FC Seoul vs Persib: Selisih Nilai Skuad Cuma Rp27,5 Miliar
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi FC Seoul vs Persib Bandung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – FC Seoul vs Persib menyajikan duel menarik sebelum bola bergulir. Bukan hanya karena keduanya menjadi wakil dari dua negara, tetapi juga karena nilai pasar skuad FC Seoul dan Persib Bandung ternyata tidak terpaut terlalu jauh. Berdasarkan data Transfermarkt per 15 September 2026, FC Seoul memiliki nilai skuad sekitar Rp209,6 miliar, sedangkan Persib berada di angka Rp182,1 miliar.
Dengan angka tersebut, selisih nilai kedua tim mencapai sekitar Rp27,5 miliar. FC Seoul memang lebih mahal, tetapi perbedaannya tidak menunjukkan jurang valuasi yang ekstrem.
Fakta itu membuat duel FC Seoul vs Persib menarik dilihat dari perspektif berbeda. Sebab, pertandingan di Seoul World Cup Stadium bukan hanya mempertemukan klub Korea Selatan dan Indonesia. Laga tersebut juga mempertemukan dua skuad yang secara nilai pasar relatif berdekatan.
Pertandingan ini merupakan matchday pertama Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 16 September 2026 pukul 17.00 WIB.
FC Seoul Memang Lebih Mahal
Jika hanya melihat angka total, FC Seoul berada di posisi teratas.
Data Transfermarkt per 15 September mencatat skuad FC Seoul bernilai 10,28 juta euro, yang dikonversi sekitar Rp209,6 miliar. Sementara itu, Persib mempunyai nilai pasar 8,93 juta euro atau sekitar Rp182,1 miliar.
Artinya, FC Seoul unggul sekitar 1,35 juta euro atau Rp27,5 miliar.
Namun, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Nilai pasar pemain bukan harga jual resmi sebuah klub. Angka tersebut juga tidak dapat menjadi jaminan hasil pertandingan.
Dengan kata lain, FC Seoul memang lebih mahal di atas kertas. Akan tetapi, selisihnya tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa Persib datang dengan kualitas skuad yang terpaut jauh.
Justru sebaliknya, perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Maung Bandung memiliki valuasi skuad yang cukup kompetitif ketika disejajarkan dengan FC Seoul.
Yazan Al-Arab vs Thom Haye
Perbandingan semakin menarik ketika melihat pemain dengan nilai pasar tertinggi di masing-masing tim.
Di kubu FC Seoul, Yazan Al-Arab menjadi pemain dengan valuasi tertinggi. Bek asal Yordania tersebut mempunyai nilai pasar sekitar 1 juta euro, atau sekitar Rp20,4 miliar.
Sementara itu, pemain dengan nilai pasar tertinggi di Persib adalah Thom Haye. Gelandang Timnas Indonesia tersebut mempunyai valuasi sekitar 900 ribu euro, atau Rp18,4 miliar.
Perbedaannya hanya sekitar 100 ribu euro.
Fakta tersebut memberikan gambaran penting. Keunggulan total nilai FC Seoul bukan semata-mata karena mereka mempunyai satu pemain dengan harga pasar yang jauh meninggalkan pemain Persib.
Sebaliknya, perbedaan tersebut merupakan akumulasi nilai seluruh pemain dalam skuad.
Karena itu, menarik jika publik tidak hanya melihat siapa yang memiliki pemain termahal, tetapi juga bagaimana kualitas kolektif kedua tim bekerja di lapangan.
Selisih Rp27,5 Miliar Bukan Jaminan Kemenangan
Di sepak bola, angka pasar hanya salah satu indikator.
Strategi pelatih, kedalaman skuad, kondisi pemain, efektivitas serangan, organisasi pertahanan, hingga kemampuan membaca momentum pertandingan jauh lebih menentukan ketika pertandingan benar-benar dimulai.
Karena itu, nilai pasar tidak bisa digunakan sebagai alat untuk memastikan pemenang FC Seoul vs Persib.
FC Seoul memiliki keuntungan lain sebagai tuan rumah. Mereka akan tampil di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan. Selain itu, laga ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memulai perjalanan di ACL Two dengan hasil positif.
Persib, di sisi lain, harus menghadapi tantangan tandang sekaligus atmosfer pertandingan Asia.
Namun, justru di sinilah nilai Rp182,1 miliar menjadi menarik. Persib tidak datang sebagai tim dengan valuasi yang sangat jauh di bawah lawannya.
Ada modal yang cukup untuk membuat pertandingan ini layak dinantikan.
Duel Asia yang Tidak Bisa Ditentukan dari Harga Skuad
Secara finansial, FC Seoul menang atas Persib.
Rp209,6 miliar berbanding Rp182,1 miliar.
Tetapi selisih sekitar Rp27,5 miliar tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perbedaan kedua tim tidak sebesar yang mungkin dibayangkan.
FC Seoul memiliki Yazan Al-Arab sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi. Persib memiliki Thom Haye sebagai pemain dengan valuasi tertinggi. Bahkan, perbedaan nilai kedua pemain itu relatif kecil jika dibandingkan dengan total nilai skuad masing-masing.
Maka, pertandingan ini tidak tepat jika hanya dibaca sebagai pertarungan antara klub yang “mahal” melawan klub yang “murah”.
Lebih menarik melihatnya sebagai duel dua tim dengan modal pasar yang cukup berdekatan, tetapi menghadapi kondisi pertandingan yang berbeda.
FC Seoul membawa keuntungan sebagai tuan rumah. Persib membawa tantangan sekaligus kesempatan untuk membuktikan diri di panggung Asia.
Pada akhirnya, angka hanya memberikan gambaran sebelum pertandingan.
FC Seoul boleh unggul Rp27,5 miliar di atas kertas. Namun, ketika pertandingan dimulai, nilai pasar berhenti menjadi angka dan berubah menjadi pertanyaan: siapa yang mampu mengubah kualitas skuad menjadi kemenangan? (Red)
- Penulis: redaktur







