Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Wisata Dirgantara Lanud Wiriadinata, Siswa TK Lihat Helikopter

Wisata Dirgantara Lanud Wiriadinata, Siswa TK Lihat Helikopter

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORAWisata dirgantara di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa TK Angkasa Tasikmalaya. Pada Selasa (22/9/2026), ruang belajar anak-anak berpindah dari kelas ke area apron untuk mengenal dunia penerbangan dan kedirgantaraan secara langsung.

Kegiatan berlangsung di Apron Baseops Lanud Wiriadinata. Para siswa mendapat kesempatan melihat lebih dekat lingkungan pangkalan udara, mengenal alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), serta mengetahui berbagai profesi yang berkaitan dengan TNI Angkatan Udara.

Namun, ada satu objek yang paling mencuri perhatian: Helikopter EC 120 B Colibri.

Bagi anak-anak yang sedang mengenal dunia penerbangan, melihat helikopter dari jarak dekat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar melihat gambar di buku atau layar.

Dari Ruang Kelas ke Apron Lanud

Pembelajaran anak usia dini tidak selalu harus berlangsung di dalam ruangan.

Lingkungan Lanud Wiriadinata dalam kegiatan ini menjadi ruang belajar terbuka. Anak-anak dapat mengamati objek penerbangan secara langsung sekaligus mengenal lingkungan kerja yang sebelumnya mungkin hanya mereka bayangkan.

Pengalaman tersebut membuat materi yang abstrak menjadi lebih konkret.

Ketika sebuah helikopter berada di depan mata, anak-anak dapat melihat ukuran, bentuk, serta lingkungan di sekitarnya. Mereka juga berkesempatan bertemu dengan kru yang bekerja di bidang penerbangan.

Dari situ, rasa ingin tahu bisa berkembang secara alami.

Bagaimana helikopter dapat terbang? Siapa yang menerbangkannya? Apa pekerjaan kru? Mengapa sebuah pangkalan udara membutuhkan banyak personel dengan keahlian berbeda?

Pertanyaan sederhana seperti itu dapat menjadi pintu masuk menuju proses belajar berikutnya.

Karena itu, wisata dirgantara tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi. Kegiatan tersebut juga mempertemukan anak dengan objek dan profesi nyata yang berkaitan dengan materi pengenalan dunia kedirgantaraan.

EC 120 B Colibri Jadi Perhatian Siswa

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka menyaksikan langsung EC 120 B Colibri di area Lanud Wiriadinata.

Momen tersebut semakin berkesan karena para siswa dapat mengabadikan foto bersama kru helikopter.

Bagi anak usia dini, pengalaman langsung memiliki daya tarik tersendiri. Mereka tidak hanya mendengar penjelasan mengenai dunia penerbangan, tetapi juga melihat objeknya dari dekat.

Hal itu membuat kegiatan wisata edukasi memiliki nilai yang lebih luas.

Anak-anak memperoleh pengalaman visual sekaligus sosial. Mereka melihat peralatan penerbangan, berinteraksi dalam lingkungan baru, dan mengenal profesi yang selama ini mungkin belum mereka pahami.

Dilansir dari Lanud Wiriadinata, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan dunia dirgantara kepada generasi muda sejak usia dini.

Komandan Lanud Wiriadinata Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han., bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 18 Daerah I Ny. Indah A. Kholiq Yulianto, menyambut kegiatan tersebut.

D'Arrian Collections

Mengenalkan Profesi, Menumbuhkan Cita-Cita

Pengenalan dunia penerbangan sejak dini tidak harus selalu berujung pada satu pilihan profesi.

Tujuannya lebih sederhana: memperluas wawasan dan membuka kemungkinan.

Anak yang melihat pilot, kru, teknisi, atau personel lain di lingkungan penerbangan dapat mulai memahami bahwa sebuah pesawat atau helikopter tidak bekerja sendirian. Ada banyak orang dengan keahlian berbeda yang membuat aktivitas penerbangan dapat berjalan.

Pemahaman sederhana itu dapat menumbuhkan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kerja sama.

Pada saat yang sama, pengalaman tersebut dapat memicu anak untuk berani memiliki cita-cita.

Hari ini mereka mungkin hanya ingin tahu bagaimana helikopter bisa terbang. Beberapa tahun kemudian, rasa penasaran itu dapat berkembang menjadi ketertarikan pada teknologi, mesin, penerbangan, atau profesi lain.

Itulah salah satu nilai penting pembelajaran di luar kelas.

Bukan Sekadar Melihat Helikopter

Wisata dirgantara di Lanud Wiriadinata pada akhirnya bukan sekadar agenda membawa siswa keluar dari sekolah.

Ada proses belajar yang berlangsung melalui pengalaman langsung.

Anak-anak melihat objek penerbangan, mengenal lingkungan baru, bertemu dengan kru, serta mendapatkan gambaran tentang berbagai profesi di dunia kedirgantaraan.

Model pembelajaran seperti ini juga memberi kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengamatan. Mereka tidak harus langsung memahami seluruh aspek penerbangan. Rasa ingin tahu yang muncul justru menjadi bagian dari proses pendidikan.

Bahkan, pengalaman sederhana dapat meninggalkan kesan yang lebih lama.

Seorang anak mungkin lupa detail penjelasan yang didengar pada hari itu. Namun, ia bisa saja mengingat bahwa pernah berdiri dekat sebuah helikopter dan melihat langsung orang-orang yang bekerja di dalam dunia penerbangan.

Kenangan tersebut dapat menjadi titik awal bagi pertanyaan dan pembelajaran berikutnya.

Dari Sebuah Helikopter, Anak Belajar Membayangkan Masa Depan

Kegiatan di Lanud Wiriadinata memperlihatkan bahwa pembelajaran anak usia dini dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, tetapi tetap bermakna.

Tidak selalu membutuhkan ruang kelas, papan tulis, atau buku pelajaran.

Kadang, sebuah pengalaman langsung sudah cukup untuk membuat anak bertanya dan mulai membayangkan sesuatu yang sebelumnya belum pernah mereka pikirkan.

Di depan sebuah helikopter, seorang anak tidak hanya melihat mesin yang bisa terbang. Ia juga bisa melihat kemungkinan tentang apa yang ingin dipelajarinya kelak.

Sebab cita-cita tidak selalu lahir dari pelajaran panjang. Kadang, cita-cita bermula dari rasa ingin tahu seorang anak yang berdiri di depan helikopter, menatap ke atas, lalu mulai bertanya tentang dunia yang ada di baliknya. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less