Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 200 Becak Listrik Banjar Dibagikan, Ini Aturan Pentingnya

200 Becak Listrik Banjar Dibagikan, Ini Aturan Pentingnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 200 becak listrik Banjar resmi diserahkan kepada para pengayuh becak di Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). Becak listrik Kota Banjar tersebut diharapkan bukan hanya menggantikan kendaraan konvensional, tetapi juga membantu pengayuh tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.

Penyerahan berlangsung di Banjar Convention Center (BCC). Wali Kota Banjar Sudarsono bersama Wakil Wali Kota Supriana dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) hadir dalam kegiatan tersebut.

Namun, ada satu hal yang membuat bantuan ini tidak bisa dipandang sebagai pemberian kendaraan biasa. Setiap unit memiliki fungsi sebagai aset penunjang mata pencaharian. Karena itu, penerima wajib menjaga dan menggunakan kendaraan tersebut sesuai ketentuan.

Bahkan, becak listrik bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan, digadaikan, disewakan, maupun dipindahtangankan.

Mengapa Pengayuh Lansia Menjadi Perhatian?

Di balik penyerahan ratusan becak listrik Banjar, terdapat persoalan yang cukup sederhana tetapi penting: pekerjaan mengayuh becak membutuhkan tenaga fisik yang tidak sedikit.

Kondisi tersebut semakin terasa bagi pengayuh yang sudah berusia lanjut. Sebelumnya, program bantuan di Kota Banjar memang diprioritaskan bagi pengayuh berusia minimal 55 tahun. Pendataan penerima dilakukan melalui pemerintah daerah bersama pihak terkait.

Wali Kota Banjar Sudarsono menilai bantuan tersebut dapat membantu para pengayuh senior tetap produktif tanpa harus mengandalkan kekuatan fisik sebesar ketika menggunakan becak konvensional.

Menurut Sudarsono, program tersebut bukan sekadar perubahan alat transportasi. Bantuan itu juga diarahkan untuk meringankan beban fisik masyarakat yang masih bekerja pada usia lanjut.

Karena itu, manfaat sebenarnya baru akan terlihat setelah kendaraan digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Apakah pengayuh dapat bekerja lebih lama tanpa cepat lelah? Apakah biaya dan tenaga kerja menjadi lebih ringan? Dan yang paling penting, apakah penghasilan keluarga ikut terbantu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ukuran yang lebih penting daripada sekadar seremoni penyerahan.

Becak Listrik Bukan Barang untuk Dijual

Pemerintah memberikan pesan tegas kepada para penerima becak listrik Banjar.

Kendaraan tersebut harus dirawat dan digunakan sebagai sarana mencari nafkah. Penerima tidak diperbolehkan menjual, menggadaikan, menyewakan, atau memindahtangankan unit bantuan.

Aturan itu membuat status becak listrik berbeda dari barang konsumsi biasa. Kendaraan tersebut memiliki fungsi sosial dan ekonomi yang melekat sejak diterima oleh penerima manfaat.

Wali Kota Banjar juga meminta penerima menjaga kendaraan dengan baik agar dapat menjadi aset yang membantu meningkatkan taraf hidup.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak cukup diukur dari 200 unit yang berhasil diserahkan. Pemerintah juga perlu memastikan kendaraan tetap berfungsi, digunakan oleh penerima yang tepat, dan benar-benar mendukung pekerjaan mereka.

Pendekatan tersebut penting karena bantuan transportasi tanpa dukungan penggunaan dan perawatan berisiko kehilangan manfaat dalam jangka panjang.

Jarak Tempuh Sekitar 40 Kilometer

Dari sisi teknis, becak listrik Banjar yang disalurkan menggunakan baterai yang dapat diisi ulang. Informasi yang disampaikan dalam pemberitaan mengenai program tersebut menyebut waktu pengisian sekitar dua jam dengan jarak tempuh kurang lebih 40 kilometer. Kapasitas angkutnya mencapai sekitar 150 kilogram atau dua orang.

Pemerintah Kota Banjar juga menyiapkan fasilitas pengisian daya melalui koordinasi Dinas Perhubungan dan PLN. Pemilik kendaraan disebut dapat mengisi daya di fasilitas yang disiapkan maupun secara mandiri di rumah.

Selain itu, penerima memperoleh fasilitas garansi serta layanan servis dan penggantian suku cadang selama satu tahun. Dukungan tersebut menjadi faktor penting agar kendaraan tidak berhenti digunakan hanya karena persoalan teknis.

Becak listrik tersebut merupakan produksi PT Pindad. Sementara itu, laporan mengenai penyaluran di Banjar menyebut program tersebut berasal dari bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto, bukan anggaran APBN. Nilai 200 unit dilaporkan mencapai sekitar Rp4,4 miliar.

Tantangan Berikutnya: Membuktikan Manfaatnya

Kini, 200 pengayuh becak di Kota Banjar memiliki kendaraan baru untuk mendukung pekerjaan mereka.

Namun, pekerjaan rumah berikutnya justru dimulai setelah acara penyerahan selesai.

Bantuan tersebut perlu dipastikan mampu memberi manfaat nyata. Pengayuh perlu mendapatkan pemahaman mengenai pengoperasian kendaraan, perawatan baterai, keselamatan berkendara, serta aturan penggunaan di jalan.

Pemerintah daerah juga memiliki ruang untuk melihat peluang pemanfaatan becak listrik secara lebih luas. Salah satu laporan menyebut kendaraan tersebut berpotensi dikembangkan untuk mendukung aktivitas UMKM dan transportasi di kawasan wisata.

Jika pengembangan tersebut berjalan baik, becak listrik tidak hanya menjadi pengganti becak kayuh. Kendaraan itu bisa berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal.

Namun, prinsip dasarnya tetap sama: kendaraan harus memberi manfaat kepada penerima dan tidak berubah menjadi komoditas yang berpindah tangan.

Sebanyak 200 unit becak listrik Banjar akhirnya bukan sekadar angka bantuan.

Di balik setiap kendaraan ada pengayuh yang ingin tetap bekerja, ada tenaga yang mulai terbatas karena usia, dan ada keluarga yang berharap penghasilan tetap berjalan.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah bantuan bukan ketika kendaraan diserahkan, melainkan ketika penerimanya benar-benar bisa bekerja lebih ringan, memperoleh penghasilan dengan lebih layak, dan pulang membawa manfaat untuk keluarganya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejurdo BKC Bupati Cup II

    Kejurdo BKC Bupati Cup II, Bukan Sekadar Berebut Medali

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kejurdo BKC Bupati Cup II di Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para karateka. Lebih dari itu, kejuaraan karate tersebut menjadi ruang pembinaan atlet muda sekaligus menanamkan disiplin, sportivitas, kerja keras, dan karakter. Kegiatan berlangsung di Gedung BKPSDM Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2026). Pesan tentang pembentukan karakter melalui olahraga menjadi […]

  • Ilustrasi seseorang duduk tenang di tengah kota modern sebagai simbol tasawuf modern dan pencarian ketenangan batin

    Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia. Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan. Melainkan, apakah manusia modern […]

  • Ilustrasi penahanan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK terkait kasus kuota haji dengan suasana tegang dan dramatis

    Yaqut Kembali Ditahan KPK: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar Yaqut ditahan KPK kembali menjadi sorotan publik. Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, kembali menjalani penahanan di rumah tahanan setelah sebelumnya berstatus tahanan rumah. Kasus kuota haji yang menyeret namanya kini memasuki babak baru dan semakin memanas. Status Penahanan Berubah, Ada Apa? Perubahan status dari tahanan rumah ke rutan bukan […]

  • bonus atlet pelajar Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Guyur Bonus Atlet: Sinyal Kuat Kebangkitan Olahraga Pelajar

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bonus atlet pelajar Tasikmalaya menjadi sorotan setelah pemerintah daerah memberikan apresiasi langsung kepada para peraih medali tingkat daerah hingga nasional. Program apresiasi atlet pelajar, insentif prestasi olahraga siswa, hingga penghargaan POPDA Tasikmalaya ini dinilai bukan sekadar seremoni, tetapi sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga mulai dipandang sebagai investasi masa depan. Senin (13/04/2026), […]

  • Humaniora: Menyuarakan Kemanusiaan, Merawat Solidaritas

    Humaniora: Menyuarakan Kemanusiaan, Merawat Solidaritas

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com – HUMANIORA. Rubrik Humaniora adalah wajah kemanusiaan dari albadarpost.com. Ia lahir dari kesadaran bahwa berita bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan kisah tentang manusia dengan segala perjuangan, luka, dan harapannya. Di sini, kami menghadirkan cerita-cerita kemanusiaan yang sering luput dari sorotan media arus utama—kisah rakyat kecil, kaum marjinal, dan mereka yang suaranya kerap tenggelam dalam […]

  • Ormas Kota Tasikmalaya

    592 Ormas Terdaftar di Kota Tasikmalaya, Cibeureum Terbanyak

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Ormas Kota Tasikmalaya mencapai 592 organisasi pada 2025. Data jumlah organisasi kemasyarakatan tersebut menunjukkan Cibeureum memiliki jumlah terbanyak, yakni 150 Ormas, kemudian Kawalu 104 organisasi dan Tamansari 87 organisasi. Data tersebut berasal dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, H. Ajat Sudrajat, S.Sos.I, Menariknya, Cibeureum […]

expand_less