CGEP Ciamis Kirim 10 Pelajar Belajar ke Pare
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya melepas 10 peserta CGEP Ciamis menuju Kampung Inggris Pare di Pendopo Kabupaten Ciamis, Senin (20/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – CGEP Ciamis kembali membuka jalan bagi pelajar berprestasi untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Melalui Ciamis Global English Program (CGEP) atau program belajar bahasa Inggris Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengirim 10 pelajar tingkat SMA ke Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Keberangkatan peserta dilepas langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Senin (20/7/2026). Dalam kesempatan itu, Herdiat menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting di tengah perkembangan teknologi, dunia kerja, dan pendidikan global yang bergerak sangat cepat.
CGEP Ciamis Siapkan Pelajar Menghadapi Persaingan Global
Sebanyak 10 pelajar terbaik dari berbagai SMA di Kabupaten Ciamis akan menjalani pelatihan intensif selama dua pekan di Kampung Inggris Pare. Selama mengikuti program tersebut, mereka tidak hanya mempelajari tata bahasa dan kosakata, tetapi juga berlatih komunikasi secara aktif dalam lingkungan yang dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia.
Melalui pengalaman itu, peserta diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, mereka juga akan mengenal budaya belajar yang disiplin, kolaboratif, dan mendorong keberanian menyampaikan pendapat.
Program CGEP Ciamis sendiri merupakan hasil kolaborasi PC PMII Ciamis melalui PMII Speaking Center bersama Baznas Kabupaten Ciamis dan lembaga kursus di Kampung Inggris Pare. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan kerja sama antara organisasi kepemudaan, lembaga sosial, dunia pendidikan, dan pemerintah daerah.
Bupati Herdiat: Ilmu Harus Diiringi Keberanian Berbicara
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi kepada PC PMII Ciamis yang telah menggagas program tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar di Kampung Inggris Pare menjadi pengalaman berharga bagi para pelajar yang terpilih.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PMII yang telah menginisiasi program luar biasa ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi semakin banyak pelajar di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herdiat mengingatkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak lahir dalam waktu singkat. Oleh karena itu, peserta harus memanfaatkan setiap kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh.
Ia menilai banyak orang telah memiliki cukup kosakata, tetapi masih ragu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Padahal, keberanian berbicara menjadi faktor penting agar kemampuan bahasa terus berkembang.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta aktif berdiskusi, berlatih setiap hari, dan tidak takut melakukan kesalahan selama proses belajar.
Pesan Khusus: Jaga Nama Baik Kabupaten Ciamis
Selain mengejar prestasi akademik, Herdiat juga menitipkan pesan agar seluruh peserta menjaga sikap selama berada di Kampung Inggris Pare.
Menurutnya, para pelajar tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga mewakili nama baik Kabupaten Ciamis di luar daerah.
“Saya titip agar kalian menjaga marwah Kabupaten Ciamis. Tunjukkan akhlak yang baik, disiplin, dan hindari hal-hal yang dapat mencoreng nama daerah. Jadilah duta Ciamis yang membanggakan,” pesannya.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa karakter, etika, dan kedisiplinan memiliki nilai yang sama pentingnya dengan kemampuan akademik.
Investasi SDM untuk Masa Depan Ciamis
Di era digital, kemampuan bahasa Inggris membuka akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, beasiswa, hingga peluang karier di tingkat internasional. Oleh sebab itu, program seperti CGEP Ciamis menjadi salah satu langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan global.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu, pengalaman, serta membangun jejaring selama berada di Pare. Sekembalinya ke daerah, mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa asing dan meningkatkan kualitas diri.
Program ini juga menunjukkan bahwa investasi terbaik sebuah daerah tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas manusianya. Ketika pelajar memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas, mereka akan membawa pulang pengetahuan, kepercayaan diri, dan semangat baru untuk membangun daerah asal.
Hari ini mereka berangkat sebagai 10 pelajar Ciamis. Kelak, pengalaman yang mereka bawa pulang bisa menjadi awal lahirnya generasi yang mampu membawa nama Ciamis bersaing di panggung dunia. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar