Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Galumpit bergotong royong menangani longsor Tasikmalaya dan memulihkan akses jalan desa.

albadarpost.com, HUMANIORA – Longsor di Kabupaten Tasikmalaya yang menutup jalan penghubung Galumpit–Puspahiang pada 4 Desember 2025 membuat aktivitas warga lumpuh dalam sekejap. Jalur utama yang menjadi akses kerja, sekolah, dan distribusi sembako tertimbun tanah basah setelah hujan deras mengguyur perbukitan Sodonghilir. Dampaknya langsung terasa: mobilitas terhenti, kegiatan warga terhambat, dan bantuan resmi belum tampak.

Namun warga Dusun Galumpit memilih tidak diam. Mereka turun tangan membersihkan material longsor Tasikmalaya dengan peralatan seadanya. Aksi ini menjadi bukti bahwa solidaritas kampung masih menjadi benteng pertama ketika pemerintah terlambat bergerak.

Fakta Dasar dan Konteks Lapangan

Longsor terjadi setelah hujan intens sejak sore hingga malam, membuat kontur bukit labil dan jalan desa tertutup gundukan tanah. Tidak ada alat berat yang datang pada hari kejadian. Warga tidak mendapat kepastian kapan akses itu akan kembali pulih. Kondisi ini memaksa warga mengambil keputusan cepat.

Pada Minggu pagi, 7 Desember 2025, puluhan warga Galumpit mulai bergotong royong. Suara cangkul dan sekop terdengar sejak matahari naik. Kepala Dusun, Nurul, ikut berada di barisan warga. Ia tidak memimpin sebagai aparat, melainkan sebagai warga yang merasakan dampak yang sama. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan anak muda hingga warga lansia bekerja tanpa jarak. Tidak ada yang berdiri menonton atau sekadar memberi instruksi.

Material tanah dimasukkan ke karung, bebatuan digeser pelan, dan sebagian badan jalan kembali terbuka menjelang siang. Kendaraan roda dua mulai bisa melintas meski kondisi tanah masih licin dan labil. Warga pun memberi peringatan agar pengendara berhati-hati.

Rencana mendatangkan alat berat sempat dibahas. Namun kondisi tanah yang belum stabil membuat warga mempertimbangkannya kembali. Mereka khawatir penggunaan buldoser justru memperparah kerusakan jalan. Gotong royong menjadi pilihan paling masuk akal dalam situasi itu.

Respons Warga Menghadapi Longsor Tasikmalaya

Aksi warga Galumpit di tengah longsor Tasikmalaya bukan sekadar kerja bakti mingguan. Apa yang berlangsung adalah bentuk kemandirian sosial yang hari ini mulai jarang terlihat. Warga tidak mencari panggung, tidak menyalahkan pemerintah, dan tidak membuat protes simbolik. Mereka memilih cara senyap namun efektif: bekerja hingga akses kembali terbuka.

Baca juga: Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

Dalam banyak kasus bencana di desa, masyarakat memang selalu menjadi pihak yang bergerak lebih dulu. Di Galumpit, pola itu muncul lagi. Meskipun alat terbatas, kerja bersama membuat beban fisik terasa lebih ringan. Tekanan psikologis pun berkurang karena warga menghadapi musibah dengan sikap tenang.

Kondisi ini sekaligus menyoroti keterbatasan respons pemerintah daerah. Penanganan awal longsor Tasikmalaya bergantung pada warga, bukan pada mekanisme resmi. Situasi darurat seharusnya memiliki jalur koordinasi yang lebih cepat agar warga tidak dibiarkan mengatasi bencana sendirian.

Dampak Sosial dan Cermin Wajah Tasikmalaya

Sodonghilir, terutama Dusun Galumpit, memang tidak berada di pusat keramaian. Namun peristiwa ini menunjukkan bahwa identitas warga Tasikmalaya tidak hanya terbaca dari geliat kotanya, tetapi juga dari ketangguhan desa-desa kecil. Warga bergerak tanpa gaduh. Mereka tahu bahwa menunggu bantuan bisa memperlambat roda kehidupan.

Gotong royong warga Galumpit menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat sering tumbuh dari tindakan sederhana: turun ke lokasi, bekerja, dan menjaga ritme pemulihan tanpa mengumbar keluhan. Situasi itu sekaligus menjadi potret bagaimana solidaritas sosial bisa bertahan di tengah era yang semakin individualistik.

Longsor Tasikmalaya masih menyisakan pekerjaan besar. Jalan Galumpit–Puspahiang belum sepenuhnya pulih. Tanah masih basah dan rawan bergerak saat diguyur hujan berikutnya. Namun semangat warga sudah kembali utuh. Aksi mereka menjadi bukti nyata bahwa pemulihan awal sebuah bencana sering dimulai dari keputusan cepat masyarakat.

Gotong royong warga Galumpit mempercepat pemulihan longsor Tasikmalaya dan menjadi contoh ketahanan sosial yang tetap relevan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penganiayaan Kurir COD di Bekasi: Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

    Penganiayaan Kurir COD di Bekasi: Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi berakhir. Pelaku menyerahkan diri dan dijerat Pasal 351 KUHP. albadarpost.com, LENSA. Kasus penganiayaan kurir COD di Bekasi akhirnya menemukan titik terang. Christian Kapau alias Kece, pelaku penganiayaan, memilih menyerahkan diri setelah sempat melarikan diri ke Tangerang. Polisi memastikan pelaku sudah berstatus tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHP. Pelaku Penganiayaan […]

  • Peluncuran Program SADESA Satu Desa Satu Sarjana oleh Pemkab Tasikmalaya dengan beasiswa penuh pendidikan tinggi bagi pemuda desa

    SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 262
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah. Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu […]

  • Senjata di Sekolah Jakarta Selatan

    995 Senjata di Sekolah Jaksel, Fakta Baru Terungkap

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak banyak orang membayangkan sebuah sekolah menjadi lokasi penyimpanan ratusan senjata. Namun, itulah yang membuat kasus senjata di sekolah Jakarta Selatan menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Temuan hampir seribu senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, semakin menjadi sorotan setelah proses penggeledahan lanjutan […]

  • Beasiswa Kuliah Gratis 2026

    Kemenko PM Buka Beasiswa Kuliah Gratis 2026

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Beasiswa Kuliah Gratis 2026 resmi dibuka melalui kolaborasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Universitas Siber Asia (UNSIA). Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh kedua penyelenggara, program beasiswa pendidikan tinggi ini memberikan pembebasan biaya pendidikan tahun pertama sekaligus menawarkan sistem kuliah daring penuh (full online). Pendaftaran dibuka hingga 17 Agustus 2026. Program […]

  • dampak macet

    Kemacetan Kronis dan Beban Mental Warga Jabar

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kemacetan harian di Jawa Barat berdampak pada kesehatan mental warga dan perlu diperlakukan sebagai isu publik serius. albadarpost.com, LIFESTYLE – Kemacetan lalu lintas selama ini sering dipandang sebagai persoalan waktu dan kenyamanan. Warga mengeluh terlambat bekerja, bensin boros, dan produktivitas menurun. Namun di Jawa Barat, kemacetan harian mulai menunjukkan dampak yang lebih dalam. Ia tidak […]

  • jalan Padang–Bukittinggi

    Putusnya Jalan Padang–Bukittinggi Hambat Distribusi Bantuan ke Daerah Bencana

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Putusnya jalan Padang–Bukittinggi akibat banjir dan longsor menghambat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Padang–Bukittinggi Putus Total, Ratusan Kilometer Jalur Alternatif albadarpost.com, HUMANIORA – Jalan Padang–Bukittinggi terputus setelah banjir bandang dan tanah longsor menghantam kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, dalam sepekan terakhir. Badan jalan di area pemandian Mega Mendung tergerus arus sungai pada Kamis (27/11). Kondisi […]

expand_less