Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Jam Malam Anak Garut Mulai 21.00 WIB, Apa yang Berubah?

Jam Malam Anak Garut Mulai 21.00 WIB, Apa yang Berubah?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAHJam malam anak Garut kembali menjadi perhatian setelah Pemerintah Kabupaten Garut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat memperkuat pengawasan anak di bawah umur pada malam hari. Patroli dan pengamanan akan dioptimalkan, terutama mulai pukul 21.00 WIB, sebagai langkah pencegahan agar anak tidak menjadi korban maupun terlibat dalam tindak kejahatan.

Penguatan pengawasan itu dibahas dalam rapat Forkopimda di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa, 11 Agustus 2026.

Namun, ada hal yang perlu dipahami secara utuh. Kebijakan tersebut tidak tepat jika diterjemahkan sederhana sebagai larangan mutlak bagi semua anak untuk berada di luar rumah setelah pukul 21.00 WIB.

Yang disampaikan pemerintah dan kepolisian adalah penguatan pemberlakuan jam malam serta peningkatan intensitas patroli. Bahkan, Kapolres Garut menekankan bahwa tujuan utama pengamanan adalah mencegah anak menjadi korban ataupun pelaku kejahatan.

Patroli Anak Diperkuat Mulai Pukul 21.00 WIB

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan kepolisian siap mengoptimalkan patroli untuk mendukung penertiban jam malam anak, khususnya mulai pukul 21.00 WIB.

Pendekatan tersebut lebih mengutamakan pencegahan. Polisi tidak hanya berorientasi pada tindakan hukum, tetapi juga berupaya menjauhkan anak dari situasi yang dapat membahayakan mereka.

“Intinya kami mengamankan bukan untuk menangkap,” kata Kapolres Garut dalam rapat tersebut, sebagaimana dikutip Pemkab Garut.

Karena itu, keberadaan anak di ruang publik pada malam hari perlu dilihat berdasarkan konteksnya. Kegiatan pendidikan, keagamaan, keluarga, atau kebutuhan lain tentu membutuhkan pendekatan yang proporsional.

Di sisi lain, peningkatan patroli menjadi penting ketika aparat menemukan aktivitas yang berpotensi mengarah pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan pendekatan seperti itu, jam malam anak Garut lebih tepat dipahami sebagai instrumen pengawasan dan perlindungan, bukan sekadar pembatasan aktivitas.

Polisi Ungkap 22 Tersangka Geng Motor

Penguatan patroli malam juga berkaitan dengan persoalan keamanan yang menjadi perhatian kepolisian di Garut.

Menurut keterangan Kapolres Garut dalam rapat Forkopimda, polisi sebelumnya telah mengamankan 22 tersangka yang terlibat aksi geng motor. Selain itu, Polres Garut juga mencatat 28 tersangka terkait kasus minuman keras dan narkotika.

Dua angka tersebut penting dibaca secara hati-hati.

Artinya bukan semua anak yang berada di luar rumah pada malam hari berkaitan dengan geng motor atau penyalahgunaan narkotika. Sebaliknya, data tersebut menunjukkan adanya persoalan kamtibmas yang perlu dicegah agar tidak semakin dekat dengan kelompok usia muda.

Karena itu, pengawasan malam menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas.

Jika patroli berjalan bersama edukasi dan pengawasan keluarga, ruang bagi anak untuk masuk ke lingkungan berisiko diharapkan semakin kecil.

Police Go to School Mulai Pekan Depan

Upaya perlindungan anak di Garut juga tidak berhenti di jalanan pada malam hari.

Polres Garut berencana menjalankan program Police Go to School mulai pekan berikutnya. Program tersebut akan menyasar sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

Langkah ini menarik karena pencegahan dilakukan dari dua sisi.

Pertama, aparat meningkatkan pengawasan di ruang publik. Kedua, polisi masuk ke lingkungan sekolah untuk membangun edukasi dan komunikasi dengan generasi muda.

Pendekatan tersebut dapat membuka ruang dialog mengenai bahaya geng motor, minuman keras, narkotika, kekerasan, serta berbagai risiko lain yang dapat mengganggu masa depan anak.

Selain itu, sekolah dapat menjadi penghubung antara polisi, guru, siswa, dan orang tua.

Dengan demikian, persoalan anak tidak hanya ditangani ketika sudah muncul di jalan. Pencegahan dapat dimulai lebih awal melalui pendidikan dan komunikasi.

Surat Edaran Obat Terlarang Segera Diterbitkan

Pada rapat yang sama, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan perkembangan terkait Surat Edaran mengenai penanganan obat terlarang.

Menurut Bupati, surat edaran tersebut telah selesai difinalisasi dan mendapat tanggapan positif dari jajaran Forkopimda. Pemerintah daerah menargetkan penerbitannya dalam waktu dekat setelah proses penandatanganan.

Langkah ini melengkapi penguatan pengawasan terhadap anak.

Sebab, perlindungan generasi muda tidak cukup hanya dengan mengatur waktu aktivitas malam. Pemerintah juga perlu mempersempit ruang peredaran obat terlarang dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahayanya.

Pada titik tersebut, kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi sangat penting.

Jam Malam Bukan Hanya Urusan Polisi

Pemkab Garut menyebut pemberlakuan jam malam anak sebenarnya bukan hal baru. Menurut Bupati, aturan tersebut sudah pernah ada, tetapi intensitas penerapannya dinilai masih rendah sehingga akan diperkuat kembali.

Artinya, tantangan terbesar bukan hanya membuat patroli lebih sering.

Ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting: memastikan orang tua mengetahui aktivitas anak, sekolah ikut memberikan edukasi, dan masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Polisi memang memiliki kewenangan untuk menjaga keamanan. Namun, keluarga tetap menjadi lingkungan pertama tempat anak memperoleh pengawasan dan perlindungan.

Karena itu, keberhasilan jam malam anak Garut tidak semestinya hanya diukur dari jumlah anak yang ditemukan petugas setelah pukul 21.00 WIB.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah keterlibatan anak dalam gangguan kamtibmas menurun, apakah anak semakin terlindungi dari lingkungan berisiko, dan apakah keluarga serta sekolah semakin aktif melakukan pencegahan.

Garut Dihadapkan pada Ujian Perlindungan Anak

Penguatan jam malam di Garut akhirnya bukan sekadar persoalan angka 21.00 WIB.

Angka tersebut menjadi titik dimulainya pengawasan yang lebih intensif. Namun, hasil akhirnya akan sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan setelah patroli berjalan.

Jika hanya mengandalkan penertiban, masalah bisa berpindah tempat.

Sebaliknya, jika patroli berjalan bersama pendidikan di sekolah, pengawasan keluarga, pengendalian peredaran obat terlarang, dan kepedulian masyarakat, perlindungan anak memiliki fondasi yang lebih kuat.

Karena itu, masyarakat perlu melihat kebijakan ini secara proporsional.

Anak bukan sekadar objek yang harus ditertibkan. Mereka adalah generasi yang harus dijauhkan dari situasi yang dapat merusak masa depan.

Pada akhirnya, pukul 21.00 WIB bukan sekadar angka di jam. Ia adalah pengingat bahwa ketika malam mulai rawan, tanggung jawab menjaga anak tidak boleh ikut tidur. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penemuan Mayat Panjalu

    Penemuan Mayat Panjalu, Polisi Selidiki Motor dan HP Hilang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penemuan mayat Panjalu menggegerkan warga Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (21/7/2026) pagi. Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di sebuah rumah kosong. Selain itu, polisi juga menerima informasi bahwa sepeda motor dan telepon genggam milik korban tidak berada di lokasi saat petugas melakukan pemeriksaan awal. Peristiwa tersebut kini […]

  • Bakti Religi Polres Tasikmalaya

    Sambut Hari Bhayangkara, Polres Tasikmalaya Bersihkan Masjid dan Sentuh Hati Warga

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah berbagai agenda menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya memilih cara yang sederhana namun bermakna. Alih-alih hanya menggelar seremoni, jajaran kepolisian turun langsung membersihkan Masjid Agung Mangunreja bersama masyarakat dalam kegiatan Bakti Religi yang berlangsung Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa pendekatan humanis Polri tidak selalu hadir melalui […]

  • Salat Istisqa

    Kemarau Panjang? Inilah Tuntunan Lengkap Salat Istisqa

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Musim kemarau yang berkepanjangan sering membawa dampak bagi kehidupan masyarakat, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga terganggunya sektor pertanian. Dalam ajaran Islam, salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dianjurkan ketika terjadi kekeringan adalah Salat Istisqa, yaitu salat sunnah untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Namun, ibadah ini tidak menggantikan ikhtiar […]

  • Foto aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Cikurubuk dengan latar bangunan kios tradisional, simbol ekonomi kerakyatan.

    Strategi Pemkot dalam Upaya Revitalisasi Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pasar tradisional merupakan ruang vital dalam struktur ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika masyarakat berbelanja di pasar, roda ekonomi lokal bergerak, keterlibatan UMKM meningkat, dan jalinan sosial antarwarga semakin kuat. Di Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk merupakan salah satu pusat perdagangan lokal yang telah membentuk kehidupan ekonomi warga selama puluhan tahun. Namun dalam beberapa waktu […]

  • Panen Raya Ciamis

    Panen Raya Ciamis Tembus 7,5 Ton per Hektare

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Panen Raya Ciamis kembali menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Ciamis. Produktivitas padi yang mencapai 7,5 ton per hektare menjadi sinyal positif bahwa pertanian berkelanjutan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras. Momentum tersebut berlangsung dalam kegiatan Panen Raya dan Peresmian Kantor Sekretariat Klaster […]

  • Pupuk Bersubsidi

    Pupuk Bersubsidi Jadi Sorotan, Garut Perketat Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bagi petani, pupuk bersubsidi bukan sekadar karung berisi pupuk. Ketersediaannya sering menjadi penentu kapan lahan mulai diolah, bibit ditanam, hingga harapan panen mulai disemai. Sebaliknya, ketika pupuk subsidi terlambat diterima atau tidak sampai kepada yang berhak, dampaknya dapat dirasakan sejak awal musim tanam. Berangkat dari kebutuhan tersebut, pengawasan distribusi pupuk bersubsidi […]

expand_less