Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » PORPROV 2026, Target Emas Tasikmalaya Berbeda antara Wali Kota dan KONI

PORPROV 2026, Target Emas Tasikmalaya Berbeda antara Wali Kota dan KONI

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya menyampaikan target medali yang berbeda menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengarahkan kontingen untuk mengejar peringkat ke-15 dengan perolehan sekitar 25 medali emas, sedangkan KONI menetapkan target 10–13 medali emas.

Perbedaan sasaran tersebut mengemuka saat Viman melepas kontingen Kota Tasikmalaya di Lapangan Alun-alun Dadaha, Senin, 26 Oktober 2026. Kontingen dijadwalkan mengikuti pertandingan dalam 37 cabang olahraga (cabor).

Viman menyebut hasil babak kualifikasi menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah kota. Dalam keterangan yang dikutip NewsTasikmalaya, ia menyebut atlet Kota Tasikmalaya meraih 23 medali emas pada babak kualifikasi dan berharap capaian itu menjadi pijakan untuk memperbaiki posisi daerah di PORPROV 2026.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan menyampaikan target 10–13 medali emas. Menurut laporan TIMES Indonesia, target tersebut disusun berdasarkan hasil babak kualifikasi dan analisis bidang prestasi KONI.

Target Prestasi Perlu Diperjelas

Perbedaan target antara wali kota dan KONI menjadi hal yang perlu dijelaskan kepada publik. Angka sekitar 25 medali emas yang disampaikan Viman lebih tinggi daripada target teknis KONI sebesar 10–13 emas.

Keduanya tidak serta-merta menunjukkan pertentangan. Pemerintah daerah dapat menyampaikan sasaran ambisius untuk mendorong prestasi, sedangkan KONI menetapkan target berdasarkan pemetaan kekuatan atlet dan hasil evaluasi teknis. Namun, tanpa penjelasan resmi mengenai hubungan kedua angka tersebut, masyarakat belum memiliki gambaran yang utuh mengenai sasaran prestasi yang menjadi acuan bersama.

Karena itu, Pemkot dan KONI perlu memperjelas apakah target peringkat ke-15 dan sekitar 25 medali emas merupakan sasaran jangka optimistis, sedangkan 10–13 emas menjadi target teknis minimum, atau apakah keduanya menggunakan perhitungan yang berbeda.

Kejelasan tersebut penting agar evaluasi setelah kompetisi memiliki tolok ukur yang konsisten. Tanpa target yang dijelaskan secara terbuka, capaian kontingen berisiko dinilai dengan ukuran yang berbeda setelah pertandingan berakhir.

355 Atlet Siap Bertanding di 37 Cabor

Kota Tasikmalaya memberangkatkan 355 atlet sebagai bagian dari kontingen yang berjumlah 566 personel. Menurut keterangan Anton yang dikutip media, kontingen juga terdiri atas 83 pelatih, 41 manajer, 24 mekanik, dan 63 ofisial.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya sumber daya yang disiapkan untuk mengikuti PORPROV. Namun, banyaknya atlet dan cabang olahraga bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Hasil pertandingan, perolehan medali, serta kemampuan memperbaiki posisi dibandingkan kompetisi sebelumnya tetap menjadi indikator penting.

Persiapan juga menuntut koordinasi antara atlet, pelatih, ofisial, KONI, dan pemerintah daerah. Dukungan teknis harus memastikan atlet dapat berkonsentrasi pada pertandingan, sementara pengelolaan kontingen perlu berjalan efektif di tengah persaingan antardaerah.

Viman meminta atlet menjaga nama baik Kota Tasikmalaya dan menjunjung sportivitas. Pesan tersebut menjadi bagian dari harapan agar kontingen tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menjaga sikap selama kompetisi.

Hasil PORPROV Menjadi Ukuran Pembinaan

PORPROV XV Jawa Barat 2026 menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan olahraga Kota Tasikmalaya. Hasil babak kualifikasi dapat menjadi salah satu dasar proyeksi, tetapi capaian akhir tetap ditentukan oleh performa atlet ketika menghadapi lawan dari daerah lain.

Karena itu, evaluasi setelah pertandingan perlu membandingkan hasil aktual dengan target yang telah dijelaskan sejak awal. Pemerintah kota dan KONI juga perlu menguraikan cabang olahraga yang memenuhi sasaran, cabang yang belum mencapai target, serta faktor yang memengaruhi hasil.

Evaluasi tersebut penting agar dukungan anggaran, program latihan, fasilitas, dan regenerasi atlet dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata. Prestasi olahraga tidak cukup dibangun melalui target dan motivasi menjelang pertandingan, tetapi memerlukan pembinaan berkelanjutan.

PORPROV XV Jawa Barat 2026 dijadwalkan mulai mempertandingkan sejumlah cabang olahraga pada 28 Oktober 2026, dengan pembukaan resmi pada 7 November. Bagi Kota Tasikmalaya, kompetisi ini menjadi ujian bagi kesiapan atlet sekaligus kesempatan mengevaluasi arah pembinaan olahraga daerah.

Pada akhirnya, target medali boleh berbeda dalam tahap perencanaan. Namun, Pemkot dan KONI perlu menjelaskan dasar perhitungannya agar publik dapat menilai capaian kontingen secara adil, terukur, dan transparan. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less