Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sekolah Rakyat Tasikmalaya Menuju Permanen, Target 2027 di Depan Mata

Sekolah Rakyat Tasikmalaya Menuju Permanen, Target 2027 di Depan Mata

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekolah Rakyat Tasikmalaya ditargetkan memasuki tahap pembangunan permanen pada triwulan pertama 2027. Namun, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut masih menunggu proses pengadaan lahan yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Diberitakan dari Pemkot Tasikmalaya, target itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat menghadiri Open House Sambara Karya 2026 di Sekolah Rakyat 41, Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kamis (8/10/2026).

Pernyataan tersebut muncul ketika Sekolah Rakyat 41 Tasikmalaya memasuki satu tahun keberadaannya. Di satu sisi, aktivitas pendidikan terus berjalan. Namun, di sisi lain, pemerintah masih harus menuntaskan kesiapan lahan sebelum target pembangunan permanen pada awal 2027 benar-benar bergerak.

Kondisi itu membuat Sekolah Rakyat 41 Tasikmalaya memasuki fase penting: mempertahankan kualitas pendidikan yang sudah berjalan sekaligus memastikan fasilitas permanen segera terealisasi.

Target Permanen Dipasang untuk Awal 2027

Pemkot Tasikmalaya menargetkan pembangunan sekolah permanen mulai berlangsung pada triwulan pertama 2027.

Akan tetapi, pemerintah masih menunggu proses pengadaan lahan. Karena itu, penyelesaian aspek lahan menjadi salah satu penentu apakah target pembangunan tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.

Sebelumnya, Pemkot Tasikmalaya memang telah menyatakan dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan dan perizinan. Dokumen RPJMD Kota Tasikmalaya juga mencantumkan penyediaan lahan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.

Pada 2025, Pemerintah Kota Tasikmalaya menyebut telah menyiapkan lahan di wilayah Kecamatan Tamansari untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kemudian, pada April 2026, Menteri Sosial mendorong Pemkot mempercepat pembangunan permanen dan memastikan kesiapan lahan dengan status legal yang jelas.

Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar mencari lokasi, melainkan memastikan seluruh tahapan pengadaan dan kesiapan lahannya benar-benar tuntas.

Sekolah Rakyat 41 Sudah Berjalan Setahun

Sambil menunggu fasilitas permanen, Sekolah Rakyat 41 Tasikmalaya terus menjalankan kegiatan pendidikan.

Open House Sambara Karya 2026 menjadi momentum untuk menandai satu tahun keberadaan sekolah tersebut. Dalam kegiatan itu, para siswa menampilkan berbagai karya, termasuk pidato dalam tiga bahasa.

Wali Kota Viman menilai perkembangan sekolah selama satu tahun berjalan sesuai harapan.

Para siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga prasejahtera. Menurut Pemkot, keberadaan program tersebut memberikan harapan baru bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam melihat masa depan.

Saat ini, Sekolah Rakyat 41 memiliki tiga rombongan belajar.

Program tersebut juga memiliki konteks yang lebih luas. Pada awal operasional 2025, Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya menampung 75 siswa yang terbagi dalam satu rombongan belajar tingkat SD dan dua rombongan belajar tingkat SMP.

Artinya, perkembangan sekolah perlu diikuti dengan kesiapan fasilitas yang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik secara berkelanjutan.

3.000 Buku Disiapkan untuk Perkuat Literasi

Selain gedung, Pemkot Tasikmalaya juga menyiapkan dukungan fasilitas penunjang pendidikan.

Salah satu kebutuhan tersebut ialah perpustakaan. Berdasarkan informasi Pemkot, Perpustakaan Nasional atau Perpusnas akan mendukung penyediaan 3.000 buku, sedangkan Pemkot akan mengupayakan penyewaan ruangan yang dapat digunakan sebagai perpustakaan.

Dukungan buku tersebut sejalan dengan kebijakan Perpusnas untuk memperkuat perpustakaan Sekolah Rakyat. Perpusnas menjelaskan bahwa sekolah yang menggabungkan jenjang SD dan SMP dapat memperoleh sekitar 3.000 buku melalui dukungan koleksi untuk kedua jenjang tersebut.

Pada 2026, Perpusnas juga melanjutkan dukungan terhadap perpustakaan Sekolah Rakyat melalui sinkronisasi data, penguatan sumber daya manusia, dan program akreditasi.

Karena itu, pengadaan ruang perpustakaan menjadi bagian penting dari penguatan kualitas belajar, bukan sekadar pelengkap gedung sekolah.

Tantangan Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Bangunan

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang selama ini mendampingi siswa.

Menurutnya, mendampingi siswa Sekolah Rakyat memiliki tantangan tersendiri.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembangunan permanen seharusnya berjalan bersama peningkatan kualitas pendidikan. Gedung yang representatif memang penting, tetapi keberhasilan program tetap bergantung pada guru, kurikulum, pendampingan, fasilitas belajar, serta keberlanjutan dukungan bagi siswa.

Pemkot Tasikmalaya berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan.

Harapan tersebut membutuhkan ukuran keberhasilan yang lebih luas daripada sekadar berdirinya bangunan baru. Pemerintah juga perlu memastikan para siswa memperoleh pendidikan yang berkualitas, lingkungan belajar yang layak, serta peluang untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

Dengan target pembangunan permanen pada triwulan pertama 2027, perhatian berikutnya tertuju pada satu hal: seberapa cepat proses lahan dapat dituntaskan dan diterjemahkan menjadi pembangunan nyata.

Sebab, Sekolah Rakyat tidak boleh berhenti sebagai proyek gedung. Ia harus menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang selama ini berdiri di sisi paling rapuh dari akses pendidikan. Ketika lahan selesai, bangunan berdiri, dan kualitas pendidikan berjalan beriringan, barulah target memutus rantai kemiskinan memiliki pijakan yang nyata. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less