Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pohon Tumbang Ciamis Rusak Dua Rumah Warga

Pohon Tumbang Ciamis Rusak Dua Rumah Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pohon tumbang Ciamis akibat angin kencang merusak dua rumah warga di Dusun Sompok, Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Sabtu (25/7/2026). Peristiwa pohon tumbang yang dipicu cuaca ekstrem itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian rumah dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Meski bangunan mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Warga bersama Tagana dan aparat setempat bergerak cepat mengevakuasi pohon agar kerusakan tidak meluas.

Informasi kejadian ini berdasarkan laporan situasi (Sitrep) yang disampaikan unsur Pemerintah Desa Sumberjaya dan Tagana Kabupaten Ciamis kepada instansi terkait.

Angin Kencang Robohkan Pohon Wado

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika angin kencang melanda wilayah Kecamatan Cihaurbeuti. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis memang mengalami hujan yang disertai embusan angin cukup kuat.

Sebuah pohon wado berukuran besar tidak mampu menahan terpaan angin sehingga roboh dan menimpa dua rumah warga.

Rumah milik Haerudin menjadi salah satu yang terdampak. Bagian dapur dan area belakang rumah mengalami kerusakan sehingga belum dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Rumah milik Dodi yang berada tidak jauh dari lokasi juga mengalami kerusakan pada bagian ruang tengah dan kamar. Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum tertimpa material bangunan maupun batang pohon.

Gotong Royong Percepat Penanganan

Tak lama setelah kejadian, Pemerintah Desa Sumberjaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, bidan desa, Tagana Kabupaten Ciamis, dan masyarakat berdatangan ke lokasi.

Suara gergaji mesin terdengar bersahutan saat warga bersama petugas memotong batang pohon yang melintang di atas bangunan. Sebagian warga lainnya mengangkat ranting-ranting besar agar akses menuju rumah kembali terbuka.

Kerja sama tersebut mempercepat proses evakuasi sehingga batang pohon utama berhasil dipindahkan pada hari yang sama.

Meski demikian, sisa ranting dan puing pohon masih terlihat berserakan di sekitar rumah. Warga berencana melanjutkan pembersihan secara bergotong royong pada keesokan harinya.

Kerugian Diperkirakan Capai Rp30 Juta

Hasil asesmen di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi pada bagian dapur, ruang tengah, dan kamar rumah warga.

Nilai kerugian material diperkirakan sekitar Rp30 juta. Tidak ada laporan kehilangan barang berharga maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Meski kerusakan tergolong sebagian, beberapa ruangan belum bisa dimanfaatkan sehingga keluarga terdampak membutuhkan perbaikan secepatnya agar aktivitas sehari-hari kembali normal.

Bantuan Masih Sangat Dibutuhkan

Berdasarkan hasil asesmen, keluarga terdampak masih membutuhkan bantuan berupa terpal untuk melindungi bagian rumah yang rusak, sembako, makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, alat dapur, serta bahan bangunan seperti semen, pasir, dan batu bata.

Selain bantuan logistik, dukungan dana juga diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan rumah agar penghuni dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pohon-pohon besar di sekitar permukiman perlu diperiksa secara berkala, terutama saat memasuki musim hujan dan angin kencang. Langkah antisipasi sederhana dapat mengurangi risiko bencana yang mengancam keselamatan warga.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga

Respons cepat aparat desa, Tagana, dan masyarakat menunjukkan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama saat bencana datang. Ketika cuaca ekstrem sulit diprediksi, kesiapsiagaan dan kepedulian antarsesama menjadi modal penting untuk mengurangi dampak yang lebih besar.

Angin boleh merobohkan pohon, tetapi kepedulian dan gotong royong warga selalu mampu menegakkan kembali harapan. (GZ)

  • Penulis: redaktur
expand_less