Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jamasan Pusaka Ciamis 2026, 11 Pusaka Jalani Prosesi

Jamasan Pusaka Ciamis 2026, 11 Pusaka Jalani Prosesi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Tradisi Jamasan Pusaka Ciamis kembali menjadi bagian dari rangkaian budaya masyarakat Tatar Galuh pada Minggu, 30 Agustus 2026. Dalam kegiatan tahun ini, sebanyak 11 benda pusaka mengikuti prosesi jamasan di kawasan Kraton Selagangga dan Situs Jambansari.

Berdasarkan informasi kegiatan yang dibagikan Disbudpora Ciamis, rangkaian Jamasan Pusaka Ciamis 2026 diawali dengan Kirab Pusaka. Benda-benda pusaka dibawa dari Museum Galuh Pakuan di Jalan Ahmad Dahlan menuju Situs Jambansari.

Setelah tiba di lokasi, pusaka menjalani prosesi pencucian menggunakan air dari mata air khusus yang dicampur dengan kembang setaman. Prosesi tersebut dilakukan oleh kuncen bersama para sesepuh adat.

Tradisi ini digelar setiap bulan Rabiulawal atau Mulud dalam kalender Hijriah. Karena itu, pelaksanaannya juga berkaitan dengan rangkaian kegiatan budaya masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.

11 Pusaka Mengikuti Jamasan

Angka 11 pusaka Ciamis menjadi salah satu informasi utama dalam pelaksanaan tahun ini. Namun, jumlah benda yang mengikuti prosesi tidak selalu sama pada setiap penyelenggaraan.

Pemberitaan mengenai Jamasan Pusaka Ciamis pada 2024, misalnya, mencatat delapan benda sebagai pusaka inti yang dibersihkan. Karena itu, angka 11 dalam kegiatan 2026 sebaiknya dipahami sebagai jumlah benda yang mengikuti prosesi berdasarkan informasi kegiatan tahun ini, bukan sebagai klaim bahwa seluruhnya merupakan “11 pusaka inti”.

Konteks tersebut penting agar pemberitaan mengenai Jamasan Pusaka R.A.A. Kusumadiningrat tetap akurat dan tidak mencampurkan data dari pelaksanaan pada tahun berbeda.

Dalam tradisi yang berlangsung di Ciamis, benda-benda bersejarah yang disimpan di Museum Galuh Pakuan dikeluarkan untuk mengikuti rangkaian jamasan. Prosesi tersebut menjadi salah satu kegiatan budaya yang rutin hadir pada bulan Rabiulawal.

Kirab dari Museum Galuh Pakuan

Sebelum proses pencucian berlangsung, masyarakat mengikuti Kirab Pusaka Ciamis. Benda pusaka dibawa dari Museum Galuh Pakuan menuju kawasan Situs Jambansari.

Kirab tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian karena mempertemukan benda-benda peninggalan sejarah dengan ruang publik dan tradisi masyarakat.

Selanjutnya, kuncen dan para sesepuh adat menjalankan prosesi jamasan. Air yang digunakan berasal dari mata air khusus dan dicampur dengan kembang setaman.

Dalam praktik budaya setempat, jamasan bukan hanya berkaitan dengan perawatan benda peninggalan. Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan warisan budaya Tatar Galuh.

Pemberitaan sebelumnya mencatat bahwa tradisi Jamasan Pusaka Galuh telah berlangsung rutin pada bulan Rabiulawal. Benda-benda peninggalan yang tersimpan di Museum Galuh Pakuan dibawa menuju Jambansari untuk mengikuti prosesi.

Jamasan dan Warisan Budaya Tatar Galuh

Kawasan Kraton Selagangga dan Situs Jambansari memiliki posisi penting dalam narasi sejarah dan kebudayaan Ciamis. Karena itu, pelaksanaan Jamasan setiap tahun menjadi salah satu momentum masyarakat untuk kembali mengenal peninggalan sejarah daerah.

Dalam pemberitaan mengenai kalender budaya Ciamis 2026, Jamasan Pusaka di Situs Jambansari atau Keraton Selagangga disebut sebagai salah satu tradisi yang rutin hadir setiap Maulid. Pusaka seperti keris, pedang, dan tombak milik Museum Galuh Pakuan dikeluarkan untuk mengikuti prosesi tersebut.

Di titik ini, nilai penting tradisi tidak hanya terletak pada prosesi fisiknya. Dokumentasi, pemahaman sejarah, dan keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting agar warisan budaya tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

Sebab, sebuah tradisi akan lebih mudah bertahan apabila masyarakat memahami alasan di balik keberadaannya.

Merawat Pusaka, Merawat Ingatan

Jamasan Pusaka Ciamis 2026 memperlihatkan bagaimana benda-benda peninggalan masa lalu masih memiliki ruang dalam kehidupan budaya masyarakat hari ini.

Tradisi tersebut juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kesinambungan. Benda pusaka perlu dirawat, tetapi cerita mengenai asal-usul, sejarah, dan nilai budayanya juga perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, Museum Galuh Pakuan, Situs Jambansari, dan kawasan Selagangga bukan hanya menjadi lokasi kegiatan. Ketiganya dapat menjadi ruang belajar untuk memahami perjalanan sejarah Ciamis dan Tatar Galuh.

Pelestarian juga membutuhkan kehati-hatian. Setiap informasi mengenai nama tokoh, jumlah pusaka, asal benda, serta prosesi perlu merujuk pada sumber yang jelas agar pemberitaan budaya tidak berubah menjadi cerita yang sulit diverifikasi.

Terlebih, tradisi seperti Jamasan memiliki dimensi sejarah dan budaya yang panjang. Karena itu, penghormatan terhadap tradisi sebaiknya berjalan beriringan dengan ketelitian jurnalistik.

Ketika Pusaka Dibersihkan, Sejarah Jangan Ikut Terhapus

Jamasan Pusaka Ciamis bukan hanya tentang membersihkan benda peninggalan leluhur. Ia juga tentang bagaimana masyarakat memilih untuk tetap mengingat dari mana mereka berasal.

Sebanyak 11 benda pusaka yang mengikuti prosesi pada 2026 menjadi bagian dari cerita tersebut. Namun, pekerjaan yang lebih besar justru ada setelah prosesi selesai: menjaga agar sejarah, nilai budaya, dan identitas Tatar Galuh tetap dipahami oleh generasi yang belum lahir ketika tradisi ini dimulai.

Pusaka boleh kembali disimpan setelah dijamas. Tetapi ingatan tentang sejarahnya jangan pernah ikut disimpan.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Lahan Ciamis

    Leuwikeris Terbakar, Kelalaian Kecil Bisa Jadi Bencana

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Hanya satu puntung rokok yang diduga masih menyala, kawasan Bendungan Leuwikeris di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, nyaris menghadapi kebakaran yang lebih besar pada Jumat (3/7/2026). Kebakaran lahan Ciamis itu memang berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa. Namun, peristiwa tersebut kembali membuka kenyataan bahwa kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan masih menjadi ancaman serius ketika […]

  • Ilustrasi seseorang termenung di rumah mewah sebagai gambaran rezeki tidak berkah menurut ulama tasawuf.

    Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 306
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa […]

  • Bakti Kesehatan Polres Tasikmalaya

    Polres Tasikmalaya Hadirkan Khitanan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bakti Kesehatan Polres Tasikmalaya menjadi salah satu wajah lain peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Tasikmalaya. Selain menghadirkan donor darah dan pengobatan gratis, kegiatan sosial yang berlangsung di Ruang Dokkes Mapolres Tasikmalaya, Rabu (17/6/2026), itu juga menyisakan kisah-kisah kecil yang menghangatkan hati. Mulai dari senyum para lansia yang mendapatkan layanan kesehatan hingga […]

  • jemaah haji Garut

    Jemaah Haji Garut Berangkat ke Tanah Suci, Pengamanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Pamengkang Pendopo Garut saat ratusan keluarga mengantar keberangkatan jemaah haji Garut Kloter 22 Gelombang II Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (7/5/2026). Di tengah padatnya lokasi pelepasan calon haji tersebut, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto turun langsung memimpin pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan […]

  • tafsir keadilan

    Tafsir Keadilan dalam Al-Qur’an: Fakta yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir keadilan menjadi salah satu topik penting dalam Islam yang sering dibahas, tetapi tidak selalu dipahami secara utuh. Banyak orang menyamakan keadilan dengan kesetaraan mutlak, padahal dalam perspektif Al-Qur’an, keadilan dalam Islam, makna adil, dan konsep keseimbangan memiliki dimensi yang lebih dalam. Oleh karena itu, memahami tafsir keadilan secara benar akan membantu […]

  • Kemiskinan Jawa Barat

    Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Kemiskinan Jawa Barat kembali menjadi perhatian setelah data yang dipublikasikan Jabar Stats berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indramayu menempati posisi tertinggi dalam persentase penduduk miskin pada 2025 sebesar 11,02 persen. Angka tersebut hanya terpaut tipis dari Kota Tasikmalaya sebesar 10,84 persen dan Kuningan sebesar 10,74 persen. Fakta ini memperlihatkan bahwa penduduk […]

expand_less