Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 51 Paskibraka Jabar 2026 Dikukuhkan, Pesan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

51 Paskibraka Jabar 2026 Dikukuhkan, Pesan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 51 anggota Paskibraka Jabar 2026 resmi dikukuhkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 14 Agustus 2026. Para anggota Paskibraka Jawa Barat 2026 itu merupakan perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Pengukuhan tersebut berlangsung menjelang pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena itu, momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi penanda bahwa puluhan pelajar tersebut siap menjalankan tugas membawa Merah Putih dalam upacara tingkat Provinsi Jawa Barat.

Bagi 51 anggota yang terpilih, perjalanan menuju titik tersebut juga tidak berlangsung singkat. Mereka melewati sejumlah tahapan seleksi dan pembinaan sebelum mendapat kepercayaan menjadi bagian dari Paskibraka tingkat provinsi.

Namun, ada satu pesan dari pengukuhan itu yang menarik untuk dicermati: tugas Paskibraka tidak berhenti ketika bendera Merah Putih dikibarkan.

Dari 27 Daerah, Berdiri dalam Satu Barisan

Ke-51 anggota Paskibraka Jabar 2026 datang sebagai perwakilan dari 27 kabupaten/kota. Mereka kemudian dipersatukan dalam satu formasi dan satu tanggung jawab pada tingkat provinsi.

Di sinilah Paskibraka memiliki makna yang lebih luas.

Para anggota tidak hanya dituntut menguasai gerakan baris-berbaris. Mereka juga harus mampu menjaga kekompakan, ketepatan, disiplin, dan konsentrasi ketika menjalankan tugas.

Sebelum pengukuhan, mereka menjalani rangkaian seleksi yang mencakup tes wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesamaptaan, kesehatan, parade, Peraturan Baris-Berbaris atau PBB, wawancara, serta tahapan lainnya.

Dengan proses tersebut, Paskibraka Jabar 2026 tidak lahir hanya dari kemampuan fisik. Seleksi juga menyentuh aspek wawasan, karakter, kesehatan, dan kesiapan menjalankan tugas.

Karena itu, 51 anggota tersebut membawa representasi daerah masing-masing ketika berdiri dalam satu barisan di tingkat Jawa Barat.

Dedi Mulyadi Soroti Makna Merah Putih

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pengukuhan tersebut mengingatkan anggota Paskibraka agar memahami nilai Merah Putih dan tidak sekadar menjalankan tugas upacara.

Didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan, bahwa para anggota Paskibraka adalah merupakan generasi yang dipersiapkan untuk menjadi penerus bangsa. Ia juga menekankan pentingnya menginternalisasi nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut membuat tugas Paskibraka memiliki dimensi yang lebih luas. Sebab, seorang pengibar bendera memang hanya bertugas dalam momen tertentu, tetapi nilai disiplin dan tanggung jawab yang diperoleh selama proses pembinaan dapat dibawa ke lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Selain itu, Dedi menekankan pentingnya kehormatan dalam pengabdian. Ia mengingatkan agar pengabdian kepada negara tidak semata-mata berorientasi pada jabatan, kekuasaan, atau kekayaan.

Pesan tersebut menjadi relevan ketika Paskibraka ditempatkan sebagai bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Paskibraka Bukan Hanya Soal Baris-Berbaris

Seragam lengkap, formasi yang rapi, dan gerakan yang serempak memang menjadi bagian paling mudah terlihat dari Paskibraka.

Akan tetapi, ada proses panjang di baliknya.

Seorang anggota Paskibraka harus belajar mengikuti aturan, bekerja dalam tim, menerima arahan, sekaligus menjaga konsentrasi ketika berada di bawah perhatian banyak orang.

Karena itu, pengukuhan Paskibraka Provinsi Jawa Barat 2026 dapat dibaca sebagai awal dari tanggung jawab, bukan akhir dari proses.

Apalagi, mereka membawa nama 27 kabupaten/kota yang telah menjadi bagian dari perjalanan seleksi dan pembinaan.

Di tengah ruang publik yang semakin ramai oleh perbedaan pendapat, pengalaman berdiri dalam satu barisan dapat menjadi pelajaran sederhana tentang persatuan.

Berbeda daerah bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri.

Menjelang 17 Agustus, Amanah Itu Segera Dijalankan

Pengukuhan berlangsung dua hari sebelum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Waktu yang singkat itu membuat persiapan terakhir menjadi bagian penting dari tugas para anggota Paskibraka.

Setelah melewati seleksi dan pembinaan, perhatian kini beralih kepada pelaksanaan tugas pada upacara kemerdekaan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Namun, ukuran keberhasilan mereka seharusnya tidak hanya terlihat dari sempurnanya prosesi pengibaran bendera.

Ada pertanyaan yang jauh lebih panjang: apa yang mereka lakukan setelah kembali ke sekolah dan lingkungan masing-masing?

Jika disiplin tetap terjaga, jika semangat persatuan tetap hidup, dan jika rasa tanggung jawab terus tumbuh, maka pengalaman menjadi Paskibraka akan memiliki arti yang lebih panjang daripada satu kali upacara.

Merah Putih Harus Tetap Hidup Setelah Upacara

Pengukuhan 51 Paskibraka Jabar 2026 di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate, menjadi pengingat bahwa simbol kebangsaan selalu datang bersama tanggung jawab.

Mereka memang akan mengibarkan Merah Putih dalam sebuah upacara.

Tetapi sesungguhnya, amanah yang lebih besar baru dimulai setelah upacara selesai.

Sebab Merah Putih tidak hanya membutuhkan generasi yang mampu mengibarkannya dengan sempurna.

Merah Putih membutuhkan generasi yang mampu menjaga kehormatannya ketika tidak ada tiang bendera, tidak ada barisan, dan tidak ada tepuk tangan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Anak Nasional

    Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III Siliwangi justru memilih langkah yang lebih berani dengan menggelar kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa henti pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut bahkan […]

  • PMI Indonesia Singapura

    20 Detik yang Mengubah Nasib PMI Indonesia di Singapura

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Hanya sekitar 20 detik, sebuah pergulatan antara PMI Indonesia di Singapura dan majikannya yang berusia 94 tahun berubah menjadi perkara pidana. Pekerja migran Indonesia bernama Sulastri Wulandari, 31 tahun, akhirnya dijatuhi hukuman penjara delapan minggu setelah majikannya terjatuh dan mengalami cedera kepala. Peristiwa tersebut terjadi di tempat tinggal keduanya pada 21 […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

  • persiapan menyambut Ramadhan

    Menata Hati Sebelum Fajar Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 222
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ramadhan tidak pernah datang tiba-tiba. Ia selalu memberi tanda, seperti tamu mulia yang mengirim kabar lebih dulu agar tuan rumah bersiap. Angin Sya’ban membawa aroma itu—aroma rindu, harap, dan juga kegelisahan. Sebab Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan cermin besar yang akan memantulkan seberapa siap hati dan hidup kita menjemputnya. Allah SWT […]

  • Santri mempelajari kitab kuning di pesantren dengan metode tradisional yang mendalam

    Kitab Kuning Santri: Rahasia Ilmu yang Bertahan Ratusan Tahun

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kitab kuning santri menjadi bagian penting dalam dunia pesantren. Melalui kitab kuning pesantren, para santri mempelajari kitab klasik Islam yang berisi ilmu fikih, akidah, hingga akhlak. Selain itu, buku santri ini tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga menjadi tradisi intelektual yang terus hidup hingga sekarang. Oleh karena itu, memahami kitab kuning […]

  • Kasus Yurizal

    Nakes Tasikmalaya Minta Maaf, Doxxing Ramai Setelah Kasus Yurizal

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Yurizal kembali menjadi perhatian publik setelah beberapa tenaga kesehatan yang sebelumnya menjadi sorotan di media sosial menyampaikan permintaan maaf. Perkembangan terbaru itu juga memunculkan isu lain yang tidak kalah penting, yakni doxxing, atau penyebaran data pribadi tanpa persetujuan. Bersamaan dengan itu, pembahasan mengenai Yurizal Threads, permintaan maaf nakes, dan etika media […]

expand_less