Pangandaran Airshow 2026 Bukan Cuma Pesawat, UMKM Jadi Magnet
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar Pangandaran Air Show.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Pangandaran Airshow 2026 mulai menjadi perhatian bukan hanya karena atraksi pesawat di langit pesisir. Di bawah panggung udara tersebut, UMKM Priangan Timur juga mendapat ruang melalui Festival UMKM yang menghadirkan beragam kuliner, makanan olahan, fashion, dan kerajinan.
Informasi mengenai produk yang terlibat dilansir dari materi yang dibagikan Bank Indonesia Tasikmalaya, melalui program Sawarga Karya dan Rasa – Karya Terbaik UMKM Priangan Timur. Sementara itu, kanal resmi penyelenggara mencantumkan Festival UMKM sebagai bagian dari rangkaian Pangandaran Airshow 2026 pada 4–6 September 2026 di Susi International Beach Strip.
Bagi pengunjung, situasinya menarik. Orang mungkin datang karena ingin melihat pesawat melakukan atraksi di atas pantai. Namun, setelah berada di lokasi, tersedia pula alasan untuk berjalan ke area UMKM, mencicipi kuliner, atau melihat produk kerajinan dari pelaku usaha lokal.
Dengan begitu, Pangandaran Airshow tidak hanya menawarkan tontonan di udara. Ada aktivitas ekonomi yang berlangsung di darat.
Empat Produk Karya, 28 Usaha di Sawarga Rasa
Materi Bank Indonesia Tasikmalaya mencantumkan dua kelompok dalam program Sawarga Karya dan Rasa.
Pada kategori Sawarga Karya, terdapat empat produk yang ditampilkan. Daftarnya mencakup Dawalul Bordir untuk fashion bordir, PT Mendong Java Woven dengan kerajinan mendong, PHMS dengan produk kerajinan yang tercantum dalam materi, serta Ecoprint Batik Dahon untuk fashion ecoprint.
Sementara itu, kategori Sawarga Rasa memuat 28 nama usaha kuliner dan produk pangan.
Beberapa di antaranya adalah Lusen Coffee, Sate Galunggung, Seblak Alamakoy, Ratu Dessert By Mamashamun, Restu Honje, Karya Petani Selatan, Pempek Poppy, Sambel Ummi, Umi Nasriah, Bumbu Petis Honje (Dapur Bu Yuli), Bu Encum, Sumbe Susu & Yoghurt, Dapoer Umminab, Bola Bale, Brillo Pizza, Makher Peyek, Sepkuy Krispy Bayam, Dimsum Bangkok, Kopi Silalabak, Dapur Snack AS, Tayumi Bread and Pastry, Sudarlina, Uning Sehati, Cuanki Kamal Family, Puding Kelapa Arkha, Zazi Snack, Ulva-Q, dan Afifa (Ikan Krispy).
Karena itu, angka tersebut perlu dibaca secara tepat. Materi Bank Indonesia Tasikmalaya mencantumkan 4 produk pada Sawarga Karya dan 28 usaha pada Sawarga Rasa.
Artinya, jangan menyederhanakannya menjadi “28 UMKM” untuk seluruh program.
Bagi masyarakat yang mencari UMKM apa saja di Pangandaran Airshow 2026, daftar tersebut menjadi salah satu informasi yang cukup penting sebelum berkunjung.
Saat Pengunjung Datang untuk Pesawat, UMKM Menunggu Transaksi
Pangandaran Airshow 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 4 September hingga Minggu, 6 September 2026. Lokasinya berada di Susi International Beach Strip, Pangandaran. Situs resmi acara mencantumkan Festival UMKM pada rangkaian kegiatan, termasuk pada 4 dan 5 September.
Susi Air juga menyebut Festival UMKM berlangsung selama tiga hari dengan berbagai makanan, minuman, dan produk lokal. Penyelenggara mengaitkan acara ini dengan pariwisata, budaya, serta penguatan ekonomi lokal Pangandaran.
Pada saat yang sama, daya tarik utama tetap berada di langit. Susi Air menyebut lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai organisasi, klub, dan komunitas penerbangan di Indonesia ikut meramaikan kegiatan tahun ini.
Di sinilah persilangan antara event dan ekonomi lokal menjadi menarik.
Pengunjung yang datang untuk menyaksikan atraksi udara merupakan pasar potensial bagi pelaku UMKM. Namun, keramaian belum otomatis berubah menjadi penjualan.
Harga, kualitas produk, penempatan stan, kemudahan pembayaran, kemasan, hingga kemampuan pelaku usaha menawarkan produk secara menarik tetap menentukan.
Karena itu, Festival UMKM Pangandaran seharusnya tidak hanya dilihat sebagai pelengkap acara. Bagi pelaku usaha, momentum tersebut merupakan kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung yang datang dari luar daerah.
Airshow Selesai, Tantangan UMKM Belum Berakhir
Ada satu pertanyaan yang layak diajukan: apa yang terjadi setelah Pangandaran Airshow 2026 selesai?
Pertanyaan ini penting karena manfaat event tidak seharusnya berhenti ketika atraksi terakhir berakhir.
Penyelenggara memang menempatkan Festival UMKM sebagai bagian dari pengalaman pengunjung. Pada 6 September, ketika pesawat peserta mulai kembali ke pangkalan masing-masing, pengunjung masih dapat menikmati kuliner dan produk lokal di Festival UMKM.
Namun, bagi UMKM Priangan Timur, tantangan sebenarnya justru bisa dimulai setelah itu.
Pengunjung yang membeli produk hari ini berpotensi menjadi pelanggan kembali jika pelaku usaha mampu menjaga kualitas dan menyediakan saluran pemesanan yang mudah. Kontak bisnis, media sosial, katalog digital, kemasan, serta konsistensi produk dapat menentukan apakah transaksi event berubah menjadi pasar jangka panjang.
Dengan kata lain, airshow dapat membuka pintu. Pelaku UMKM tetap harus menjaga agar pintu tersebut tidak tertutup setelah kerumunan meninggalkan lokasi.
Di sisi lain, pemerintah, penyelenggara event, dan lembaga pendukung UMKM juga memiliki ruang untuk mengevaluasi dampaknya. Bukan hanya menghitung jumlah pengunjung, tetapi juga melihat seberapa jauh kegiatan seperti ini menghasilkan transaksi, pelanggan baru, dan akses pasar bagi pelaku usaha.
Itulah ukuran yang lebih substantif dari sebuah festival ekonomi.
Bukan Sekadar Tontonan di Langit Pangandaran
Pangandaran Airshow 2026 memiliki daya tarik visual yang kuat. Pesawat, langit, pantai, dan atraksi udara memang mudah menjadi bahan perhatian publik.
Akan tetapi, kehadiran UMKM Pangandaran Airshow 2026 memberikan dimensi lain.
Ada produk yang dibuat dengan tangan. Ada makanan yang diracik pelaku usaha lokal. Ada merek kecil yang sedang mencari pembeli baru. Semuanya bertemu dengan arus pengunjung sebuah event berskala besar.
Materi Bank Indonesia Tasikmalaya menunjukkan bahwa kesempatan itu tidak hanya diisi kuliner. Fashion dan kerajinan juga ikut mengambil bagian melalui Sawarga Karya.
Maka, bagi masyarakat Priangan Timur, datang ke Pangandaran Airshow bukan hanya soal mendongak ke langit.
Ada produk lokal yang layak dilihat di bawahnya.
Dan di situlah ukuran keberhasilan event menjadi lebih menarik untuk diuji: pesawat mungkin hanya terbang beberapa menit, tetapi jika UMKM mampu mengubah keramaian menjadi pelanggan, dampaknya bisa tinggal jauh lebih lama. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar