Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » QS Al-Baqarah 126: Doa yang Menguatkan Sebuah Negeri

QS Al-Baqarah 126: Doa yang Menguatkan Sebuah Negeri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap tanggal 17 Agustus, jutaan pasang mata tertuju kepada Sang Merah Putih yang perlahan naik ke puncak tiang. Lagu Indonesia Raya berkumandang. Banyak orang menundukkan kepala sambil berdoa agar negeri tetap damai. Namun, tahukah kita? Jauh sebelum konsep negara modern lahir, Al-Qur’an telah mengabadikan sebuah doa keamanan negeri yang dipanjatkan Nabi Ibrahim AS. Doa dalam QS. Al-Baqarah 126 itu tidak hanya berbicara tentang negeri yang aman, tetapi juga menghadirkan fondasi nasionalisme dalam Islam yang berakar pada iman, kepedulian, dan tanggung jawab.

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Artinya:

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.'”
(QS. Al-Baqarah: 126).

Menariknya, Nabi Ibrahim lebih dahulu memohon keamanan sebelum memohon rezeki. Urutan doa ini menyimpan pelajaran besar yang tetap relevan hingga hari ini.

Mengapa Nabi Ibrahim Mendahulukan Doa Keamanan Negeri?

Bayangkan sebuah negeri yang kaya sumber daya, tetapi dipenuhi konflik.

Sekolah sulit berjalan.

Aktivitas ekonomi terganggu.

Rumah ibadah kehilangan ketenangan.

Anak-anak tumbuh dalam rasa takut.

Karena itulah Nabi Ibrahim memulai doanya dengan memohon keamanan.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa keamanan merupakan nikmat besar yang memungkinkan masyarakat menjalankan agama, bekerja, dan membangun kehidupan dengan tenang. Sementara itu, Tafsir Al-Qurthubi menekankan bahwa keamanan adalah salah satu karunia Allah yang menjadi syarat lahirnya kemakmuran.

Pesannya sederhana.

Negeri yang aman bukan hadir karena keberuntungan.

Ia tumbuh dari doa, keadilan, persatuan, dan kepedulian seluruh warga.

Nasionalisme dalam Islam Bukan Sekadar Slogan

Di tengah berbagai perdebatan, masih ada anggapan bahwa nasionalisme bertentangan dengan agama.

Pandangan itu tidak sepenuhnya tepat.

Islam mengajarkan kecintaan kepada tempat tinggal melalui tanggung jawab untuk menjaga keamanan, menegakkan keadilan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Allah SWT berfirman:

“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat: 13).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa keberagaman bangsa merupakan bagian dari kehendak Allah. Karena itu, persatuan menjadi jalan untuk saling mengenal, bukan saling merendahkan.

Nasionalisme dalam Islam tidak berarti menempatkan bangsa di atas agama. Sebaliknya, ia mendorong setiap Muslim menjadi warga yang jujur, amanah, dan bermanfaat bagi negeri.

Relevan di Tengah Tantangan Indonesia Hari Ini

Hari ini, tantangan sebuah bangsa tidak selalu datang dalam bentuk peperangan.

Hoaks menyebar lebih cepat daripada klarifikasi.

Provokasi mudah memecah persaudaraan.

Ujaran kebencian beredar tanpa berpikir panjang.

Perbedaan pandangan sering berubah menjadi permusuhan.

Dalam situasi seperti itu, doa Nabi Ibrahim terasa semakin relevan.

Mendoakan keamanan negeri bukan hanya ucapan setelah salat.

Doa itu perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menghormati hukum.

Menjaga fasilitas umum.

Menghindari fitnah.

Menggunakan media sosial secara bijak.

Merawat kerukunan dengan tetangga yang berbeda latar belakang.

Semua itu merupakan bentuk cinta tanah air yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Rasulullah SAW Juga Menunjukkan Cinta kepada Tanah Kelahiran

Ketika hijrah dari Makkah, Rasulullah SAW mengungkapkan rasa cintanya kepada kota tempat beliau dilahirkan.

Beliau bersabda:

“Demi Allah, engkau adalah bumi Allah yang paling aku cintai. Seandainya kaummu tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan keluar darimu.”
(HR. Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa mencintai tanah kelahiran merupakan fitrah manusia. Yang perlu dijaga adalah agar kecintaan tersebut tetap berada dalam koridor syariat, tidak berubah menjadi fanatisme yang merendahkan bangsa lain.

Menjaga Negeri Dimulai dari Hal-Hal Sederhana

Sering kali nasionalisme dipahami sebatas upacara atau pengibaran bendera.

Padahal, maknanya jauh lebih luas.

Seorang guru yang mengajar dengan jujur sedang menjaga negeri.

Petani yang menghasilkan pangan berkualitas sedang menjaga negeri.

Tenaga kesehatan yang melayani pasien dengan tulus sedang menjaga negeri.

Jurnalis yang menyampaikan informasi akurat tanpa provokasi juga sedang menjaga negeri.

Setiap profesi memiliki ruang untuk menghadirkan manfaat.

Allah SWT mengingatkan:

“Janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.”
(QS. Al-Anfal: 46).

Persatuan bukan sekadar slogan. Persatuan adalah modal agar sebuah bangsa tetap kuat menghadapi tantangan zaman.

Nasionalisme yang Berakar pada Ketakwaan

Doa Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa keamanan, kemakmuran, dan persatuan tidak lahir secara kebetulan.

Semuanya bertumbuh ketika manusia mendekat kepada Allah sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Karena itu, setiap doa untuk negeri sejatinya merupakan komitmen moral.

Bukan hanya meminta Indonesia tetap damai.

Melainkan juga bersedia menjadi bagian dari solusi.

Tidak menyebarkan kebencian.

Tidak merusak persatuan.

Dan tidak mengorbankan kepentingan bersama demi keuntungan sesaat.

Inilah makna nasionalisme yang tumbuh dari ketakwaan.

Sebuah bangsa tidak hanya dijaga oleh pagar perbatasan dan kekuatan senjata, tetapi juga oleh jutaan hati yang berdoa, bekerja dengan jujur, serta memilih persatuan daripada perpecahan. Sebab, negeri yang aman bukan sekadar warisan para pendiri bangsa, melainkan amanah yang harus terus dijaga oleh setiap generasi. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legalitas Galian Pasir

    Usai Polemik, Koperasi Panca Sakti Sejahtera Tasikmalaya Tunjukkan Legalitas

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai legalitas galian pasir di kawasan Sungai Ciwulan, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat tanggapan dari Koperasi Panca Sakti Sejahtera. Menyusul beredarnya berbagai informasi di ruang publik, pengurus koperasi menunjukkan sejumlah dokumen legalitas galian pasir yang mereka sebut sebagai bagian dari proses perizinan galian pasir yang sedang berjalan sesuai ketentuan. Ketua Koperasi Panca […]

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • Makan Bergizi Gratis

    Menteri Arifatul Tinjau Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Makan Bergizi Gratis atau program MBG kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Program pemenuhan gizi bagi siswa tersebut menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Saat meninjau langsung pelaksanaannya di SDN Hegarsari, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, menyaksikan bagaimana makanan bergizi tidak […]

  • Video viral menampilkan lima pekerja asal Jawa Barat yang terlantar di Papua dan meminta bantuan agar bisa pulang ke kampung halaman.

    Viral di TikTok! Warga Wado dan Cicalengka Terlantar di Papua

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah video viral tentang pekerja terlantar di Papua mengundang perhatian besar pengguna media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan lima pria dewasa dan satu orang kamerawan yang diduga menjadi korban penelantaran pekerjaan setelah ditinggal mandor sebuah perusahaan. Video mengenai pekerja yang terlantar di Papua, pekerja yang tidak mendapatkan kepastian kerja, serta pekerja yang meminta […]

  • Ilustrasi manusia merenungi nikmat Allah di bawah langit luas dengan cahaya lembut, menggambarkan makna ayat Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

    Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula […]

  • Tol Getaci

    Kementerian PU Mulai Tol Getaci 2026, Akses Priatim Diperluas

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Kementerian PU memastikan Tol Getaci dibangun 2026 untuk mempercepat akses dan konektivitas Priatim. albadarpost.com, FOKUS – Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pembangunan Tol Getaci akan dimulai pada 2026. Proyek jalan tol sepanjang 206,65 kilometer ini dinilai krusial untuk membuka keterisolasian wilayah Priangan Timur dan mempercepat konektivitas Jawa Barat–Jawa Tengah. Kepastian ini penting bagi warga Priatim yang […]

expand_less