Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kebakaran Ponpes An-Nur Sumedang, Aula Gusdur Ludes Terbakar

Kebakaran Ponpes An-Nur Sumedang, Aula Gusdur Ludes Terbakar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran melanda Aula Gusdur di Pondok Pesantren An-Nur, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Minggu (18/10/2026). Api diduga merembet dari kebakaran lahan di sekitar kompleks pesantren hingga menghanguskan bangunan beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api setelah melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian.

Berdasarkan laporan DetikJabar, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, informasi SMTVSumedang menyebut laporan kejadian diterima sekitar pukul 11.16 WIB. Perbedaan waktu tersebut merujuk pada waktu kejadian dan waktu pelaporan yang perlu dibedakan.

Api Diduga Berasal dari Kebakaran Lahan

Api diduga bermula dari area perkebunan bambu di belakang bangunan pesantren. Kobaran api kemudian merembet ke aula hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan dan barang-barang di dalamnya.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Hasul Milah Zainul Haq, menjelaskan bahwa sejumlah santri pertama kali mengetahui adanya api. Mereka sempat berusaha memadamkan kobaran menggunakan peralatan seadanya. Namun, api terus membesar dan sulit dikendalikan.

Meski demikian, penyebab awal kebakaran masih perlu dipastikan. Dugaan mengenai pembakaran daun di sekitar lahan tidak dapat diperlakukan sebagai penyebab pasti sebelum ada konfirmasi dari pihak berwenang.

Dua Mobil Damkar dan Satu Tangki Air Dikerahkan

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, satu mobil tangki air milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut membantu proses pemadaman.

Petugas menghadapi kendala berupa keterbatasan pasokan air dan masalah pada peralatan. Namun, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah upaya penanganan berlangsung lebih dari satu jam.

Setelah proses pemadaman selesai, kondisi lokasi dinyatakan aman berdasarkan informasi awal dari petugas. Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.

Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

Kebakaran menghanguskan aula beserta sejumlah perlengkapan di dalamnya. Barang-barang yang dilaporkan rusak antara lain perlengkapan pengajian, lemari, perangkat tata suara, dan miniatur kereta kencana.

Pengasuh pesantren memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp800 juta. Angka tersebut merupakan taksiran awal, bukan nilai kerugian final yang telah diverifikasi melalui penghitungan resmi.

Laporan DetikJabar menyebut luas bangunan yang terbakar sekitar 100 meter persegi. Angka ini perlu dibedakan dari keterangan awal lain yang menyebut luas sekitar “150 bata”, karena satuan dan makna keterangan tersebut belum terkonfirmasi.

Pencegahan Kebakaran Lahan Perlu Diperhatikan

Kebakaran yang bermula dari lahan dapat meluas ke bangunan di sekitarnya, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin membantu penyebaran api. Karena itu, aktivitas pembakaran daun atau sampah di dekat bangunan perlu dihindari atau dikendalikan sesuai ketentuan keselamatan yang berlaku.

Masyarakat juga perlu segera melaporkan kebakaran kepada petugas dan tidak memaksakan pemadaman mandiri apabila api telah membesar atau membahayakan keselamatan.

Peristiwa di Pondok Pesantren An-Nur menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan. Kepastian penyebab kebakaran tetap memerlukan keterangan resmi lebih lanjut. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less