Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 90 Keluarga di Banjar Terima Sembako, Pemkot-Baznas Bersinergi

90 Keluarga di Banjar Terima Sembako, Pemkot-Baznas Bersinergi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHBantuan sembako Banjar menyasar 90 keluarga kurang mampu di Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Sabtu (19/9/2026). Selain bantuan pangan, kegiatan tersebut juga mencakup penyaluran peralatan untuk Langgar Sinargalih.

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Desa Rejasari. Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua DPRD Kota Banjar, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Sosial, Camat Langensari, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Rejasari, serta Ketua Baznas Kota Banjar.

Berdasarkan keterangan dari Pemkot Banjar, bantuan sembako tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Banjar dan Baznas. Sasaran utamanya adalah keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Angka 90 keluarga penerima bantuan menjadi salah satu informasi utama dalam kegiatan ini. Penyaluran dilakukan di tingkat desa sehingga bantuan dapat langsung diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.

Bagi keluarga penerima, bantuan pangan memiliki manfaat yang bersifat langsung. Sembako dapat membantu mengurangi sebagian kebutuhan belanja rumah tangga, terutama untuk komoditas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Pemerintah dan Baznas

Dikutip dari Pemkot Banjar, Wali Kota menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap bantuan dapat diterima oleh warga yang tepat dan memberikan manfaat secara langsung.

Kolaborasi dengan Baznas juga menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan sosial tersebut. Pemerintah daerah memiliki jaringan pemerintahan hingga kecamatan dan desa, sedangkan Baznas menjalankan program pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah sesuai ketentuan yang berlaku.

Konteks ini bukan hal baru dalam program sosial Baznas Kota Banjar. Pada awal 2026, Baznas Kota Banjar juga mencatat program sembako untuk 600 dhuafa dalam rangkaian program tahun anggaran 2026.

Karena itu, bantuan sembako Banjar untuk 90 keluarga di Rejasari menjadi salah satu bentuk penyaluran bantuan yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

Namun, jumlah penerima bukan satu-satunya ukuran penting. Ketepatan sasaran juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam setiap program bantuan.

Pendataan penerima, pembaruan informasi warga, serta koordinasi antara pemerintah dan lembaga penyalur menjadi faktor yang menentukan agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.

D'Arrian Collections

Langgar Sinargalih Mendapat Peralatan

Kegiatan di Rejasari tidak berhenti pada bantuan pangan.

Pemerintah Kota Banjar juga menyerahkan bantuan peralatan kepada Dewan Kemakmuran Langgar Sinargalih. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung sarana ibadah dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

Wali Kota berharap peralatan yang diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengurus maupun jamaah.

Dari sisi penerima manfaat, bantuan tersebut memiliki karakter berbeda dengan sembako. Jika bantuan pangan ditujukan kepada keluarga penerima, peralatan langgar dapat digunakan secara bersama oleh masyarakat.

Dengan demikian, satu kegiatan mencakup dua kebutuhan sekaligus, yakni dukungan terhadap keluarga kurang mampu dan penguatan fasilitas ibadah di lingkungan masyarakat.

Ketepatan Sasaran Tetap Menjadi Kunci

Penyaluran bantuan sosial selalu membawa persoalan yang lebih luas daripada sekadar seremoni penyerahan.

Di lapangan, data penerima menjadi fondasi penting. Kondisi ekonomi keluarga dapat berubah, sementara kebutuhan masyarakat juga bergerak dari waktu ke waktu. Karena itu, pembaruan data dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program bantuan.

Hal tersebut semakin penting ketika pemerintah daerah dan lembaga sosial bekerja secara bersama-sama.

Kolaborasi dapat memperluas jangkauan program. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan pencatatan yang tertib, penyaluran yang transparan, serta mekanisme yang memastikan bantuan tidak berhenti pada daftar penerima.

BAZNAS Kota Banjar sendiri memiliki sejumlah program sosial pada 2026, termasuk program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Data program tersebut menunjukkan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya menyentuh kebutuhan konsumsi, tetapi juga diarahkan pada sejumlah kebutuhan sosial lainnya.

Bagi masyarakat, ukuran paling sederhana dari sebuah bantuan sebenarnya cukup jelas: apakah bantuan sampai kepada orang yang membutuhkan dan apakah manfaatnya benar-benar terasa.

Dari Rejasari, Bantuan Harus Sampai kepada yang Membutuhkan

Penyerahan bantuan sembako kepada 90 keluarga di Rejasari menunjukkan bagaimana kebutuhan sosial dapat ditangani melalui kerja bersama pemerintah daerah, Baznas, pemerintah desa, kecamatan, dan unsur masyarakat.

Bantuan peralatan untuk Langgar Sinargalih memperluas sasaran kegiatan, dari kebutuhan keluarga hingga fasilitas yang digunakan masyarakat secara bersama.

Selanjutnya, konsistensi pendataan dan ketepatan penerima menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting dari penyerahan bantuan itu sendiri.

Sebab, nilai sebuah bantuan bukan hanya terlihat dari jumlah paket yang dibagikan, tetapi dari siapa yang menerimanya, bagaimana manfaatnya dirasakan, dan apakah bantuan tersebut benar-benar hadir pada saat masyarakat membutuhkannya. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less