya akan bergantung pada pemanfaatan setelah fasilitas tersebut tersedia. Pembinaan atlet, aktivitas komunitas, serta olahraga masyarakat membutuhkan kesinambungan agar fasilitas yang dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur semata.

Karena itu, pesan Haornas tahun ini memiliki pekerjaan rumah yang jelas. Ajakan untuk gemar berolahraga perlu berjalan bersama dengan upaya menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Tasikmalaya, keduanya bukan dua agenda yang terpisah. Masyarakat membutuhkan ruang untuk berolahraga, sedangkan pembinaan prestasi membutuhkan tempat yang dapat menunjang proses latihan dan kompetisi.

Stadion dan Masa Depan Olahraga Tasikmalaya

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap keberlanjutan pembangunan Stadion Kabupaten Tasikmalaya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pembinaan serta pengembangan prestasi olahraga.

Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan olahraga membutuhkan perspektif jangka panjang.

Haornas dapat menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya olahraga. Namun, keberlanjutan budaya olahraga membutuhkan lebih dari satu hari peringatan.

Diperlukan kebiasaan masyarakat, pembinaan yang konsisten, serta fasilitas yang mampu mendukung keduanya.

Di sinilah keberadaan stadion nantinya diharapkan memiliki fungsi yang lebih besar: bukan sekadar tempat pertandingan, tetapi menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat, komunitas olahraga, dan pembinaan atlet.

Haornas bukan sekadar soal siapa yang bertanding dan siapa yang menang. Ukuran yang lebih panjang adalah apakah olahraga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Karena itu, Stadion Tasikmalaya nantinya tidak cukup hanya berdiri. Ia harus hidup—menjadi ruang bagi masyarakat untuk bergerak, bagi atlet untuk tumbuh, dan bagi olahraga daerah untuk terus berkembang. (Red)

 

  • Penulis: redaktur
expand_less