Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

Warga Bersihkan Longsor Tasikmalaya dan Memulihkan Akses Jalan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Galumpit bergotong royong menangani longsor Tasikmalaya dan memulihkan akses jalan desa.

albadarpost.com, HUMANIORA – Longsor di Kabupaten Tasikmalaya yang menutup jalan penghubung Galumpit–Puspahiang pada 4 Desember 2025 membuat aktivitas warga lumpuh dalam sekejap. Jalur utama yang menjadi akses kerja, sekolah, dan distribusi sembako tertimbun tanah basah setelah hujan deras mengguyur perbukitan Sodonghilir. Dampaknya langsung terasa: mobilitas terhenti, kegiatan warga terhambat, dan bantuan resmi belum tampak.

Namun warga Dusun Galumpit memilih tidak diam. Mereka turun tangan membersihkan material longsor Tasikmalaya dengan peralatan seadanya. Aksi ini menjadi bukti bahwa solidaritas kampung masih menjadi benteng pertama ketika pemerintah terlambat bergerak.

Fakta Dasar dan Konteks Lapangan

Longsor terjadi setelah hujan intens sejak sore hingga malam, membuat kontur bukit labil dan jalan desa tertutup gundukan tanah. Tidak ada alat berat yang datang pada hari kejadian. Warga tidak mendapat kepastian kapan akses itu akan kembali pulih. Kondisi ini memaksa warga mengambil keputusan cepat.

Pada Minggu pagi, 7 Desember 2025, puluhan warga Galumpit mulai bergotong royong. Suara cangkul dan sekop terdengar sejak matahari naik. Kepala Dusun, Nurul, ikut berada di barisan warga. Ia tidak memimpin sebagai aparat, melainkan sebagai warga yang merasakan dampak yang sama. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan anak muda hingga warga lansia bekerja tanpa jarak. Tidak ada yang berdiri menonton atau sekadar memberi instruksi.

Material tanah dimasukkan ke karung, bebatuan digeser pelan, dan sebagian badan jalan kembali terbuka menjelang siang. Kendaraan roda dua mulai bisa melintas meski kondisi tanah masih licin dan labil. Warga pun memberi peringatan agar pengendara berhati-hati.

Rencana mendatangkan alat berat sempat dibahas. Namun kondisi tanah yang belum stabil membuat warga mempertimbangkannya kembali. Mereka khawatir penggunaan buldoser justru memperparah kerusakan jalan. Gotong royong menjadi pilihan paling masuk akal dalam situasi itu.

Respons Warga Menghadapi Longsor Tasikmalaya

Aksi warga Galumpit di tengah longsor Tasikmalaya bukan sekadar kerja bakti mingguan. Apa yang berlangsung adalah bentuk kemandirian sosial yang hari ini mulai jarang terlihat. Warga tidak mencari panggung, tidak menyalahkan pemerintah, dan tidak membuat protes simbolik. Mereka memilih cara senyap namun efektif: bekerja hingga akses kembali terbuka.

Baca juga: Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

Dalam banyak kasus bencana di desa, masyarakat memang selalu menjadi pihak yang bergerak lebih dulu. Di Galumpit, pola itu muncul lagi. Meskipun alat terbatas, kerja bersama membuat beban fisik terasa lebih ringan. Tekanan psikologis pun berkurang karena warga menghadapi musibah dengan sikap tenang.

Kondisi ini sekaligus menyoroti keterbatasan respons pemerintah daerah. Penanganan awal longsor Tasikmalaya bergantung pada warga, bukan pada mekanisme resmi. Situasi darurat seharusnya memiliki jalur koordinasi yang lebih cepat agar warga tidak dibiarkan mengatasi bencana sendirian.

Dampak Sosial dan Cermin Wajah Tasikmalaya

Sodonghilir, terutama Dusun Galumpit, memang tidak berada di pusat keramaian. Namun peristiwa ini menunjukkan bahwa identitas warga Tasikmalaya tidak hanya terbaca dari geliat kotanya, tetapi juga dari ketangguhan desa-desa kecil. Warga bergerak tanpa gaduh. Mereka tahu bahwa menunggu bantuan bisa memperlambat roda kehidupan.

Gotong royong warga Galumpit menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat sering tumbuh dari tindakan sederhana: turun ke lokasi, bekerja, dan menjaga ritme pemulihan tanpa mengumbar keluhan. Situasi itu sekaligus menjadi potret bagaimana solidaritas sosial bisa bertahan di tengah era yang semakin individualistik.

Longsor Tasikmalaya masih menyisakan pekerjaan besar. Jalan Galumpit–Puspahiang belum sepenuhnya pulih. Tanah masih basah dan rawan bergerak saat diguyur hujan berikutnya. Namun semangat warga sudah kembali utuh. Aksi mereka menjadi bukti nyata bahwa pemulihan awal sebuah bencana sering dimulai dari keputusan cepat masyarakat.

Gotong royong warga Galumpit mempercepat pemulihan longsor Tasikmalaya dan menjadi contoh ketahanan sosial yang tetap relevan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan bersih-bersih Pantai Pangandaran bersama Kapolda Jabar, Bupati, Susi Pudjiastuti, dan masyarakat menjaga kebersihan pesisir.

    Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat menjaga kelestarian pesisir kembali menggema di kawasan wisata unggulan Jawa Barat. Aksi bersih-bersih Pantai Pangandaran yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh nasional, hingga masyarakat menjadi bukti nyata bahwa laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 ini dipimpin langsung Kapolda Jawa […]

  • Adidas vs Nike

    Perang Adidas vs Nike Memanas di Piala Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Adidas vs Nike menjadi salah satu persaingan paling menarik di balik gemerlap Piala Dunia 2026. Ketika jutaan penggemar menikmati duel antartim nasional di lapangan, dua perusahaan apparel olahraga terbesar dunia itu juga sedang bersaing memperebutkan panggung global. Setiap kemenangan, setiap gol, dan setiap langkah menuju babak berikutnya bukan hanya mengangkat prestasi […]

  • pilkades elektronik

    Pilkades Elektronik Karawang dalam Ujian Hukum Tata Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pilkades elektronik Karawang membuka debat efisiensi demokrasi dan dampaknya bagi anggaran serta partisipasi warga. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) elektronik secara luring di Kabupaten Karawang membuka babak baru dalam praktik demokrasi lokal. Di balik klaim efisiensi anggaran dan lonjakan partisipasi pemilih, terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana posisi pilkades elektronik dalam kerangka […]

  • ilustrasi transaksi menjual barang kredit dalam hukum Islam dan fiqih muamalah

    Bolehkah Menjual Barang Kredit? Simak Jawabannya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang menjual barang kredit sering muncul di tengah masyarakat. Banyak orang ingin tahu hukum menjual barang kredit, terutama ketika seseorang membeli barang secara cicilan lalu ingin menjualnya kembali sebelum lunas. Praktik menjual barang yang masih kredit atau jual barang cicilan memang cukup sering terjadi, misalnya pada kendaraan, elektronik, atau properti. Namun, […]

  • Ilustrasi debt collector mencoba menarik motor di jalan dan debitur menolak sesuai aturan hukum fidusia

    Debt Collector Tarik Paksa Kendaraan? Ini Hak Anda

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kalimat yang sering terjadi di jalan. “Ini motor nunggak, kami tarik sekarang.” Kalimat itu sering terdengar di pinggir jalan. Cepat, tegas, dan sering membuat panik. Namun, di balik situasi itu, banyak orang tidak sadar bahwa *tarik paksa fidusia—atau yang juga dikenal sebagai *penarikan kendaraan secara ilegal dan aksi debt collector tanpa prosedur—bisa […]

  • Ilustrasi konflik tetangga seperti suara bising malam, parkir liar, dan pembakaran sampah sesuai hukum 2026

    Hukum Tetangga 2026 Resmi Berlaku, Bakar Sampah Saja Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Suara karaoke masih terdengar keras dari rumah sebelah. Anak kecil terbangun. Tetangga mulai terganggu. Dulu, situasi seperti ini sering dianggap hal biasa. Paling jauh hanya berujung sindiran atau cekcok kecil antarwarga. Namun sekarang, lewat penerapan Hukum Tetangga 2026 dan KUHP Nasional terbaru, sejumlah gangguan lingkungan mulai […]

expand_less