Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Amin Ditemukan Meninggal di Sumur Salawu, Evakuasi Berlangsung

Amin Ditemukan Meninggal di Sumur Salawu, Evakuasi Berlangsung

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Amin masuk sumur di Kampung Sindangpalay, Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, berakhir duka. Pria berusia 63 tahun itu ditemukan meninggal setelah sebelumnya dilaporkan tidak kunjung kembali ketika melakukan aktivitas menggali sumur pada Selasa, 29 September 2026.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di lokasi. Setelah operasi berlangsung selama beberapa jam, jasad Amin berhasil dievakuasi dari dalam sumur sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi awal menyebut Amin masih melakukan aktivitas menggali sumur sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika korban tidak kunjung kembali, keluarga dan warga mulai melakukan pencarian hingga laporan diterima petugas pencarian dan pertolongan sekitar pukul 19.00 WIB.

Amin Tak Kunjung Kembali Setelah Menggali Sumur

Dikutip dari Damkar Kabupaten Tasikmalaya, peristiwa tersebut bermula ketika Amin melakukan pekerjaan menggali sumur di wilayah Kampung Sindangpalay.

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban masih terlihat melakukan aktivitas tersebut. Namun, waktu terus berjalan dan Amin tidak kunjung kembali.

Kondisi itu membuat keluarga serta warga sekitar mencari keberadaannya. Kecurigaan kemudian mengarah ke lokasi sumur setelah ditemukan sejumlah benda dan material di sekitar area tersebut.

Laporan mengenai kejadian itu kemudian diterima petugas pencarian dan pertolongan sekitar pukul 19.00 WIB.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung melalui Pos SAR Tasikmalaya selanjutnya mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Tim SAR Gunakan Peralatan Evakuasi Ruang Terbatas

Penanganan di lokasi tidak dilakukan secara sembarangan. Sumur merupakan ruang terbatas sehingga proses pencarian membutuhkan asesmen kondisi dan peralatan keselamatan.

Tim rescue membawa perlengkapan untuk operasi confined space rescue, termasuk peralatan pendukung pencarian dan penyelamatan serta alat pelindung diri. Tim juga melakukan asesmen risiko sebelum menjalankan proses evakuasi.

Situasi tersebut membuat operasi berlangsung hingga malam hari.

Sekitar pukul 23.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengangkat jasad Amin dari dalam sumur. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, pencarian yang bermula setelah korban tidak kunjung kembali pada sore hari berakhir pada proses evakuasi pada malam yang sama.

Penyebab Pasti Tidak Perlu Dispekulasikan

Sejumlah laporan menyebut Amin terperosok ke dalam sumur. Namun, untuk pemberitaan yang lebih hati-hati, AlbadarPost tidak perlu menambahkan dugaan mengenai penyebab kejadian di luar informasi yang telah dikonfirmasi.

Fakta yang dapat disampaikan adalah korban terakhir terlihat melakukan aktivitas menggali sumur sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian tidak kunjung kembali, sebelum akhirnya ditemukan di dalam sumur dan dievakuasi pada malam hari.

Pendekatan ini penting agar pemberitaan tidak mencampurkan fakta dengan asumsi.

Apalagi, peristiwa tersebut menyangkut kematian seseorang dan meninggalkan duka bagi keluarga.

Karena itu, informasi mengenai kondisi medan, proses pencarian, dan hasil evakuasi jauh lebih relevan untuk diberitakan daripada membangun dugaan tentang bagaimana insiden tersebut terjadi.

Aktivitas di Dalam Sumur Memiliki Risiko Tinggi

Peristiwa di Salawu juga mengingatkan masyarakat bahwa pekerjaan di dalam sumur tidak boleh dianggap sebagai aktivitas biasa.

Ruang terbatas memiliki sejumlah risiko, termasuk keterbatasan akses keluar-masuk, kondisi struktur, kemungkinan kekurangan oksigen, serta potensi adanya gas berbahaya.

Risiko tersebut tidak hanya mengancam orang yang berada di dalam sumur. Orang yang spontan turun untuk menolong juga dapat menghadapi bahaya apabila tidak memiliki peralatan dan prosedur keselamatan yang memadai.

Karena itu, ketika terjadi keadaan darurat di ruang terbatas, masyarakat sebaiknya segera meminta bantuan petugas yang memiliki kemampuan dan perlengkapan penyelamatan.

Imbauan keselamatan kerja juga disampaikan dalam informasi operasi pencarian, khususnya terkait potensi gas beracun dan runtuhan struktur ketika seseorang beraktivitas di ruang sempit dan dalam.

Warga Jahiang Berduka

Amin merupakan warga Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Sindangpalay, yang kemudian menjadi lokasi pencarian dan evakuasi.

Warga sebelumnya ikut mencari keberadaan korban setelah Amin tidak kunjung kembali. Tim SAR kemudian melanjutkan proses pencarian hingga korban ditemukan.

Bagi keluarga, kabar yang semula berupa pencarian berubah menjadi kabar duka pada Selasa malam.

Di sisi lain, proses evakuasi menunjukkan bahwa penanganan insiden di ruang terbatas membutuhkan personel terlatih, peralatan yang sesuai, dan perhitungan risiko yang matang.

Sore itu Amin pergi menggali sumur. Beberapa jam kemudian, warga dan tim SAR mencarinya hingga malam. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana pun dapat menyimpan risiko besar—dan keselamatan harus selalu didahulukan sebelum terlambat. (Red)

  • Penulis: redaktur
expand_less