Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Apa Sebenarnya Muktamar NU? Ini Sejarah dan Perannya

Apa Sebenarnya Muktamar NU? Ini Sejarah dan Perannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ketika mendengar Muktamar NU, perhatian publik sering tertuju pada satu hal: siapa yang akan memimpin Nahdlatul Ulama untuk periode berikutnya. Padahal, sejarah Muktamar NU menunjukkan bahwa forum ini memiliki ruang pembahasan yang jauh lebih luas, mulai dari persoalan keagamaan dan kemasyarakatan hingga arah organisasi.

Secara resmi, Muktamar merupakan forum musyawarah tertinggi NU. Forum tersebut mempertemukan utusan dari berbagai penjuru Indonesia untuk menetapkan keputusan strategis, kepengurusan, serta arah perjuangan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Karena itu, pertanyaan tentang Muktamar NU seharusnya tidak berhenti pada siapa yang terpilih.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang diputuskan dan ke mana NU akan bergerak setelah Muktamar selesai?

Pertanyaan tersebut semakin relevan menjelang Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sejarah Muktamar NU: Dari Surabaya Menyebar ke Nusantara

Perjalanan Muktamar Nahdlatul Ulama bermula tidak lama setelah NU berdiri pada 31 Januari 1926.

Menurut catatan sejarah NU, Muktamar pertama berlangsung di Surabaya pada 21 Oktober 1926. Muktamar kedua dan ketiga juga berlangsung di kota tersebut. Setelah itu, forum permusyawaratan NU mulai bergerak ke berbagai daerah.

Semarang menjadi lokasi Muktamar keempat pada 1929. Setahun kemudian, Muktamar berlangsung di Pekalongan. Setelah itu, Cirebon, Bandung, Jakarta, Banyuwangi, dan sejumlah kota lain masuk dalam perjalanan panjang Muktamar NU.

Menariknya, Muktamar pada masa awal tidak selalu identik dengan pergantian pengurus.

Catatan NU Online menyebut, sampai 1951 Muktamar digelar hampir setiap tahun, dengan pengecualian periode 1941–1946. Pada masa tersebut, forum Muktamar juga membahas persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.

Artinya, sejak awal, fungsi Muktamar NU memang lebih luas daripada sekadar memilih pemimpin.

Ketika Keputusan Muktamar Mengubah Arah NU

Sejarah kemudian menunjukkan betapa besar pengaruh keputusan Muktamar terhadap perjalanan organisasi.

Salah satu titik penting terjadi pada Muktamar ke-19 di Palembang pada 1952. Berdasarkan catatan sejarah NU, forum tersebut menjadi momentum ketika NU memutuskan berpisah dari Masyumi dan kemudian berdiri sebagai partai politik tersendiri.

Namun, arah tersebut kemudian berubah.

Pada Muktamar ke-27 di Situbondo pada 1984, NU mengambil keputusan penting untuk kembali kepada Khittah 1926 sebagai organisasi sosial-keagamaan. Keputusan itu menjadi salah satu tonggak besar dalam sejarah NU pascakemerdekaan.

Dengan demikian, melihat Muktamar hanya dari hasil pemilihan ketua jelas terlalu sempit.

Sebab, sejarah memperlihatkan bahwa keputusan Muktamar dapat menyentuh identitas, orientasi, hubungan dengan politik, serta arah gerakan organisasi.

Bahkan, rumusan Khittah NU tidak sekadar berarti menjauh dari politik praktis. NU Online mencatat bahwa Khittah 1926 juga berkaitan dengan landasan berpikir, bersikap, dan bertindak warga NU serta orientasi NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, dakwah, dan kehidupan sosial.

Ada Persoalan Keagamaan yang Dibahas

Lalu, apa saja yang dibicarakan dalam Muktamar?

Jawabannya tidak hanya urusan struktur organisasi.

Muktamar juga menjadi ruang pembahasan persoalan keagamaan dan kemasyarakatan. Dalam tradisi NU, Bahtsul Masail menjadi salah satu ruang penting untuk membahas berbagai persoalan yang membutuhkan pandangan keagamaan.

Karena itu, substansi Muktamar tidak hanya berada di panggung pemilihan kepemimpinan. Ada pula pembahasan mengenai program organisasi, persoalan umat, serta arah perjuangan NU.

Di luar sidang, Muktamar juga berkembang menjadi ruang pertemuan warga.

Catatan NU menyebut penyelenggaraan Muktamar pada masa berikutnya tidak hanya menghadirkan rapat umum. Bazar produk dan unit usaha warga NU serta pertunjukan seni Islami turut meramaikan kegiatan tersebut.

Sementara itu, sejarah Muktamar pertama juga memiliki catatan menarik. NU Online menulis bahwa rangkaian kegiatan Muktamar pertama pada 1926 ditutup dengan pengajian umum di Masjid Ampel Surabaya yang dihadiri sekitar 10 ribu warga. Angka tersebut merupakan catatan historis yang dikutip dari sumber sejarah, bukan hasil penghitungan langsung AlbadarPost.

Detail tersebut memperlihatkan satu hal: sejak masa awal, Muktamar memiliki hubungan erat dengan masyarakat luas.

Muktamar NU ke-35: Apa yang Lebih Penting dari Nama Ketua?

Kini perhatian publik kembali mengarah kepada Muktamar NU ke-35.

Nama-nama calon pemimpin tentu akan menjadi bagian penting dari pemberitaan. Namun, publik sebaiknya tidak berhenti pada dinamika tersebut.

Ada pertanyaan yang jauh lebih substansial.

Apa agenda besar NU setelah Muktamar?

Bagaimana organisasi merespons perubahan sosial? Bagaimana NU menghadapi tantangan pendidikan, ekonomi, teknologi, kehidupan keagamaan, dan persoalan masyarakat?

Lalu, bagaimana keputusan Muktamar diterjemahkan menjadi program yang benar-benar terasa sampai tingkat warga?

Di sinilah ukuran keberhasilan Muktamar tidak hanya terletak pada siapa yang terpilih.

Sebab, pemimpin menjalankan keputusan, sementara keputusan menentukan arah perjalanan organisasi.

Muktamar ke-35 pun menjadi momentum untuk melihat kembali makna musyawarah dalam perjalanan panjang NU. Forum tersebut bukan sekadar panggung pergantian kepengurusan, tetapi ruang untuk merumuskan arah perjuangan organisasi menghadapi lima tahun berikutnya.

Nama ketua mungkin menjadi berita utama hari ini. Namun, keputusan Muktamar bisa menjadi sejarah yang menentukan arah NU bertahun-tahun kemudian. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • membaca bismillah

    Bismillah dalam Aktivitas Harian

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membaca basmalah—Bismillahirrahmanirrahim—kerap terdengar ringan di lisan kita. Namun di balik kalimat singkat itu, tersimpan prinsip besar dalam menata hidup. Anjuran membaca bismillah sebelum memulai aktivitas kembali mengemuka sebagai pengingat bahwa setiap gerak manusia memiliki dimensi ibadah dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Dalam kehidupan yang kian cepat dan padat, banyak aktivitas […]

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • doa dimudahkan urusan

    Saat Hidup Terasa Sulit, Amalkan Doa Ini untuk Jalan Keluar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa dimudahkan urusan saat menghadapi masalah hidup, tekanan pekerjaan, atau kesulitan rezeki. Doa agar segala urusan lancar, doa dimudahkan rezeki, hingga amalan pembuka jalan menjadi harapan spiritual yang terus dicari. Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk keyakinan penuh kepada Allah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. […]

  • edukasi HIV/AIDS

    Pemda Majalengka Perluas Edukasi HIV/AIDS Lewat Platform Digital

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Edukasi HIV/AIDS Majalengka diperkuat lewat platform digital baru untuk menekan kasus dan perluas akses informasi publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas edukasi HIV/AIDS dengan meluncurkan situs Pojok Lajur Pesat. Langkah ini dinilai penting karena angka kasus baru HIV/AIDS di Majalengka masih berada pada tingkat tertinggi di kawasan Cirebon Raya. Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa […]

  • Pendamping PAMSIMAS 2026

    Lowongan PAMSIMAS 2026 Dibuka, Cari Pendamping untuk Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di sejumlah desa di Indonesia, pagi hari sering dimulai dengan suara ember yang saling beradu di dekat sumber air. Di sudut lain, jeriken berwarna biru dan kuning berjajar di pinggir jalan setapak menunggu giliran diisi. Ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya, sebagian warga bahkan harus berjalan lebih jauh hanya […]

  • Ilmu Falak

    Bukan Cuma Hilal, Ini Peran Ilmu Falak dalam Ibadah

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ilmu falak ternyata tidak hanya berkaitan dengan hilal. Dalam kehidupan umat Islam, astronomi Islam bersentuhan dengan berbagai kebutuhan ibadah, mulai dari penentuan waktu salat, arah kiblat, kalender Hijriah, hingga hisab dan rukyat. Hal tersebut kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Agama menyoroti berbagai layanan berbasis astronomi Islam. Kemenag menjelaskan bahwa ilmu falak […]

expand_less