Sambut Hari Bhayangkara, Polres Tasikmalaya Bersihkan Masjid dan Sentuh Hati Warga
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Personel Polres Tasikmalaya dan Bhayangkari membersihkan Masjid Agung Mangunreja dalam kegiatan Bakti Religi Hari Bhayangkara ke-80. Jumat, 19/6/26.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah berbagai agenda menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya memilih cara yang sederhana namun bermakna. Alih-alih hanya menggelar seremoni, jajaran kepolisian turun langsung membersihkan Masjid Agung Mangunreja bersama masyarakat dalam kegiatan Bakti Religi yang berlangsung Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa pendekatan humanis Polri tidak selalu hadir melalui program besar. Sebaliknya, langkah sederhana seperti menjaga kebersihan rumah ibadah justru mampu menghadirkan kedekatan yang lebih nyata dengan masyarakat.
Bakti Religi Polres Tasikmalaya pun menarik perhatian warga karena menghadirkan kebersamaan antara anggota kepolisian, Bhayangkari, pengurus masjid, dan masyarakat dalam satu kegiatan yang sarat nilai gotong royong.
Ketika Hari Bhayangkara Diisi dengan Aksi Nyata
Sejak pagi hari, personel Polres Tasikmalaya bersama Bhayangkari mulai melakukan kerja bakti di lingkungan Masjid Agung Mangunreja. Mereka membersihkan halaman, area ibadah, serta sejumlah fasilitas umum yang digunakan jamaah setiap hari.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Dr. Wahyu Pristha Utama memimpin langsung kegiatan tersebut bersama para Pejabat Utama, Kapolsek, perwira, serta personel Polres Tasikmalaya.
Selain membersihkan lingkungan masjid, jajaran Polres Tasikmalaya juga menyerahkan bantuan berupa perlengkapan kebersihan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Bantuan itu diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah.
Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Tasikmalaya Ny. Devy Wahyu beserta anggota Bhayangkari turut memperkuat nuansa kebersamaan yang menjadi inti dari kegiatan tersebut.
Pendekatan Humanis yang Menyentuh Masyarakat
Di era ketika masyarakat mengharapkan pelayanan publik yang semakin dekat dan responsif, kegiatan sosial seperti Bakti Religi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan.
Kapolres Tasikmalaya menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir saat menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, Polri juga ingin hadir dalam berbagai aktivitas sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan Bakti Religi menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang lebih hangat sekaligus memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan warga.
Melalui interaksi yang terjalin secara langsung, masyarakat dapat melihat sisi humanis anggota Polri yang selama ini terus diperkuat melalui berbagai program kemasyarakatan.
Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Gotong Royong Masih Menjadi Kekuatan Bangsa
Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, semangat gotong royong tetap menjadi modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kegiatan Bakti Religi di Masjid Agung Mangunreja menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat masih berjalan dengan baik. Semua pihak terlibat tanpa sekat dan bekerja bersama demi tujuan yang sama.
Pengurus DKM Masjid Agung Mangunreja menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian Polres Tasikmalaya yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah ibadah.
Respons positif itu menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat menghargai program-program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata.
Membangun Kepercayaan Melalui Aksi, Bukan Sekadar Kata
Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Bakti Religi di Masjid Agung Mangunreja menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan pelayanan dapat dilakukan secara sederhana, tetapi memiliki dampak yang luas.
Ketika anggota kepolisian hadir di tengah masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, hubungan yang terbangun tidak hanya bersifat formal. Sebaliknya, hubungan tersebut tumbuh menjadi kemitraan yang saling mendukung dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan lingkungan.
Melalui kegiatan seperti ini, Polres Tasikmalaya berharap sinergi dengan masyarakat terus berkembang dan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan wilayah yang aman, nyaman, serta kondusif.
Kepercayaan tidak lahir dari seragam atau jabatan, tetapi tumbuh dari tindakan nyata. Ketika Polri dan masyarakat bekerja bersama, keamanan bukan lagi sekadar tugas, melainkan budaya yang hidup di tengah kebersamaan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar