Berita Daerah

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pendidikan Karakter lewat Kampung Pramuka

Kampung Pramuka Cikareo diperkuat sebagai basis pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda Tasikmalaya.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peresmian Kampung Pramuka Cikareo di Kecamatan Cibalong bukan sekadar agenda seremonial kepramukaan. Langkah ini menandai upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperluas investasi sosial berbasis pendidikan karakter di tingkat desa—sebuah pendekatan yang semakin relevan di tengah tantangan degradasi nilai sosial dan ketimpangan akses pembinaan generasi muda.

Kegiatan yang dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya pada Sabtu, 13 Desember 2025, itu menempatkan gerakan Pramuka sebagai aktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia di luar jalur pendidikan formal.


Kampung Pramuka sebagai Instrumen Pendidikan Karakter

Kampung Pramuka Cikareo berlokasi di Desa Parung, Kecamatan Cibalong, dan digagas oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya. Model ini dirancang sebagai ruang pembinaan berkelanjutan, bukan kegiatan temporer.

Melalui Kampung Pramuka, nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, gotong royong, serta kepedulian lingkungan diintegrasikan ke dalam aktivitas keseharian masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai lebih adaptif dibandingkan program pembinaan yang sepenuhnya bergantung pada institusi sekolah.

Dalam konteks kebijakan publik, pendidikan karakter berbasis desa berpotensi menjangkau kelompok usia muda yang selama ini berada di luar sistem pembinaan formal.


Pernyataan Pemerintah dan Dukungan Kebijakan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tasikmalaya mengapresiasi peran Gerakan Pramuka yang dinilai konsisten membentuk generasi muda berkarakter, tangguh, dan berakhlak. Menurutnya, Kampung Pramuka dapat menjadi pusat kegiatan edukatif sekaligus wadah penguatan peran Pramuka dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah daerah, kata dia, memandang kegiatan kepramukaan sebagai investasi jangka panjang. Fokusnya bukan hanya pada aktivitas seremonial, tetapi pada pembentukan sikap, nilai, dan keterampilan sosial generasi muda yang kelak menentukan kualitas kepemimpinan lokal.

Pernyataan ini menegaskan posisi pendidikan karakter sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah, bukan sekadar program pelengkap.


Analisis: Efektivitas Pembinaan Nonformal di Tingkat Desa

Secara nasional, berbagai studi menunjukkan bahwa pembinaan karakter berbasis komunitas memiliki tingkat keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan program berbasis proyek. Keterlibatan masyarakat lokal membuat proses pembinaan tidak bergantung penuh pada anggaran pemerintah.

Kampung Pramuka, jika dikelola konsisten, berpotensi menekan biaya sosial akibat minimnya ruang pembinaan pemuda, seperti meningkatnya perilaku menyimpang dan rendahnya partisipasi sosial. Di sinilah relevansi pendidikan karakter bertemu dengan kepentingan tata kelola pemerintahan.

Baca juga: Sekda Pimpin Apel dan Penyerahan Satyalencana Karya Satya di Ciamis

Namun, tantangan utamanya terletak pada pengukuran dampak. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa Kampung Pramuka tidak berhenti sebagai simbol kebijakan, tetapi memiliki indikator keberhasilan yang terukur—mulai dari partisipasi pemuda hingga kontribusi sosial di tingkat desa.


SDM dan Daya Saing Daerah

Pembangunan sumber daya manusia menjadi isu strategis nasional, seiring dengan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam satu dekade ke depan. Daerah yang gagal menyiapkan generasi mudanya berisiko tertinggal dalam persaingan ekonomi dan sosial.

Dalam kerangka itu, Kampung Pramuka dapat dilihat sebagai bagian dari ekosistem pembangunan SDM daerah. Pendidikan karakter menjadi fondasi bagi kebijakan lanjutan, seperti pengembangan keterampilan, kewirausahaan, dan kepemimpinan lokal.

Bagi Tasikmalaya, inisiatif ini membuka peluang memperkuat kohesi sosial sekaligus membangun modal manusia dari tingkat paling dasar.

Peresmian Kampung Pramuka Cikareo menandai arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis komunitas. Jika dikelola secara konsisten dan terukur, model ini berpotensi menjadi instrumen strategis pembangunan SDM sekaligus investasi sosial jangka panjang bagi daerah.

Kampung Pramuka Cikareo menjadi langkah Tasikmalaya memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda berbasis desa. (Red/Asep Chandra)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button