Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 284
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kriminolog UI sebut penjarahan rumah anggota DPR dipicu rasa ketidakadilan kolektif dan dipicu ajakan di media sosial.

albadarpost.com, LENSA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai aksi penjarahan terhadap rumah sejumlah anggota DPR dan menteri pada gelombang demonstrasi 25–31 Agustus lalu bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat, diperkuat oleh narasi di media sosial yang kemudian berujung pada tindakan kolektif yang terorganisir.


Rasa Ketidakadilan Jadi Pemicu Penjarahan DPR

Adrianus hadir sebagai saksi ahli dalam sidang pendahuluan kasus dugaan pelanggaran etik lima anggota DPR nonaktif di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Senin (3/11). Dalam kesaksiannya, ia menilai bahwa fenomena penjarahan DPR mencerminkan kondisi sosial yang lebih dalam, yakni akumulasi kekecewaan publik terhadap para pejabat dan institusi negara.

Menurut Adrianus, berbagai faktor memang bisa menjadi pemicu aksi massa. Namun, satu hal yang paling menonjol adalah sense of injustice atau rasa ketidakadilan kolektif yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat.

“Ada satu hal yang saya duga kuat menjadi pemicu yaitu adanya collective feeling atau perasaan bersama berupa sense of injustice di tengah masyarakat,” ujar Adrianus di depan majelis MKD.

Ia menambahkan, dalam literatur kriminologi, peristiwa penjarahan DPR yang terjadi di akhir Agustus itu termasuk dalam kategori limited looting atau penjarahan terbatas. Namun, seiring berkembangnya situasi dan narasi sosial, fenomena tersebut berubah menjadi targeted looting — penjarahan yang sudah ditentukan sasarannya.

“Penjarahan ini bukan spontan, tapi direncanakan. Dalam istilah lain disebut predestined looting,” jelasnya.


Peran Media Sosial dan Narasi Publik dalam Aksi Massa

Adrianus menilai penjarahan DPR tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kuat media sosial. Narasi-narasi yang berkembang secara masif memperkuat rasa ketidakadilan kolektif itu. Ia menjelaskan, perasaan tersebut kemudian memperoleh trigger atau pemicu melalui ajakan-ajakan daring yang beredar luas di berbagai platform.

“Ajakan seperti ‘kumpul di sini’, ‘bakar Monas’, atau ‘serang Mabes Polri’ menjadi pemantik emosional. Itulah yang saya sebut sebagai trigger factor,” ujarnya.

Situasi kian memanas setelah muncul korban jiwa akibat tindakan aparat kepolisian. Momen itu, kata Adrianus, menjadi titik balik di mana kemarahan publik meledak dalam bentuk kekerasan dan penjarahan terarah.

“Tanpa adanya rasa ketidakadilan kolektif, kerusuhan tidak akan terjadi. Aksi-aksi itu kemudian memenuhi unsur perencanaan dan berdampak fatal,” katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Pastikan Pekerja Tambang Bogor Terima Kompensasi Rp9 Juta dari Pemprov Jabar

Adrianus menegaskan, dari perspektif kriminologi, aksi seperti penjarahan DPR ini bukan semata tindakan kriminal individual, melainkan ekspresi sosial dari kekecewaan publik terhadap sistem yang dianggap timpang. Dalam konteks itu, masyarakat bukan sekadar pelaku, tapi juga korban dari ketidakadilan struktural yang menumpuk.


Rumah Anggota DPR Jadi Sasaran Penjarahan

Dalam peristiwa tersebut, setidaknya lima rumah pejabat publik menjadi sasaran. Empat di antaranya milik anggota DPR, yaitu Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Partai NasDem, serta Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN. Satu lagi adalah kediaman mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kelima tokoh itu kini tengah menjalani proses etik di MKD, sementara empat di antaranya sudah dinonaktifkan dari jabatannya di DPR. Menurut Adrianus, pola sasaran tersebut menunjukkan bahwa penjarahan bukan tindakan acak, melainkan bentuk protes yang diarahkan kepada simbol-simbol kekuasaan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

“Targetnya bukan toko atau rumah warga biasa, melainkan rumah figur publik yang diasosiasikan dengan kekuasaan dan ketimpangan. Ini bentuk simbolik dari perlawanan,” terang Adrianus.


Analisis Kriminologis: Dari Ketidakadilan ke Kekerasan

Dalam analisisnya, Adrianus menggambarkan bagaimana rasa ketidakadilan sosial dapat bertransformasi menjadi tindakan kolektif destruktif. Ia menyebut, fenomena penjarahan DPR menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih empatik dan preventif dari negara terhadap potensi ledakan sosial.

Menurut dia, negara perlu membaca gejala sosial dengan lebih dini agar tidak hanya merespons setelah kerusuhan terjadi. “Ketika masyarakat merasa tidak didengar, ruang protes berubah menjadi ruang kekerasan,” ucapnya.

Adrianus mengingatkan bahwa kasus penjarahan DPR menjadi cermin penting bagi pemerintah dan aparat hukum untuk menata ulang hubungan dengan publik. Penegakan hukum harus berjalan sejajar dengan keadilan sosial agar masyarakat tidak lagi merasa terpinggirkan.

Aksi penjarahan DPR yang terjadi pada akhir Agustus bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan cerminan akumulasi rasa ketidakadilan sosial yang terpendam. Analisis kriminolog UI Adrianus Meliala memperlihatkan bahwa kemarahan publik dapat meledak ketika kepercayaan terhadap sistem runtuh. Kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan sosial adalah fondasi utama stabilitas demokrasi.

Penjarahan rumah anggota DPR mencerminkan akumulasi rasa ketidakadilan publik yang dipicu narasi sosial dan lemahnya kepercayaan pada sistem. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • Pengawasan MBG Ciamis

    FGPCR Minta Pengawasan MBG Ciamis Diperketat

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengawasan MBG Ciamis menjadi perhatian Forum Gerakan Peduli Ciamis Raya (FGPCR). Organisasi tersebut menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong pengawasan yang lebih kuat agar pelaksanaan program strategis nasional itu berlangsung secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. FGPCR menilai besarnya anggaran yang dialokasikan dalam Program Makan Bergizi Gratis menuntut […]

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Ramai dan Menggiurkan, Azis Gagap Bongkar Potensi Ekonomi Bonsai di Tasik

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya langsung menyedot perhatian publik saat ratusan peserta memadati lokasi pameran. Event bonsai nasional ini bukan hanya soal estetika tanaman, tetapi juga membuka mata tentang potensi ekonomi bonsai yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sejak hari pertama, suasana sudah terasa berbeda. Deretan bonsai dengan bentuk unik dan karakter […]

  • Prediksi Bayern vs Real Madrid dengan analisis statistik, peluang gol, dan performa terbaru di Allianz Arena

    Bayern vs Real Madrid: Data Terbaru Bikin Kaget, Siapa Sebenarnya Unggul?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 250
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Prediksi Bayern vs Real Madrid langsung menyita perhatian publik. Duel Bayern Munich vs Real Madrid bukan hanya soal siapa menang, tetapi siapa yang siap bertahan di tekanan tertinggi. Banyak yang mencari prediksi Bayern Munich vs Real Madrid, analisis Bayern vs Madrid, hingga peluang Bayern vs Real Madrid—semuanya mengarah pada satu hal: laga ini bisa mengubah arah […]

  • Bank Galunggung

    Bank Galunggung Borong 3 Penghargaan di TOP BUMD 2026, BUMD Tasikmalaya “Unjuk Gigi”?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ada yang menarik dari gelaran TOP BUMD Awards 2026 tahun ini. Di tengah persaingan ketat antar BUMD, Bank Galunggung justru tampil mencolok. Bukan cuma menang, tapi langsung memborong tiga penghargaan sekaligus. Dalam konteks TOP BUMD 2026, capaian Bank Galunggung ini terasa spesial. Sebab, tidak banyak BUMD daerah yang mampu konsisten naik […]

  • reintroduksi banteng jawa

    BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat […]

expand_less