Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 2.681 Bendera Berkibar di Galunggung, Rekor MURI Pecah

2.681 Bendera Berkibar di Galunggung, Rekor MURI Pecah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 2.681 bendera Merah Putih berkibar di kawasan puncak Gunung Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (17/8/2026). Pengibaran 2.681 bendera Galunggung tersebut bukan sekadar bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menghasilkan rekor MURI Galunggung yang menggeser capaian sebelumnya di Gunung Ceremai, Kabupaten Kuningan.

Angka itu menjadi pusat perhatian karena rekor sebelumnya mencatat 1.945 bendera. Artinya, pencapaian di Galunggung bertambah 736 bendera dibanding rekor terdahulu.

Namun, angka tersebut hanya sebagian dari cerita. Di balik ribuan Merah Putih yang berkibar, ada ribuan peserta dari berbagai unsur yang bergerak menuju kawasan puncak untuk mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan.

Berdasarkan keterangan yang dilansir dari Lanud Wiriadinata, kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Forum Komunitas Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT), pelajar, pelaku usaha, serta masyarakat umum.

Galunggung Menggeser Rekor Gunung Ceremai

Pengibaran 2.681 bendera Merah Putih menjadi bagian utama kegiatan yang digelar di kawasan Gunung Galunggung.

Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, menyatakan hasil verifikasi menetapkan pengibaran tersebut sebagai rekor baru.

Capaian itu sekaligus menggeser rekor sebelumnya di Gunung Ceremai, Kuningan, yang mencatat 1.945 bendera.

Jika hanya melihat angkanya, perbedaannya memang terlihat sederhana. Galunggung memiliki keunggulan 736 bendera.

Akan tetapi, angka tersebut menjadi signifikan karena pencapaian itu lahir dari sebuah kegiatan yang melibatkan banyak kelompok masyarakat dalam momentum yang sama.

Penyerahan Sertifikat MURI kepada Bupati Tasikmalaya serta pengalungan Medali MURI kepada Danlanud Wiriadinata kemudian menjadi penanda resmi pencapaian tersebut.

Dengan demikian, rekor MURI Tasikmalaya kali ini tidak hanya berbicara tentang jumlah bendera. Rekor tersebut juga membawa nama Gunung Galunggung ke dalam cerita peringatan kemerdekaan tahun ini.

Ribuan Merah Putih Berkibar di Kawasan Kawah

Ada satu hal yang membuat peristiwa ini berbeda dari pengibaran bendera pada umumnya: lokasinya.

Pengibaran dilakukan di kawasan tepi kawah puncak Gunung Galunggung. Para peserta bersama-sama menapaki ratusan anak tangga menuju kawasan puncak untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Karena itu, Gunung Galunggung bukan sekadar latar belakang.

Kawasan tersebut menjadi bagian penting dari visual peringatan kemerdekaan. Ribuan Merah Putih yang berkibar di kawasan gunung menciptakan pemandangan yang sekaligus menyatukan simbol kebangsaan dan lanskap alam Tasikmalaya.

Selain pengibaran bendera, kegiatan juga dimeriahkan paramotor Lanud Wiriadinata yang membawa Bendera Merah Putih.

Pemandangan tersebut memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan: peringatan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung di halaman kantor atau lapangan.

Gunung pun bisa menjadi ruang untuk menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia.

Namun, semangat tersebut tidak berhenti pada kemeriahan visual.

Bukan Sekadar Mengejar Rekor

Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengibaran 2.681 bendera di Galunggung bukan semata-mata bertujuan mencatatkan rekor. Kegiatan itu juga menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan tersebut menjadi menarik ketika ditempatkan di balik angka 2.681.

Sebab, rekor pada dasarnya hanya mencatat sebuah capaian. Setelah sertifikat diserahkan dan medali diberikan, angka tersebut akan menjadi bagian dari sejarah.

Sebaliknya, persatuan membutuhkan pekerjaan yang jauh lebih panjang.

Itulah sebabnya keterlibatan TNI, Polri, pemerintah, komunitas, pelajar, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dari cerita bendera Merah Putih Galunggung.

Mereka datang dari latar belakang berbeda, tetapi bertemu dalam satu kegiatan.

Dalam konteks tersebut, gotong royong tidak berhenti sebagai kata dalam sambutan. Gotong royong terlihat dari keterlibatan berbagai unsur dalam satu momentum.

Dari Galunggung, Pesan Persatuan Diperpanjang

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tasikmalaya beserta jajaran Forkopimda, Komandan Lanud Wiriadinata, unsur TNI dan Polri, perwakilan MURI, FKPAT, Perhutani, perangkat daerah, pelajar, pelaku usaha, komunitas, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Keterlibatan banyak unsur tersebut membuat pencapaian 2.681 bendera memiliki konteks yang lebih luas.

Bagi masyarakat Tasikmalaya, rekor tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, maknanya tidak seharusnya berhenti pada sertifikat MURI.

Merah Putih yang berkibar di kawasan Galunggung membawa pesan tentang persatuan. Sementara itu, keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih dapat menemukan bentuknya melalui kerja bersama.

Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada akhirnya, 2.681 bendera memang berhasil menggeser rekor 1.945 bendera di Gunung Ceremai. Namun, ukuran keberhasilan yang lebih penting bukan hanya berapa banyak bendera yang berhasil dikibarkan. Pertanyaannya adalah berapa lama semangat persatuan yang mengantarkan ribuan bendera itu tetap hidup setelah perayaan berakhir.

Rekor boleh dicatat MURI, angka boleh menjadi sejarah, tetapi Merah Putih baru benar-benar berkibar tinggi ketika persatuan yang dilambangkannya tidak ikut turun setelah upacara selesai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi perpustakaan ilmuwan Muslim abad pertengahan dengan astronomi, matematika, dan manuskrip sains klasik.

    Jejak Islam dalam Lahirnya Sains Modern

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Malam di Baghdad pada abad ke-9 tidak selalu gelap dan sunyi. Di beberapa sudut kota, lampu minyak masih menyala hingga larut. Sejumlah orang duduk mengelilingi meja kayu panjang. Di depan mereka, lembar demi lembar manuskrip terbuka. Ada yang menyalin tulisan Yunani kuno. Ada yang menghitung pergerakan bintang. Dan ada pula yang memperdebatkan […]

  • Hawa Nafsu Menurut Islam

    Mengapa Hawa Nafsu Lebih Berbahaya dari Syaitan?

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hawa nafsu menurut Islam bukan sekadar dorongan untuk memenuhi keinginan duniawi. Dalam banyak keadaan, bahaya hawa nafsu, mengendalikan hawa nafsu, dan muhasabah justru menjadi kunci agar seseorang tidak terperosok ke dalam kesalahan yang tampak indah di permukaan. Di tengah era media sosial, ketika pujian, pengakuan, dan popularitas sering dijadikan ukuran keberhasilan, peringatan […]

  • PM AAS Tasikmalaya

    PM AAS Masuk Tasikmalaya, Hasil Panen Jadi Ujian Berikutnya

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PM AAS Tasikmalaya mulai diterapkan di lahan pertanian Kelompok Tani Gunung Golong, Kampung Ujungsari RW 17, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Penerapan sistem pertanian modern itu menjadi bagian dari dorongan pemerintah daerah terhadap penggunaan teknologi di sektor pertanian. Namun, ada satu pertanyaan yang lebih penting daripada sekadar bagaimana teknologi tersebut […]

  • Prediksi Bayern vs Real Madrid dengan analisis statistik, peluang gol, dan performa terbaru di Allianz Arena

    Bayern vs Real Madrid: Data Terbaru Bikin Kaget, Siapa Sebenarnya Unggul?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Prediksi Bayern vs Real Madrid langsung menyita perhatian publik. Duel Bayern Munich vs Real Madrid bukan hanya soal siapa menang, tetapi siapa yang siap bertahan di tekanan tertinggi. Banyak yang mencari prediksi Bayern Munich vs Real Madrid, analisis Bayern vs Madrid, hingga peluang Bayern vs Real Madrid—semuanya mengarah pada satu hal: laga ini bisa mengubah arah […]

  • kasus penganiayaan istri siri

    Kasus Penganiayaan Istri Siri di Sukabumi, Tipiring atau KDRT?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus penganiayaan istri siri di Sukabumi kembali membuka perdebatan lama dalam penegakan hukum. Seorang perempuan melaporkan mantan suami sirinya atas dugaan pencekikan. Namun polisi tidak menahan terlapor dan mengklasifikasikan perkara tersebut sebagai tindak pidana ringan atau tipiring. Keputusan ini memantik pertanyaan publik. Banyak pihak mempertanyakan apakah kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan […]

  • produk UMKM ekspor seperti kerajinan tangan, kopi, dan fashion lokal untuk pasar internasional

    7 Produk UMKM Ini Laris di Luar Negeri, Nomor 3 Paling Dicari!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 245
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Produk UMKM ekspor kini semakin dilirik pasar global. Banyak produk UMKM ekspor, barang UMKM go international, hingga produk lokal tembus luar negeri mulai mendominasi marketplace internasional. Tren ini terus meningkat karena kualitas produk Indonesia makin diakui, sementara pelaku usaha semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar global. Selain itu, pemerintah dan platform digital […]

expand_less