Harga Cabai Naik di Tasikmalaya, Ini Resep Hemat Sambal Dadak
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi sambal dadak yang menggugah selera.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE — Harga cabai di Tasikmalaya mengalami kenaikan pada awal Oktober 2026. Bagi pencinta makanan pedas, kondisi ini bukan berarti sambal harus hilang dari meja makan. Resep sambal dadak Sunda tetap bisa dibuat dengan bahan sederhana, porsi terukur, dan cara yang praktis.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang diperbarui 1 Oktober 2026 mencatat harga cabai merah di Tasikmalaya mencapai Rp63.150 per kilogram, naik 4,1 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga cabai rawit berada di angka Rp63.750 per kilogram, naik 2 persen. Data tersebut berasal dari survei harga pangan di dua pasar tradisional Tasikmalaya.
Kenaikan harga tersebut membuat penggunaan cabai di dapur perlu lebih terukur. Salah satu cara sederhana adalah membuat sambal sesuai kebutuhan makan, bukan dalam jumlah banyak.
Sambal dadak cocok untuk pola tersebut. Bahan dapat langsung diulek menjelang makan sehingga tidak membutuhkan proses memasak yang panjang.
Harga Cabai di Tasikmalaya Tidak Sama di Setiap Pasar
Data PIHPS pada 1 Oktober 2026 juga menunjukkan adanya perbedaan harga antar pasar.
Cabai merah tercatat Rp61.250 per kilogram di Pasar Pancasila dan Rp65.000 per kilogram di Pasar Cikurubuk. Untuk cabai rawit, harganya berada di Rp61.250 per kilogram di Pasar Pancasila dan Rp66.250 per kilogram di Pasar Cikurubuk.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga yang dibayar konsumen dapat berbeda menurut lokasi dan kondisi pasar.
Namun, angka PIHPS merupakan hasil survei pada periode tertentu. Karena itu, angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai harga mutlak yang berlaku di seluruh pedagang Tasikmalaya.
Bagi masyarakat, informasi tersebut tetap berguna sebagai pembanding ketika berbelanja. Terlebih ketika cabai menjadi salah satu bahan yang rutin digunakan untuk memasak.
Sambal Dadak Sunda, Sederhana tetapi Segar
Sambal dadak memiliki ciri khas pada proses pembuatannya. Bahan-bahan segar langsung diulek dan sambal biasanya disajikan segera setelah selesai dibuat.
Racikan sambal dadak dapat menggunakan cabai, bawang merah, tomat, terasi, garam, gula, dan jeruk limau. Variasi bahan dan takarannya dapat berbeda menurut selera serta kebiasaan masing-masing keluarga.
Karakter tersebut membuat sambal dadak cocok untuk menu akhir pekan. Prosesnya cepat dan bahan yang digunakan dapat disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.
Perlu diluruskan, sambal dadak lebih tepat disebut sebagai bagian dari tradisi kuliner Sunda secara luas, bukan secara khusus sebagai sambal asli Tasikmalaya.
Tasikmalaya sendiri memiliki ragam sambal lokal. Salah satunya sambal goang, yang dalam sumber kuliner dikaitkan secara khusus dengan Tasikmalaya. Racikannya berbeda dari sambal dadak yang menggunakan tomat dan jeruk limau.
Resep Sambal Dadak Sunda untuk 2–3 Porsi
Bahan yang perlu disiapkan:
- 5 buah cabai rawit merah;
- 3 buah cabai merah keriting;
- 2 siung bawang merah;
- 1 buah tomat merah ukuran kecil;
- ½ sendok teh terasi bakar;
- ¼ sendok teh gula;
- garam secukupnya;
- 1 buah jeruk limau.
Takaran tersebut dapat disesuaikan. Jika ingin mengurangi penggunaan cabai, jumlahnya bisa dikurangi dan tomat dapat ditambah untuk memberikan volume serta rasa segar.
Cara Membuat
Pertama, cuci cabai, bawang merah, dan tomat sampai bersih.
Selanjutnya, masukkan cabai, bawang merah, terasi, garam, dan gula ke dalam cobek. Ulek hingga semua bahan tercampur.
Setelah itu, masukkan tomat. Ulek kembali sampai teksturnya sesuai selera. Tidak perlu membuatnya terlalu halus karena tekstur kasar justru menjadi salah satu karakter sambal yang baru dibuat.
Terakhir, peras jeruk limau di atas sambal. Aduk sebentar, lalu sajikan bersama nasi hangat, lalapan, tahu, tempe, ikan goreng, atau ayam goreng.
Untuk mendapatkan rasa yang lebih segar, buat sambal sesaat sebelum makan. Cara tersebut juga membantu menghindari penggunaan bahan secara berlebihan.
Cara Menghemat Cabai Saat Harga Naik
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan di dapur.
Pertama, buat sambal dalam porsi kecil. Selain lebih segar, cara ini membantu mengurangi sisa bahan.
Kedua, sesuaikan tingkat kepedasan. Tidak semua anggota keluarga membutuhkan jumlah cabai yang sama.
Ketiga, manfaatkan tomat sebagai bagian dari racikan. Tomat dapat menambah volume sambal sekaligus memberikan rasa segar.
Keempat, bandingkan harga ketika berbelanja. Data PIHPS menunjukkan perbedaan harga antara Pasar Pancasila dan Pasar Cikurubuk pada periode survei yang sama.
Meski demikian, konsumen tetap perlu melihat harga aktual di lapangan karena harga pangan dapat berubah mengikuti pasokan dan kondisi pasar.
Ketika Harga Cabai Naik, Cobek Tetap Bisa Berputar
Kenaikan harga cabai memang terasa bagi rumah tangga, terutama bagi keluarga yang hampir setiap hari menyajikan sambal.
Namun, membuat sambal sendiri memberi ruang untuk mengatur jumlah bahan sesuai kebutuhan. Sambal dadak juga tidak membutuhkan proses yang panjang. Cukup siapkan bahan segar, ulek secukupnya, kemudian santap bersama menu rumahan.
Dari cobek sederhana, muncul satu pelajaran penting tentang kuliner Sunda: rasa tidak selalu lahir dari bahan yang mahal, tetapi dari bahan sederhana yang digunakan dengan tepat.
Harga cabai boleh naik. Tetapi selama cobek masih berputar, sambal tetap punya tempat di meja makan. (ARR)
- Penulis: redaktur






