Bupati Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan Rp603 Juta
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- visibility 76
- comment 0 komentar
- print Cetak

Peringantan Hari Santri 2026 di Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026).(Dok.Pemkab Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bantuan pendidikan Tasikmalaya senilai Rp603 juta disalurkan kepada mahasiswa dan santri dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026). Anggaran tersebut mencakup bantuan untuk 239 mahasiswa program sarjana (S1) dan 500 santri. Namun, dukungan pendidikan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran. Ketepatan sasaran dan keberlanjutan program juga perlu menjadi perhatian.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengalokasikan Rp478 juta bagi 239 mahasiswa, dengan nominal Rp2 juta per penerima. Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan Rp125 juta kepada 500 santri, masing-masing Rp250.000.
Penyerahan bantuan menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin Bupati Cecep Nurul Yakin di halaman belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya.
Secara nominal, total bantuan mencapai Rp603 juta. Meski demikian, angka tersebut belum dengan sendirinya menunjukkan seberapa besar dampaknya terhadap keberlanjutan pendidikan para penerima.
Bantuan Pendidikan Tasikmalaya Menjangkau 739 Alokasi Penerima
Rincian bantuan memperlihatkan dua kelompok sasaran dengan besaran dukungan berbeda. Mahasiswa S1 memperoleh bantuan Rp2 juta per orang, sedangkan santri menerima Rp250.000 per orang melalui BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya.
Perbedaan nominal itu perlu dilihat berdasarkan tujuan, kebutuhan penerima, serta sumber pendanaan masing-masing program. Tanpa informasi lebih lanjut mengenai kriteria seleksi dan kebutuhan yang hendak dipenuhi, efektivitas bantuan belum dapat dinilai hanya dari jumlah penerima.
Pemerintah daerah mengalokasikan bantuan bagi mahasiswa, sementara BAZNAS berperan mendukung pendidikan santri. Pembagian peran ini dapat menjadi bentuk kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan, selama pelaksanaannya disertai pendataan yang akurat dan mekanisme penyaluran yang transparan.
Angka 239 mahasiswa dan 500 santri menunjukkan total 739 alokasi penerima dalam dua program tersebut. Angka itu tidak otomatis berarti 739 orang berbeda, kecuali data penerima kedua program telah dipastikan tidak tumpang tindih.
Hari Santri Harus Menghasilkan Manfaat di Luar Seremoni
Dikutip dari Pemkab Tasikmalaya, Bupati Cecep menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama untuk mendukung keberlanjutan pendidikan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan, meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa dan santri, serta menyiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ungkapnya.
Pernyataan itu menempatkan pendidikan sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. Namun, komitmen tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program yang terukur agar manfaatnya tidak berhenti pada penyerahan bantuan.
Bantuan pendidikan dapat membantu meringankan pengeluaran penerima. Meski begitu, nominal yang diterima perlu dilihat dalam konteks biaya pendidikan masing-masing, termasuk kebutuhan kuliah mahasiswa dan kebutuhan belajar santri.
Karena itu, ukuran keberhasilan program seharusnya tidak terbatas pada jumlah bantuan yang dibagikan. Pemerintah dan lembaga penyalur juga perlu memperhatikan ketepatan sasaran, keteraturan penyaluran, serta manfaat yang dirasakan penerima.
Program Ekonomi Syariah Masih Memerlukan Kejelasan Pelaksanaan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Cecep juga menyampaikan rencana penguatan ekonomi syariah melalui implementasi 10 Program Ekonomi Syariah yang akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Selain itu, ia menyampaikan rencana pengembangan DKMB Mart sebagai unit usaha di lingkungan DKMB. Rencana tersebut menunjukkan bahwa agenda pemerintah daerah tidak hanya menyentuh pendidikan, tetapi juga mengarah pada pengembangan kegiatan ekonomi berbasis syariah.
Kendati demikian, rencana program perlu dibedakan dari pelaksanaan yang telah berjalan. Informasi mengenai jadwal, bentuk kegiatan, sumber pembiayaan, sasaran penerima manfaat, dan indikator keberhasilan masih diperlukan untuk menilai kesiapan kedua agenda tersebut.
Kejelasan itu penting agar program ekonomi syariah tidak berhenti sebagai pernyataan kebijakan. Pelaksanaannya perlu memiliki sasaran yang dapat diukur dan hasil yang bisa dievaluasi oleh masyarakat.
Transparansi Menentukan Keberlanjutan Program
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, jajaran perangkat daerah, Kementerian Agama, BUMD, Forum Pondok Pesantren, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta santri dari berbagai wilayah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan luasnya keterlibatan pemangku kepentingan dalam agenda pendidikan dan pesantren. Tantangan berikutnya ialah memastikan dukungan itu berlanjut melalui kebijakan yang konsisten, pendanaan yang jelas, dan evaluasi terbuka.
Bagi penerima, bantuan pendidikan bukan sekadar angka dalam laporan kegiatan. Dukungan itu harus membantu mereka mempertahankan kesempatan belajar dan melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhannya.
Pada akhirnya, peringatan Hari Santri akan memiliki makna lebih kuat ketika komitmen yang disampaikan di podium berubah menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat. Sebab, keberhasilan kebijakan pendidikan bukan hanya tentang berapa rupiah yang disalurkan, melainkan tentang berapa banyak kesempatan belajar yang benar-benar dapat dipertahankan. (Red)
- Penulis: redaktur
