Wakil Wali Kota Buka Pasanggiri Pencak Silat Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya membuka Pasanggiri Ibing Pencak Silat Se-Priangan Timur di GOR Sukapura Dadaha, Jumat, 24/7/26.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pasanggiri Pencak Silat Tasikmalaya kembali menjadi panggung pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat persaudaraan antarperguruan silat. Kegiatan Pasanggiri Ibing Pencak Silat yang digelar di GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya pada Jumat (24/7/2026). Ajang yang melibatkan pesilat dari berbagai daerah di Priangan Timur ini menjadi momentum penting untuk menjaga eksistensi seni bela diri tradisional sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di tengah generasi muda.
Penyelenggaraan pasanggiri tersebut menghadirkan berbagai perguruan pencak silat dari Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda yang terus diwariskan lintas generasi.
Pasanggiri Jadi Ruang Pelestarian Warisan Budaya
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya menegaskan pentingnya menjaga pencak silat sebagai salah satu warisan budaya bangsa. Menurutnya, pasanggiri tidak sekadar menjadi arena kompetisi, melainkan juga ruang mempererat silaturahmi antarperguruan sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan.
Semangat kebersamaan yang tercipta selama kegiatan menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan komunitas pencak silat di wilayah Priangan Timur. Selain menampilkan kemampuan teknik, para peserta juga memperlihatkan nilai sopan santun, disiplin, dan penghormatan kepada sesama pesilat yang menjadi bagian dari filosofi pencak silat.
Ratusan Pesilat Tampil di GOR Sukapura Dadaha
Suasana GOR Sukapura Dadaha dipenuhi antusiasme peserta, pelatih, serta masyarakat yang datang menyaksikan jalannya pasanggiri. Beragam jurus ibing ditampilkan dengan penuh penghayatan sehingga menghadirkan suasana kompetisi yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya.
Setiap perguruan membawa karakter dan ciri khas masing-masing. Penampilan tersebut memperlihatkan kekayaan seni bela diri tradisional yang berkembang di berbagai daerah Priangan Timur. Penonton pun memberikan apresiasi melalui tepuk tangan setiap kali peserta menyelesaikan penampilannya.
Ajang ini tidak hanya menjadi sarana unjuk kemampuan, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman dengan perguruan lain.
Pemerintah Kota Tasikmalaya Terus Dukung Pembinaan Generasi Muda
Pemerintah Kota Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang berkontribusi terhadap pelestarian budaya lokal. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan olahraga tradisional yang mampu melibatkan masyarakat secara luas.
Selain menjaga warisan budaya, kegiatan seperti pasanggiri dinilai memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta rasa hormat kepada sesama menjadi bagian penting yang ditanamkan melalui latihan pencak silat.
Dengan semakin banyaknya ruang pembinaan, diharapkan lahir atlet maupun pelestari budaya yang mampu membawa nama Tasikmalaya dan Priangan Timur ke tingkat yang lebih tinggi.
Pencak Silat Perkuat Identitas Budaya Sunda
Pencak silat telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda. Tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri, pencak silat juga memuat nilai pendidikan karakter, penghormatan kepada guru, dan kecintaan terhadap tanah air.
Karena itu, penyelenggaraan Pasanggiri Pencak Silat Tasikmalaya memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sebuah perlombaan biasa. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi penerus.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan pencak silat, dan masyarakat, upaya pelestarian budaya dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Momentum Mempererat Persaudaraan Priangan Timur
Selain menghadirkan persaingan yang sehat, pasanggiri ini juga mempertemukan berbagai perguruan dalam suasana penuh keakraban. Interaksi antarpeserta menjadi bukti bahwa olahraga tradisional mampu menjadi perekat hubungan sosial di tengah keberagaman.
Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan dan festival budaya lainnya. Dengan demikian, pencak silat tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga berkembang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia pada masa depan.
Warisan budaya tidak akan hidup hanya karena dikenang, tetapi karena terus dipraktikkan. Selama jurus masih dimainkan dan persaudaraan terus dijaga, pencak silat akan tetap menjadi denyut jati diri bangsa Indonesia. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar