Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kebakaran Pangandaran Capai 15 Kasus, Karhutla Jadi Perhatian

Kebakaran Pangandaran Capai 15 Kasus, Karhutla Jadi Perhatian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Pangandaran kembali menjadi perhatian setelah Polres Pangandaran mencatat 15 kejadian kebakaran di wilayah hukumnya sepanjang 1 Juni hingga 26 Agustus 2026. Dari rangkaian kejadian tersebut, kerugian materiil tercatat mencapai sekitar Rp723 juta. Data itu bersumber dari Jurnal Situasi Kamtibmas Polres Pangandaran.

Kebakaran tersebut tidak hanya menyasar rumah warga. Objek yang terbakar juga mencakup lahan, perkebunan, hutan atau kebun, bangunan usaha, hingga kendaraan. Karena itu, rangkaian kejadian ini perlu dilihat bukan semata sebagai statistik, tetapi juga sebagai pengingat meningkatnya risiko kebakaran selama kondisi kering.

Di tengah situasi tersebut, perhatian terhadap karhutla Pangandaran menjadi semakin relevan. Apalagi, pada Rabu (26/8/2026), kepolisian kembali melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Desa Selasari, Kecamatan Parigi.

15 Kejadian, Kerugian Capai Rp723 Juta

Data Polres Pangandaran menunjukkan bahwa kebakaran terjadi pada berbagai jenis objek dan lokasi. Variasinya mulai dari permukiman hingga kawasan terbuka.

Kondisi tersebut membuat dampak setiap kejadian berbeda. Kebakaran rumah dapat langsung mengancam keselamatan penghuni dan harta benda. Sementara itu, kebakaran lahan atau kawasan berhutan dapat meluas mengikuti kondisi vegetasi, angin, dan tingkat kekeringan.

Polres Pangandaran mencatat total kerugian materiil dari 15 kejadian tersebut mencapai sekitar Rp723 juta. Namun, angka itu tidak berarti seluruh kerugian berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Data resmi tersebut mencakup berbagai objek kebakaran.

Pemisahan konteks ini penting agar informasi mengenai kebakaran Pangandaran tidak menimbulkan kesimpulan keliru.

Dengan demikian, angka Rp723 juta merupakan total kerugian materiil dari seluruh kejadian kebakaran yang tercatat dalam periode tersebut, bukan angka khusus untuk karhutla.

Karhutla Mulai Jadi Perhatian Serius

Ancaman kebakaran lahan terlihat dari sejumlah kejadian yang terjadi selama Agustus.

Salah satunya terjadi di kawasan perkebunan pohon jati di Blok Munggang Domba, Dusun Karangmulya, Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang. Pada 19 Agustus 2026, api membakar lahan sekitar 5 hektare.

Menurut laporan Polsek Padaherang, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau panjang membuat api cepat merambat. Api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang belum sepenuhnya padam. Petugas bersama unsur terkait kemudian melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu memberikan gambaran sederhana mengenai bagaimana aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat berkembang menjadi kebakaran lahan cukup luas.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dari pencegahan karhutla Pangandaran.

Polisi Kembali Ingatkan Warga Selasari

Peringatan tersebut kembali disampaikan kepolisian pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Bhabinkamtibmas Desa Selasari, Brigpol Dede Krisna, melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak membakar sampah, baik di pekarangan maupun area terbuka.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung yang masih menyala dapat memicu api ketika mengenai semak, daun, atau vegetasi yang kering.

Peringatan juga menyasar aktivitas luar ruangan seperti camping dan glamping. Masyarakat yang menggunakan api unggun atau sumber panas diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Pesan tersebut sederhana, tetapi relevan dengan kondisi lapangan.

Sebab, ketika vegetasi mengering, sumber api kecil dapat berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih besar.

Bukan Semua Kebakaran Berarti Karhutla

Ada satu hal yang perlu diperhatikan dalam membaca data tersebut.

Lima belas kejadian kebakaran tidak berarti seluruhnya merupakan karhutla.

Polres Pangandaran menyebut objek kebakaran mencakup rumah, lahan, perkebunan, hutan atau kebun, bangunan usaha, serta kendaraan. Karena itu, istilah karhutla hanya tepat digunakan ketika kejadian berkaitan dengan kebakaran hutan dan/atau lahan.

Pembedaan tersebut penting secara jurnalistik.

Dengan cara itu, pemberitaan tetap menarik tanpa membesar-besarkan situasi. Di sisi lain, keberadaan beberapa kejadian kebakaran lahan selama musim kemarau tetap menjadi alasan kuat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih, pemerintah daerah dan aparat keamanan sebelumnya juga telah menyiapkan langkah menghadapi ancaman karhutla. Pada 11 Agustus 2026, Polres Pangandaran bersama Forkopimda menggelar apel kesiapan pasukan dan perlengkapan penanggulangan karhutla 2026 sebagai antisipasi musim kemarau.

Artinya, ancaman tersebut sudah masuk dalam agenda kesiapsiagaan lintas unsur.

Masyarakat Punya Peran Menentukan

Pencegahan kebakaran Pangandaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas ketika api sudah membesar.

Masyarakat memiliki peran pada tahap paling awal.

Jangan meninggalkan pembakaran sampah sebelum api benar-benar padam. Hindari membakar lahan dalam kondisi kering. Selain itu, jangan membuang puntung rokok di kawasan dengan rumput atau daun kering.

Jika menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan, laporan cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih awal.

Langkah tersebut semakin penting karena beberapa kawasan Pangandaran memiliki lahan perkebunan, hutan, dan area terbuka yang berdekatan dengan permukiman.

Sementara itu, musim kemarau membuat material kering lebih mudah terbakar.

Rp723 Juta Harus Jadi Alarm

Angka Rp723 juta seharusnya tidak berhenti sebagai angka dalam laporan situasi keamanan.

Di balik nilai tersebut terdapat kerusakan properti dan aset masyarakat. Ada pula risiko terhadap keselamatan warga dan lingkungan.

Karena itu, 15 kejadian kebakaran dalam periode 1 Juni hingga 26 Agustus 2026 layak menjadi alarm bersama.

Pemerintah dan aparat perlu mempertahankan kesiapsiagaan. Masyarakat juga perlu memperketat disiplin ketika menggunakan api.

Bagi Pangandaran, kewaspadaan menjadi semakin penting ketika musim kering membuat lahan lebih mudah terbakar.

Satu api kecil mungkin terlihat sepele. Namun ketika lahan mengering, angin bergerak, dan bara ditinggalkan, yang awalnya hanya percikan bisa berubah menjadi kerugian ratusan juta rupiah. Jangan tunggu api membesar untuk menyadari bahwa pencegahan selalu lebih murah daripada penyesalan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malik ditolak SD

    Malik Ditolak SD, Bocah Stunting Ini Justru Disarankan ke SLB

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Impian Malik ditolak SD ketika proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung. Bocah berusia tujuh tahun asal Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya itu ingin belajar di sekolah negeri yang letaknya hanya beberapa langkah dari rumahnya. Namun, keluarga justru mengaku mendapat saran agar Malik bersekolah di SLB. Kisah anak […]

  • Iduladha Garut 2026

    Pesan Iduladha Bupati Garut Bikin Jamaah Tersentuh, Singgung Haji dan Kurban

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Lapangan Otto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut sejak pagi tampak lebih padat dibanding hari biasa, Rabu (27/5/2026). Takbir menggema dari pengeras suara. Beberapa jamaah datang membawa sajadah lipat dari rumah, sementara anak-anak terlihat berlarian kecil di sela barisan sebelum salat dimulai. Di tengah momentum Iduladha Garut 2026, Bupati Garut […]

  • Lomba Video Literasi Pangandaran

    Lomba Video Literasi Pangandaran, Daftar Sebelum 30 Agustus

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kabupaten Pangandaran masih memiliki kesempatan mengikuti Lomba Video Literasi Pangandaran 2026. Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Dispusip Pangandaran , batas pendaftaran ditetapkan sampai 30 Agustus 2026. Lomba video konten literasi ini mengangkat tema “Perkembangan Budaya Baca dan Literasi di Kabupaten Pangandaran untuk Mewujudkan SDM yang […]

  • Arus kendaraan pemudik di jalan tol Indonesia saat perjalanan mudik Lebaran 2026 menuju kampung halaman.

    Mau Mudik Tanpa Drama? Ikuti Panduan 2026 Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Panduan Mudik 2026 menjadi pencarian utama masyarakat menjelang Lebaran. Banyak calon pemudik mulai mencari info mudik 2026, tips mudik aman, hingga strategi perjalanan agar terhindar dari kemacetan panjang. Tahun ini, mobilitas diprediksi meningkat sehingga persiapan perjalanan menjadi faktor paling menentukan kenyamanan. Karena itu, memahami panduan perjalanan mudik sejak awal dapat membantu […]

  • spoofing pemerintah

    Apple–Google Diperintah Singapura Hentikan Spoofing gov.sg pada Pesan Instan

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Singapura memerintahkan Apple dan Google membatasi spoofing pemerintah demi menekan lonjakan kasus penipuan digital. albadarpost.com, LENSA – Polisi Singapura memerintahkan Apple dan Google membatasi spoofing pemerintah pada layanan pesan instan iMessage dan Google Messages. Instruksi ini diterbitkan untuk mencegah pelaku penipuan memakai nama akun “gov.sg” atau lembaga negara guna menipu warga. Kebijakan tersebut diterbitkan kepolisian […]

  • ASN Pangandaran

    Mayoritas ASN Pangandaran Kini Perempuan, Ini Datanya

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perempuan kini menjadi wajah birokrasi Kabupaten Pangandaran. Data terbaru dalam Kabupaten Pangandaran Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran menunjukkan jumlah ASN Pangandaran berjenis kelamin perempuan mencapai 3.474 orang, hampir dua kali lipat dibandingkan ASN laki-laki yang berjumlah 1.950 orang hingga kondisi Desember 2025. Dominasi tersebut tidak […]

expand_less