Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasik Pelak Dorong KPM PKH Tasikmalaya Jadi Mandiri

Tasik Pelak Dorong KPM PKH Tasikmalaya Jadi Mandiri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tasik Pelak menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong KPM PKH Tasikmalaya meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga. Melalui pelatihan kewirausahaan, keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat bekal untuk mengembangkan usaha produktif dan membangun sumber penghasilan yang lebih mandiri.

Pelatihan tersebut digelar Dinas Sosial Kota Tasikmalaya di Aula Bapelitbangda. Pesertanya merupakan KPM PKH desil 1 dan 2 yang masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

Namun, program ini tidak tepat jika dipahami sebagai jaminan bahwa seluruh peserta akan langsung keluar dari kemiskinan. Pemerintah menempatkan pelatihan sebagai salah satu bekal dalam proses pemberdayaan, sementara hasil akhirnya tetap membutuhkan usaha, pendampingan, serta perkembangan ekonomi masing-masing keluarga.

Tasik Pelak Mendorong KPM Lebih Produktif

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Rahman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pertumbuhan wirausaha menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia mengajak peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Selain keterampilan berusaha, peserta juga perlu membangun mental yang kuat agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan setelah kegiatan selesai.

Pesan tersebut menjadi penting karena memulai usaha tidak selalu mudah. Peserta harus mampu mengelola modal, menentukan produk, mencari pasar, menjaga kualitas, hingga mempertahankan usaha ketika penjualan belum sesuai harapan.

Dengan demikian, Tasik Pelak Kota Tasikmalaya tidak hanya berbicara tentang kegiatan pelatihan. Program tersebut membawa gagasan pemberdayaan agar KPM memiliki peluang meningkatkan kapasitas ekonomi melalui kegiatan produktif.

Pada titik ini, pelatihan menjadi awal, bukan akhir.

Dari Bantuan Sosial Menuju Kemandirian

Plt. Asisten Daerah 1 Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., menegaskan pemerintah hadir mendampingi masyarakat dalam proses menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, peserta PKH dan penerima bantuan sosial diharapkan dapat mengalami peningkatan desil. Selanjutnya, pemerintah berharap mereka dapat keluar dari status miskin.

Ketika terjadi perubahan status, pendampingan tetap diperlukan. Artinya, proses pemberdayaan tidak semestinya berhenti hanya karena terjadi perubahan kondisi penerima manfaat.

Bagi KPM PKH Tasikmalaya, pesan tersebut menunjukkan adanya proses bertahap. Keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan sesuai program, kemudian memperoleh kesempatan memperkuat kapasitas ekonomi melalui pemberdayaan.

Akan tetapi, penting untuk membedakan antara target program dan hasil yang sudah terbukti.

Dalam materi pemerintah, kenaikan desil dan keluarnya keluarga dari status miskin merupakan harapan yang ingin dicapai. Belum ada data dalam materi yang diberikan untuk menyatakan bahwa seluruh peserta pelatihan sudah berhasil mencapai kondisi tersebut.

Karena itu, keberhasilan Tasik Pelak nantinya perlu dilihat dari perkembangan nyata peserta setelah mengikuti pelatihan.

Angka Kemiskinan Jadi Konteks Penting

Program pemberdayaan ini hadir di tengah persoalan kemiskinan yang masih menjadi perhatian Kota Tasikmalaya.

Dalam materi yang disampaikan pemerintah, angka kemiskinan Kota Tasikmalaya disebut mencapai 10,44 persen atau sekitar 75 ribu jiwa.

Angka tersebut menjadi konteks penting dalam melihat urgensi pemberdayaan masyarakat. Namun, materi yang menjadi dasar artikel ini tidak memberikan keterangan tahun atau periode statistik secara spesifik.

Karena itu, AlbadarPost tidak menempatkan angka tersebut sebagai klaim statistik tahun tertentu. Angka itu ditulis sebagaimana disebut dalam materi pemerintah agar tidak memberikan konteks waktu yang keliru kepada pembaca.

Di sisi lain, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Bantuan sosial dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi pemberdayaan ekonomi juga diperlukan agar keluarga memiliki peluang meningkatkan pendapatan.

Di sinilah program seperti Tasik Pelak memiliki tantangan tersendiri.

Tantangan Setelah Peserta Pulang

Pelatihan kewirausahaan akan memiliki dampak lebih besar jika ilmu yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan.

Karena itu, tahap setelah pelatihan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Peserta membutuhkan kesempatan mengembangkan usaha, sementara pemerintah dan pendamping perlu melihat perkembangan mereka secara berkala.

Apakah usaha mulai berjalan? Apakah peserta mampu mempertahankan kegiatan produktif? Apakah kondisi ekonomi keluarga mengalami perubahan?

Pertanyaan tersebut penting untuk mengukur dampak pemberdayaan secara lebih objektif.

Sebab, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan sebuah program. Dampak yang dirasakan keluarga dalam jangka menengah justru memberikan gambaran yang lebih kuat.

Dalam konteks ini, graduasi PKH Tasikmalaya sebaiknya dipahami sebagai proses, bukan sekadar perubahan status administrasi. Kemandirian ekonomi membutuhkan waktu dan tidak selalu berjalan dengan pola yang sama pada setiap keluarga.

Tasik Pelak Perlu Dibuktikan dengan Dampak

Pemerintah Kota Tasikmalaya telah membuka ruang pemberdayaan melalui pelatihan kewirausahaan. Selanjutnya, tantangan berada pada bagaimana bekal tersebut berubah menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Peserta tentu memiliki kondisi dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, pendampingan menjadi penting agar mereka tidak berjalan sendiri setelah memperoleh materi pelatihan.

Jika proses tersebut berjalan konsisten, pemberdayaan KPM PKH dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga.

Namun, ukuran keberhasilannya tetap harus kembali kepada perubahan yang nyata, bukan sekadar jumlah kegiatan.

Tasik Pelak pada akhirnya bukan hanya tentang satu hari pelatihan di Aula Bapelitbangda. Program ini akan lebih bermakna ketika pengetahuan yang diberikan benar-benar menemukan jalannya di rumah-rumah peserta, berubah menjadi usaha, menghasilkan pendapatan, dan perlahan memperkuat kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sendiri.

Bantuan membuat keluarga mampu bertahan. Pemberdayaan membuka peluang untuk tumbuh. Tetapi keberhasilan Tasik Pelak baru benar-benar terlihat ketika pelatihan selesai, peserta pulang, lalu ilmu itu berubah menjadi usaha yang hidup dan penghasilan yang nyata. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bobotoh Ciamis

    Persib Kalah, Bobotoh Ciamis Justru Bikin Bangga

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib Bandung memang pulang tanpa trofi. Namun, ribuan Bobotoh Ciamis justru meninggalkan kemenangan yang jauh lebih berharga. Saat peluit panjang Final Piala Presiden 2026 berbunyi, mereka tidak meluapkan kekecewaan dengan keributan. Sebaliknya, para pendukung Persib memilih pulang dengan tertib, menjaga ketenangan, dan meninggalkan Alun-Alun Ciamis tetap bersih. Pemandangan itu menjadi sorotan […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kondisi takut dan cemas di malam hari dengan suasana hening dan penuh harapan

    Jangan Panik! Ini Doa Saat Takut yang Bikin Hati Langsung Tenang

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa tiba-tiba cemas tanpa sebab jelas? Jantung berdebar, pikiran penuh kekhawatiran, dan suasana terasa mencekam. Di momen seperti itu, banyak orang mencari doa ketika takut, doa saat cemas, atau doa penenang hati sebagai pegangan. Dalam Islam, rasa takut bukan sekadar emosi—ia adalah sinyal agar manusia kembali mengingat Allah dan memperkuat tawakal. […]

  • PMI Indonesia Singapura

    20 Detik yang Mengubah Nasib PMI Indonesia di Singapura

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Hanya sekitar 20 detik, sebuah pergulatan antara PMI Indonesia di Singapura dan majikannya yang berusia 94 tahun berubah menjadi perkara pidana. Pekerja migran Indonesia bernama Sulastri Wulandari, 31 tahun, akhirnya dijatuhi hukuman penjara delapan minggu setelah majikannya terjatuh dan mengalami cedera kepala. Peristiwa tersebut terjadi di tempat tinggal keduanya pada 21 […]

  • Kasus OJK Indosaku terkait penagihan pinjol brutal yang memicu kemarahan publik dan sorotan nasional

    Tak Bisa Lagi Sembunyi, OJK Bongkar Praktik Brutal Penagihan Pinjol

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – OJK Indosaku kini menjadi pusat perhatian setelah praktik penagihan pinjol brutal memicu gelombang kemarahan publik. Isu debt collector pinjol, penagihan yang melanggar hukum, hingga tekanan psikologis terhadap nasabah kembali menyeruak—dan kali ini, publik sulit menutupi kenyataan itu. Ini bukan sekadar kasus biasa. Ini alarm keras. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat. PT […]

  • ilustrasi kisah Nabi Yusuf dari sumur gelap hingga menjadi penguasa Mesir menurut Al-Qur'an

    Kisah Nabi Yusuf: Dari Sumur Gelap hingga Menguasai Mesir

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak ada yang menyangka bahwa seorang anak yang dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sendiri kelak akan menjadi pemimpin besar di Mesir. Kisah Nabi Yusuf, cerita Nabi Yusuf, serta perjalanan Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam sejarah Islam. Awalnya, Yusuf hanyalah seorang anak yang hidup dalam […]

  • Pekerja Migran Indonesia Singapura

    Tiga Pekerja Migran Indonesia Diamankan di City Plaza Singapura

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DUNIA — Pekerja Migran Indonesia Singapura menjadi sorotan setelah tiga perempuan yang disebut merupakan pekerja domestik migran asal Indonesia diamankan aparat kepolisian menyusul dugaan keributan di kawasan City Plaza, Tanjong Katong Road, Singapura, pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Informasi awal mengenai kejadian ini berasal dari unggahan akun media sosial cheeky_Singapore […]

expand_less