Longsor Cikuya Tasikmalaya Tutup Jalan, Satu Ruko Terdampak
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi longsor.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Tanah longsor di Kampung Cibinong, Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (30/10/2026) berdampak pada satu ruko dan menutup badan jalan desa. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut memicu kejadian ini, sehingga akses warga terganggu dan petugas perlu menangani material tanah yang menutup jalan.
Berdasarkan laporan Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya yang diberitakan pada 30 Oktober 2026, Kampung Cibinong RT 001/RW 011 menjadi salah satu lokasi longsor yang dilaporkan pada hari itu. Informasi lanjutan yang disampaikan Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyebut satu ruko terdampak dan badan jalan desa tertutup material longsor.
Dampak tersebut membuat keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama. Sebab, material tanah yang menutup badan jalan dapat menghambat perjalanan warga sekaligus meningkatkan risiko bagi pengendara yang mencoba melintas sebelum kondisi jalur dinyatakan aman.
Material Longsor Ganggu Akses Jalan Desa
Longsor di Cikuya menjadi perhatian karena dampaknya menyentuh dua aspek sekaligus, yakni akses transportasi dan bangunan usaha warga.
Dalam laporan terpisah yang diterbitkan Media Indonesia pada 30 Oktober 2026, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, menjelaskan bahwa longsor di wilayah Culamega menutup jalan desa. Laporan tersebut menyebut akses di Kampung Cilanjung, Desa Cikuya, sempat tidak dapat dilalui kendaraan akibat timbunan material tanah.
Namun, terdapat perbedaan penyebutan lokasi antara laporan tersebut dan laporan Tagana yang mencatat Kampung Cibinong. Karena itu, kedua keterangan tidak dapat dianggap sebagai satu titik kejadian yang sama tanpa konfirmasi tambahan dari pihak berwenang.
Bagi warga, jalan desa memiliki fungsi penting untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Ketika jalur tertutup material longsor, perjalanan menuju tempat kerja, kegiatan ekonomi, maupun layanan publik berpotensi terganggu.
Sementara itu, dampak terhadap satu ruko menunjukkan bahwa bencana juga menyentuh kegiatan usaha masyarakat. Meski demikian, belum tersedia rincian mengenai tingkat kerusakan bangunan, nilai kerugian, ataupun lamanya aktivitas usaha terganggu.
Petugas Tangani Material Tanah
BPBD Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur terkait melakukan penanganan terhadap kejadian longsor di wilayah terdampak. Dalam keterangan yang dikutip Media Indonesia, Roni menyebut petugas BPBD, Babinsa, kepolisian, dan warga membantu proses evakuasi material tanah yang menutup jalan serta menangani lokasi lain yang terdampak.
Penanganan tersebut bertujuan membuka kembali akses yang tertutup sekaligus mengurangi risiko bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum memastikan waktu penyelesaian pembersihan jalan di Kampung Cibinong. Status terakhir akses jalan di lokasi tersebut juga masih memerlukan konfirmasi.
Karena itu, warga yang hendak melintasi kawasan terdampak sebaiknya mengikuti informasi dari pemerintah desa, BPBD, atau petugas di lapangan. Pengendara juga perlu menghindari jalur yang masih tertutup atau belum dinyatakan aman.
Risiko Longsor Susulan Perlu Diwaspadai
Penanganan material longsor tidak otomatis menghilangkan risiko bencana susulan. Kondisi tanah di sekitar tebing dan lereng tetap perlu diperhatikan, terutama ketika hujan kembali turun.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor. Warga yang tinggal di kawasan rawan juga perlu memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan baru pada permukaan tanah atau bangunan, pohon yang mulai miring, dan suara gemuruh dari arah tebing.
Apabila menemukan tanda bahaya, masyarakat sebaiknya segera menjauh dari lokasi dan melaporkannya kepada aparat desa atau petugas terkait. Selain itu, warga tidak perlu mendekati timbunan tanah untuk melihat kondisi secara langsung jika area tersebut belum dinyatakan aman.
Kewaspadaan ini penting karena dampak longsor tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik. Gangguan akses jalan juga dapat memengaruhi mobilitas warga yang membutuhkan perjalanan aman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Data Kerusakan dan Kondisi Jalan Masih Perlu Diperbarui
Informasi awal mengenai longsor di Cikuya telah memberikan gambaran tentang dampak terhadap jalan desa dan bangunan usaha. Namun, beberapa detail masih memerlukan konfirmasi, terutama status akses jalan, tingkat kerusakan ruko, serta perkembangan penanganan di setiap lokasi.
Redaksi juga belum dapat memastikan jumlah korban, nilai kerugian, atau total warga terdampak berdasarkan laporan yang tersedia. Karena itu, angka maupun klaim tambahan tidak boleh dimasukkan sebelum memperoleh keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat dapat mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan pemerintah setempat. Informasi terbaru mengenai akses jalan akan membantu warga menentukan jalur perjalanan dengan lebih aman.
Longsor bukan sekadar persoalan tanah yang menutup jalan. Ketika akses warga terputus dan bangunan usaha terdampak, keselamatan serta pemulihan aktivitas masyarakat harus menjadi prioritas. (Red)
- Penulis: redaktur
